Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Gus Ipul : Banser, Benteng Aswaja dan NKRI

Gus Ipul : Banser, Benteng Aswaja dan NKRI

Bangkalan-KoPi| Keberadaan barisan Barisan Ansor Serbaguna/Banser merupakan garda terdepan serta benteng Ahlusunnah wal jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah sekaligus NKRI. Hal ini penting karena tantangan yang semakin nyata mengancam keutuhan NKRI.

“Banser adalah garda terdepan ahlussunnah an-Nahdliyah dan NKRI, sebab kita ingin Indonesia terus jaya dan menjadi pemenang dalam persaingan global,” demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf pada acara Harlah Gerakan Pemuda/GP Ansor ke-83 di Pondok Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin, Bangkalan, Jumat (29/09).

Gus Ipul-sapaan akrab Wagub Jatim menyampaikan, Banser harus tetap bergerak dinamis untuk mengamankan Aswaja. Dinamisasi Banser, akan meneguhkan cintanya pada para ulama, sehingga bisa dikatakan Banser sebagai Pagar penguat NU. Selain itu, Banser tidak hanya berfungsi untuk keluarga besar NU saja tapi untuk kemaslahatan umat dan ketahanan Negara.

Ditambahkan, Gus Ipul mengaku bahwa dirinya pernah menjabat Ketua Umum GP Ansor selama 11 tahun. Karenanya dirinya mengetahui secara detail perjuangan para sahabat-sahabat GP Ansor. “Saya tahu betul kondisi GP Ansor di seluruh Indonesia mulai dari Miangas sampai Rote. Dan masuk pondok ini saya sangat bahagia atas ketertiban pasukan Banser yang ada,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut Gus Ipul memberikan apresiasi atas kedisiplinan yang telah diterapkan oleh Banser. Menurutnya, disiplin menjadi penting karena bangsa yang maju adalah yang menerapkan kedisiplinan. Harapannya perilaku disiplin juga bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. “Selain di kehidupan sehari-hari kita juga harus disiplin atas kewajiban kita kepada Alloh SWT,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul berpesan agar semua santri selain cinta Alloh dalam waktu yang sama juga memiliki rasa cinta tanah air. Ini penting, karena meskipun beragama tapi jika tidak memiliki negara maka akan sulit untuk beribadah. Dicontohkan, suku Rohingnya di Myanmar saat ini tidak diakui bahkan diusir oleh negaranya. “Apapun kekurangan negara kita namun harus tetap dpertahankan sampai mati. Oleh sebab itu rasa cinta tanah air mesti kita pupuk dan tumbuhkan,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dimeriahkan oleh drumband Ansor yang pesertanya merupakan santri Pondok Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin. Usai menyaksikan pertunjukan drumband itu, Gus Ipul sempat memberikan pujian bahwa drumband tersebut merupakan terbaik yang dimiliki GP. Ansor. “Ini merupakan drumband terbaik yang dimiliki GP Ansor, Hal ini menunjukkan pendiri ponpes memberikan perhatian yang luar biasa,” pungkasnya. (Humasprovjatim:dwi)

back to top