Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

H Al Haris memberikan sertifikat ASI Ekslusif kepada para ibu menyusui

H Al Haris memberikan sertifikat ASI Ekslusif kepada para ibu menyusui

Merangin - KoPi| Bupati Merangin H Al Haris didampingi Direktur Rumah Sakit Daerah Kol Abundjani Bangko dr. Berman Saragih, (16/9) memberikan sertifikat ASI Ekslusif kepada puluhan ibu menyusui di kawasan Sungai Ulak Bangko.

Pada acara yang dipusatkan di Balai Desa Sungai Ulak Bangko tersebut, bupati mengatakan pemberian sertifikat ASI Ekslusif itu sebagai wujud terimakasih Pemkab Merangin kepada para ibu-ibu yang telah memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya.

‘’Akan beda kedepannya kecerdasan anak yang mendapatkan ASI dari pada anak-anak yang hanya mendapatkan susu kemasan. Untuk itu mari ibu-ibu pemilik banyi untuk memberikan ASI kepada anaknya,’’pinta Bupati.

Selain itu bupati mengatakan, kualitas ASI setiap ibu menyusui juga berbeda. Perbedaan itu ditentukan dari serapan makanan yang dimakan ibu tersebut. Tak berlebihan bila bupati minta para ibu menyusui dapat mengatur pola makannya dengan baik.

Pada kesempatan itu selain memberikan Sertifikat ASI Ekslusif kepada para ibu menyusui, bupati juga sempat memberikan rasa kasih sayang terhadap anak-anak yang disusui dengan menggendong dan membelai rambut anak-anak dalam gendongan ibu itu.

Sementara itu dr Berman Saragih menambahkan, anak-anak yang wajib diberi ASI itu usianya antara 0 sampai 6 bulan. Pemberian Sertifikat ASI Ekslusif itu jelasnya, merupakan bagian dari Program Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi.

‘’Ada dua Posyandu yang sudah kita rangkul dengan program Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, Posyandu Teratai dan Posyandu Sungai Kapas. Kedepannya Posyandu-Posyandu lain juga akan kita rangkul,’’ujar Berman Saragih.|jo1|Charles

back to top