Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Surabaya-KoPi| Pembangunan infrastruktur sangat diperlukan untuk mendukung penguatan sektor pariwisata. Hal ini cukup beralasan karena lokasi wisata di Indonesia khususnya Jatim sangat banyak namun infrastruktur yang tersedia masih dianggap kurang memadai. Bahkan pada banyak tempat wisata, infrastrukturnya masih tidak mendukung kunjungan wisatawan sehingga kurang dikenal masyarakat.

 

“Infrastruktur yang memadai memang menjadi pendukung utama pariwisata. Selain itu, juga akan membantu pemerintah dan masyarakat untuk menggali potensi wisata secara maksimal,” demikian disampaikan Wagub Jatim Drs. H. Saifullah Yusufpada acara Forum Pariwisata ‘Investasi Bisnis Pariwisata’ di Hotel Santika, Pandegiling, Surabaya, Rabu (15/11).

Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim menjelaskan, jika nanti Jalur Lintas Selatan/JLS sudah selesai dirinya optimis jumlah kunjungan wisatawan ke Jatim akan bertambah khususnya di kawasan selatan.

Disamping itu, pembangunan beberapa bandara di Jatim salah satunya di Kota Kediri juga merupakan faktor pengungkit peningkatan pariwisata.

”Dengan majunya infrastruktur nantinya Jatim diharapkan tidak lagi hanya menjadi tempat transit tapi juga merupakan destinasi tujuan wisata utama,” ungkapnya.

Ditambahkan, selain menggenjot pembangunan infrastruktur, penguatan pada destinasi wisata existingjuga terus dilakukan. Dicontohkan, Pantai Prigi di Kab. Trenggalek sangat bagus pemandangannya, namun penataan ulang dan publikasi perlu terus diupayakan. Pelaku-pelaku usaha wisata juga nantinya diharapkan bisa bersertifikat, sehingga bisa bersaing dalam era MEA sekarang ini.

“Pada intinya tempat wisatanya harus ditata dengan baik, SDM wisatanya juga mesti ditingkatkan kualitasnya, serta pemahaman masyarakat untuk sadar wisata,” terang Gus Ipul.

Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan data yang ada jumlah daya tarik wisata tahun 2016 sebanyak 784, terdiri dari 265 wisata alam, 320 wisata budaya, dan 199 wisata buatan. Sedangkan jumlah wisatawan nusantara/wisnus pada tahun 2016 mencapai sekitar 58 juta, dan sampai dengan Agustus 2017 jumlah kunjungan wisnus telah sebanyak 24,85 juta.

Khusus untuk kunjungan wisatawan mancanegara/wisman pada tahun 2016 telah mencapai 600 ribu lebih. “Harapannya kunjungan wisman tahun depan bisa meningkat hingga 700 ribu lebih, sehingga target 1 juta wisman seperti yang telah ditargetkan presiden bisa tercapai,” tukas Gus Ipul.

Sementara itu, Wapimred Kompas Trias Kuncahyono mengatakan, pariwisata adalah masa depan bersama, karenanya dibutuhkan kreatifitas untuk pengembangannya. Diskusi forum pariwisata ini lanjutnya, akan sangat berguna dalam pengembangan pariwisata di Jatim. “Kreatifitas sekali lagi harus ditingkatkan, karena jika tidak maka industri pariwisata akan jalan di tempat. Dukugan SDM serta media juga diperlukan untuk mewujudkan konsep wisata yang berkualitas,” ujarnya.(Humasprovjatim:dwi)

 

back to top