Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Gus Ipul : Keamanan Jadi Penentu Suksesnya Pembangunan di Jatim

Gus Ipul : Keamanan Jadi Penentu Suksesnya Pembangunan di Jatim
Bojonegoro-KoPi| Keamanan jadi syarat utama yang menentukan sukses tidaknya pembangunan di Provinsi Jawa Timur. Suasana yang aman akan membuat masyarakat untuk hidup rukun berdampingan. 
Demikian  disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Halaqoh Nasional Forum Ulama Ka'bah (FUK) 2017 dengan tema 'Islam Rohmatan Lil Alamin di tengah Islam Radikal dan Terorisme' bertempat di Hotel Bonero, Kab. Bojonegoro, Minggu (17/9). 
 
Ia mengatakan, faktor keamanan lah yang selalu dititipkan dan ditekankan oleh kiai dan ulama kepada pemerintah. Ulama dan kiai berperan penting dalam terciptanya suasana yang aman dan nyaman di daerah. 
 
Saat ini, lanjut Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan dunia terutama di Indonesia dihadapkan pada permasalahan sosial, hingga kenakalan remaja dan masuknya paham radikalisme. 
 
Untuk itu, dibutuhkan peran semua pihak dalam mengatasi maupun menanggulanginya termasuk lingkungan ponpes dalam memberi pengetahuan kepada masyarakat. 
 
Melihat peran kiai dan ulama dalam menciptakan suasana aman yang berdampak bagi pembangunan di daerah, pemerintah, memberi penghormatan dan penghargaan yang tinggi. 
 
"Kiai dan ulama di Jatim telah luar biasa ikut menjaga tanah air sekaligus mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Intinya, aqidah penting tapi juga harus cinta tanah air," terangnya. 
 
Ia mencontohkan, di beberapa negara seperti Myanmar terdapat suku yang memiliki aqidah tapi tidak punya tanah air. Percuma, punya aqidah tapi tidak punya negara, seperti suku rohingya di Myanmar. 
 
"Kita sedih, masih ada saudara saudara yang mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Itulah, pentingnya punya aqidah dan punya tanah air. Sama halnya di Syiria dan Afganistan yang terus menerus mengalami perang saudara hingga hari ini tidak selesai," tegasnya.
 
Menurutnya, kiai dan ulama telah menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dengan banyak cara. Salah satunya melalui ceramah, syair syair yang mengajak ummat untuk menghormati antar sesama. 
 
Tak hanya itu, sikap toleran, cinta tanah air dan cinta kepada Allah SWT juga terus dilakukan. "Saya mengusulkan, kepada pemerintah kiai dan ulama mendapatkan penghargaan dari negara. Mengajak untuk mencintai tanah air dan cinta kepada Allah SWT," tutupnya. (Humas Pemprov Jatim/nif). 
Surabaya, 17 September 2017 
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
Drs. Benny Sampirwanto, M.Si.
NIP. 19650718 199003 1 005
 
back to top