Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI
Madiun-KoPi| Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf mengajak Perguruan Ilmu Sejati untuk ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di era globalisasi.
 
Pasalnya, era tersebut berpotensi memecahbelah persatuan bangsa melalui kemajuan Teknologi Informasi (TI). 
 
“Kemajuan TI membuat kita mudah menerima informasi, tapi dampaknya sangat berbahaya jika kita tidak bisa memilah dan memilih informasi yang benar” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Wayangan dalam rangka HUT ke-92 Perguruan Ilmu Sejati, di Sukorejo, Saradan, Caruban, Kab. Madiun, Kamis (12/10) malam.
 
Salah satu yang patut diwaspadai, lanjut Gus Ipul, adalah berita palsu alias hoax, apalagi jika mengandung unsur SARA.
 
Guna mencegahnya, Perguruan Ilmu Sejati diharapkan terus memelihara gotong royong dengan sesama anggota perguruan serta dengan seluruh lapisan masyarakat.
 
“Bangsa ini bisa kuat karena gotong royong, dan gotong royong adalah modal kuat untuk mengarungi globalisasi” katanya.
 
Ditambahkan, menjaga NKRI sejalan dengan ajaran perguruan yang mengajak seluruh anggotanya untuk makin cinta Indonesia serta ingin negara ini makin kuat, bukan sebaliknya.
 
“Karena itu, mari kita jaga sama-sama NKRI. Saya bangga Ilmu Sejati ikut terlibat aktif dalam menjaga NKRI” pujinya.
Apresiasi Ilmu Sejati
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga memberi apresiasi kepada Perguruan Ilmu Sejati yang mengajarkan ilmu kebatinan. Pasalnya, kunci kebahagiaan sejati manusia berada dalam batinnya. Jika batin manusia baik, maka kelakuan dan pribadinya akan baik, begitu pula sebaliknya.
 
“Contohnya jika tidak punya uang, jika batinnya bilang susah ya jadinya benar-benar susah. Tapi jika batinnya tetap bersyukur, maka semua akan baik-baik saja. Itulah kekuatan batin. Disini diajarkan agar kita sekuat tenaga membersihkan hati dan pasrah kepada Tuhan yang Maha Kuasa” pujinya.
 
Sementara itu, Pimpinan Perguruan Ilmu Sejati, Romo Raden Kresno Dwi Poyono Prawiro Soedarso mengatakan, memasuki usia 92 tahun, perguruan ini telah memiliki jutaan anggota dan tersebar di seluruh Indonesia.
 
Menurutnya, peringatan hari ulang tahun adalah momentum yang tepat bagi seluruh anggota perguruan untuk dapat mengambil hikmah.
 
Yaitu dengan membuka hati initisari ilmu sejati yang merupakan hasil karya dari para guru dimana ada seni tauladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik teladan dalam menjalin hubungan dengan Tuhan YME maupun dengan sesame manusia. 
 
Romo Raden Kresno menambahkan, sejak awal perguruan ini didirikan hingga sekarang, Ilmu sejati tidak pernah keluar dari pakemnya yakni tidak membatasi golongan dan kepercayaan setiap anggotanya sebab ilmu sejati bukanlah agama dan tidak akan mengajarkan agama.
           
Kedua, ilmu sejati tidak pernah memaksa masyarakat untuk jadi anggota, serta Ilmu sejati tidak akan terlibat politik praktis karena bukan organisasi.
 
Ketiga perguruan ini akan selalu mendukung pemerintah daerah dalam memajukan wilayahnya.
 
Sesuai dengan ideologi Indonesia, Ilmu sejati menerapkan pola gotong royong dalam setiap kegiatan termasuk dalam menggelar peringatan hari jadinya.
 
“Mereka rela datang menghadiri acara ini dengan biaya sendiri, termasuk mengumpulkan sumbangan untuk seluruh biaya acara. (humasjatim:adit)
 
 
back to top