Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Gus Ipul : Banser, Benteng Aswaja dan NKRI

Gus Ipul : Banser, Benteng Aswaja dan NKRI

Bangkalan-KoPi| Keberadaan barisan Barisan Ansor Serbaguna/Banser merupakan garda terdepan serta benteng Ahlusunnah wal jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah sekaligus NKRI. Hal ini penting karena tantangan yang semakin nyata mengancam keutuhan NKRI.

“Banser adalah garda terdepan ahlussunnah an-Nahdliyah dan NKRI, sebab kita ingin Indonesia terus jaya dan menjadi pemenang dalam persaingan global,” demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf pada acara Harlah Gerakan Pemuda/GP Ansor ke-83 di Pondok Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin, Bangkalan, Jumat (29/09).

Gus Ipul-sapaan akrab Wagub Jatim menyampaikan, Banser harus tetap bergerak dinamis untuk mengamankan Aswaja. Dinamisasi Banser, akan meneguhkan cintanya pada para ulama, sehingga bisa dikatakan Banser sebagai Pagar penguat NU. Selain itu, Banser tidak hanya berfungsi untuk keluarga besar NU saja tapi untuk kemaslahatan umat dan ketahanan Negara.

Ditambahkan, Gus Ipul mengaku bahwa dirinya pernah menjabat Ketua Umum GP Ansor selama 11 tahun. Karenanya dirinya mengetahui secara detail perjuangan para sahabat-sahabat GP Ansor. “Saya tahu betul kondisi GP Ansor di seluruh Indonesia mulai dari Miangas sampai Rote. Dan masuk pondok ini saya sangat bahagia atas ketertiban pasukan Banser yang ada,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut Gus Ipul memberikan apresiasi atas kedisiplinan yang telah diterapkan oleh Banser. Menurutnya, disiplin menjadi penting karena bangsa yang maju adalah yang menerapkan kedisiplinan. Harapannya perilaku disiplin juga bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. “Selain di kehidupan sehari-hari kita juga harus disiplin atas kewajiban kita kepada Alloh SWT,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul berpesan agar semua santri selain cinta Alloh dalam waktu yang sama juga memiliki rasa cinta tanah air. Ini penting, karena meskipun beragama tapi jika tidak memiliki negara maka akan sulit untuk beribadah. Dicontohkan, suku Rohingnya di Myanmar saat ini tidak diakui bahkan diusir oleh negaranya. “Apapun kekurangan negara kita namun harus tetap dpertahankan sampai mati. Oleh sebab itu rasa cinta tanah air mesti kita pupuk dan tumbuhkan,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dimeriahkan oleh drumband Ansor yang pesertanya merupakan santri Pondok Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin. Usai menyaksikan pertunjukan drumband itu, Gus Ipul sempat memberikan pujian bahwa drumband tersebut merupakan terbaik yang dimiliki GP. Ansor. “Ini merupakan drumband terbaik yang dimiliki GP Ansor, Hal ini menunjukkan pendiri ponpes memberikan perhatian yang luar biasa,” pungkasnya. (Humasprovjatim:dwi)

back to top