Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Gubernur DIY meminta wali kota buat SK Kebencanaan di Kota Yogyakarta

Gubernur DIY meminta wali kota buat SK Kebencanaan di Kota Yogyakarta

Jogja-KoPi| Gubernur Yogyakarta ,Sri Sultan Hamengkubuwono ke X meminta Wali Kota Yogyakarta membuat Surat Keputusan (SK) penetapan siaga bencana pada Badai Cempaka. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat kunjungan dilokasi bencana longsor dusun Juminahan kecamatan Danurejan, Kamis (30/11).

Sri Sultan meminta kepada Walikota,Haryadi Suyuti untuk mengeluarkan SK secepatnya. Pasalnya batas penetapan siaga bencana I yang dikeluarkan Gubernur kemarin Rabu (29/11) hanya berlangsung selama kurang lebih 3 hari hingga jumat esok hari (1/12)

"Saya mohon kepada walikota ,penetapan siaga bencana ini menjadi landasan pengeluaran SK walau waktunya tinggal sebentar lagi,"ujarnya.

Pengeluaran SK pun dianggap penting untuk mengeluarkan dana darurat kebencanaan untuk membantu perbaikan infrastruktur oleh warga terdampak. Sultan juga mengatakan persiapaan dan perbaikan rumah warga ini juga harus segera dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian di kemudian hari. Pasalnya, Sultan menyampaikan musim penghujan tidak hanya berhenti pada tiga hari ini namun puncaknya pada Januari Tahun 2018

"Kepada masyarakat, puncak hujan ini hingga Januari sampai tahun depan, sehingga perlu ada perbaikan infrastruktur terutama dalam pengurusan rumah pengungsi menjadi lebih baik,"tambahnya.

Sang walikota ,Haryadi Suyuti pun mengatakan prioritas saat ini adalah penanganan rumah. Sementara dana yang ada di Pemerintah kota saat ini adalah 2 milyar. Ia pun berencana menggunakan dana sementara ini untuk membantu warga terdampak dan perbaikan infrastruktur di Kota Yogyakarta.

"Prioritas itu penanganan rumah yang rusak. Sementara untuk mengeluarkan dana tak terduga itu membutuhkan status kebencanaan. Kebencanaan pun mengacu status yang ada diwilayah DIY," tandasnya.|Syidiq syaiful Ardli

back to top