Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI
Madiun-KoPi| Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf mengajak Perguruan Ilmu Sejati untuk ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di era globalisasi.
 
Pasalnya, era tersebut berpotensi memecahbelah persatuan bangsa melalui kemajuan Teknologi Informasi (TI). 
 
“Kemajuan TI membuat kita mudah menerima informasi, tapi dampaknya sangat berbahaya jika kita tidak bisa memilah dan memilih informasi yang benar” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Wayangan dalam rangka HUT ke-92 Perguruan Ilmu Sejati, di Sukorejo, Saradan, Caruban, Kab. Madiun, Kamis (12/10) malam.
 
Salah satu yang patut diwaspadai, lanjut Gus Ipul, adalah berita palsu alias hoax, apalagi jika mengandung unsur SARA.
 
Guna mencegahnya, Perguruan Ilmu Sejati diharapkan terus memelihara gotong royong dengan sesama anggota perguruan serta dengan seluruh lapisan masyarakat.
 
“Bangsa ini bisa kuat karena gotong royong, dan gotong royong adalah modal kuat untuk mengarungi globalisasi” katanya.
 
Ditambahkan, menjaga NKRI sejalan dengan ajaran perguruan yang mengajak seluruh anggotanya untuk makin cinta Indonesia serta ingin negara ini makin kuat, bukan sebaliknya.
 
“Karena itu, mari kita jaga sama-sama NKRI. Saya bangga Ilmu Sejati ikut terlibat aktif dalam menjaga NKRI” pujinya.
Apresiasi Ilmu Sejati
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga memberi apresiasi kepada Perguruan Ilmu Sejati yang mengajarkan ilmu kebatinan. Pasalnya, kunci kebahagiaan sejati manusia berada dalam batinnya. Jika batin manusia baik, maka kelakuan dan pribadinya akan baik, begitu pula sebaliknya.
 
“Contohnya jika tidak punya uang, jika batinnya bilang susah ya jadinya benar-benar susah. Tapi jika batinnya tetap bersyukur, maka semua akan baik-baik saja. Itulah kekuatan batin. Disini diajarkan agar kita sekuat tenaga membersihkan hati dan pasrah kepada Tuhan yang Maha Kuasa” pujinya.
 
Sementara itu, Pimpinan Perguruan Ilmu Sejati, Romo Raden Kresno Dwi Poyono Prawiro Soedarso mengatakan, memasuki usia 92 tahun, perguruan ini telah memiliki jutaan anggota dan tersebar di seluruh Indonesia.
 
Menurutnya, peringatan hari ulang tahun adalah momentum yang tepat bagi seluruh anggota perguruan untuk dapat mengambil hikmah.
 
Yaitu dengan membuka hati initisari ilmu sejati yang merupakan hasil karya dari para guru dimana ada seni tauladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik teladan dalam menjalin hubungan dengan Tuhan YME maupun dengan sesame manusia. 
 
Romo Raden Kresno menambahkan, sejak awal perguruan ini didirikan hingga sekarang, Ilmu sejati tidak pernah keluar dari pakemnya yakni tidak membatasi golongan dan kepercayaan setiap anggotanya sebab ilmu sejati bukanlah agama dan tidak akan mengajarkan agama.
           
Kedua, ilmu sejati tidak pernah memaksa masyarakat untuk jadi anggota, serta Ilmu sejati tidak akan terlibat politik praktis karena bukan organisasi.
 
Ketiga perguruan ini akan selalu mendukung pemerintah daerah dalam memajukan wilayahnya.
 
Sesuai dengan ideologi Indonesia, Ilmu sejati menerapkan pola gotong royong dalam setiap kegiatan termasuk dalam menggelar peringatan hari jadinya.
 
“Mereka rela datang menghadiri acara ini dengan biaya sendiri, termasuk mengumpulkan sumbangan untuk seluruh biaya acara. (humasjatim:adit)
 
 
back to top