Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Harga salak pondoh turun, petani resah

Harga salak pondoh turun, petani resah
Sleman-KoPi| Paguyuban Petani Salak Wonokerto, Kecamatan Turi medatangi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mengadukan harga salak yang turun di Kompleks Pemkab Sleman,Selasa (11/7). Menurut mereka harga salak menjauhi harga aman yaitu Rp.3.500 perkilo yang terhitung di pasar-pasar saat ini.
 
"Harga salak saat ini kami cek ke pasar, itu harga nya anjlok sampai Rp. 2.500,- dan yang dalam keranjang harganya Rp.10.000,-"ujar Tomon HW ,ketua Paguyuban sekaligus kepala desa Wonokerto, 
 
Petani saat ini hanya mendapat keuntungan dikisaran Rp 1.500,-per kilonya setelah dijual di Pasar.
 
Kepala Dinas Perindagkop ,Tri Endahyitnani menyambut kedatangan massa didepan pintu kantor dinas Perindagkop. Ia pun menjanjikan pihaknya akan membantu petani salak secara konsisten dan berkelanjutan pada masalah ini
 
"Apapun kebijakan bupati saat ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Petani, kami akan bantu secara konsisten dan berkelanjutan,"katanya.
 
Sementara itu sekretaris Daerah (Setda)Pemkab Sleman, Sumadi mengatakan jatuhnya harga salak ini disebabkan faktor seperti daya saing salak pondoh Turi yang kalah dengan salak wilayah lainnya. 
 
Tidak hanya itu ia juga menemukan permasalahan kurangnya kreativitas dalam mengelola salak. 
 
Ia pun menuturkan petani dan pemkab harus mengintrospeksi diri untuk meningkatkan kualitas salak. Pihaknya juga akan berusaha untuk membudidayakan salak menjadi produk lain dan tidak selalu menjadi bahan makanan.
 
"Kami pemkab akan membantu petani untuk meningkatkan kualitas salak dan kedua kita juga berusaha agar membudidayakan salak menjadi produk lain agar bisa dipasarkan," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
back to top