Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Gus Ipul : Banser, Benteng Aswaja dan NKRI

Gus Ipul : Banser, Benteng Aswaja dan NKRI

Bangkalan-KoPi| Keberadaan barisan Barisan Ansor Serbaguna/Banser merupakan garda terdepan serta benteng Ahlusunnah wal jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah sekaligus NKRI. Hal ini penting karena tantangan yang semakin nyata mengancam keutuhan NKRI.

“Banser adalah garda terdepan ahlussunnah an-Nahdliyah dan NKRI, sebab kita ingin Indonesia terus jaya dan menjadi pemenang dalam persaingan global,” demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf pada acara Harlah Gerakan Pemuda/GP Ansor ke-83 di Pondok Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin, Bangkalan, Jumat (29/09).

Gus Ipul-sapaan akrab Wagub Jatim menyampaikan, Banser harus tetap bergerak dinamis untuk mengamankan Aswaja. Dinamisasi Banser, akan meneguhkan cintanya pada para ulama, sehingga bisa dikatakan Banser sebagai Pagar penguat NU. Selain itu, Banser tidak hanya berfungsi untuk keluarga besar NU saja tapi untuk kemaslahatan umat dan ketahanan Negara.

Ditambahkan, Gus Ipul mengaku bahwa dirinya pernah menjabat Ketua Umum GP Ansor selama 11 tahun. Karenanya dirinya mengetahui secara detail perjuangan para sahabat-sahabat GP Ansor. “Saya tahu betul kondisi GP Ansor di seluruh Indonesia mulai dari Miangas sampai Rote. Dan masuk pondok ini saya sangat bahagia atas ketertiban pasukan Banser yang ada,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut Gus Ipul memberikan apresiasi atas kedisiplinan yang telah diterapkan oleh Banser. Menurutnya, disiplin menjadi penting karena bangsa yang maju adalah yang menerapkan kedisiplinan. Harapannya perilaku disiplin juga bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. “Selain di kehidupan sehari-hari kita juga harus disiplin atas kewajiban kita kepada Alloh SWT,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul berpesan agar semua santri selain cinta Alloh dalam waktu yang sama juga memiliki rasa cinta tanah air. Ini penting, karena meskipun beragama tapi jika tidak memiliki negara maka akan sulit untuk beribadah. Dicontohkan, suku Rohingnya di Myanmar saat ini tidak diakui bahkan diusir oleh negaranya. “Apapun kekurangan negara kita namun harus tetap dpertahankan sampai mati. Oleh sebab itu rasa cinta tanah air mesti kita pupuk dan tumbuhkan,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dimeriahkan oleh drumband Ansor yang pesertanya merupakan santri Pondok Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin. Usai menyaksikan pertunjukan drumband itu, Gus Ipul sempat memberikan pujian bahwa drumband tersebut merupakan terbaik yang dimiliki GP. Ansor. “Ini merupakan drumband terbaik yang dimiliki GP Ansor, Hal ini menunjukkan pendiri ponpes memberikan perhatian yang luar biasa,” pungkasnya. (Humasprovjatim:dwi)

back to top