Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

H Al Haris memberikan sertifikat ASI Ekslusif kepada para ibu menyusui

H Al Haris memberikan sertifikat ASI Ekslusif kepada para ibu menyusui

Merangin - KoPi| Bupati Merangin H Al Haris didampingi Direktur Rumah Sakit Daerah Kol Abundjani Bangko dr. Berman Saragih, (16/9) memberikan sertifikat ASI Ekslusif kepada puluhan ibu menyusui di kawasan Sungai Ulak Bangko.

Pada acara yang dipusatkan di Balai Desa Sungai Ulak Bangko tersebut, bupati mengatakan pemberian sertifikat ASI Ekslusif itu sebagai wujud terimakasih Pemkab Merangin kepada para ibu-ibu yang telah memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya.

‘’Akan beda kedepannya kecerdasan anak yang mendapatkan ASI dari pada anak-anak yang hanya mendapatkan susu kemasan. Untuk itu mari ibu-ibu pemilik banyi untuk memberikan ASI kepada anaknya,’’pinta Bupati.

Selain itu bupati mengatakan, kualitas ASI setiap ibu menyusui juga berbeda. Perbedaan itu ditentukan dari serapan makanan yang dimakan ibu tersebut. Tak berlebihan bila bupati minta para ibu menyusui dapat mengatur pola makannya dengan baik.

Pada kesempatan itu selain memberikan Sertifikat ASI Ekslusif kepada para ibu menyusui, bupati juga sempat memberikan rasa kasih sayang terhadap anak-anak yang disusui dengan menggendong dan membelai rambut anak-anak dalam gendongan ibu itu.

Sementara itu dr Berman Saragih menambahkan, anak-anak yang wajib diberi ASI itu usianya antara 0 sampai 6 bulan. Pemberian Sertifikat ASI Ekslusif itu jelasnya, merupakan bagian dari Program Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi.

‘’Ada dua Posyandu yang sudah kita rangkul dengan program Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, Posyandu Teratai dan Posyandu Sungai Kapas. Kedepannya Posyandu-Posyandu lain juga akan kita rangkul,’’ujar Berman Saragih.|jo1|Charles

back to top