Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Gubernur DIY meminta wali kota buat SK Kebencanaan di Kota Yogyakarta

Gubernur DIY meminta wali kota buat SK Kebencanaan di Kota Yogyakarta

Jogja-KoPi| Gubernur Yogyakarta ,Sri Sultan Hamengkubuwono ke X meminta Wali Kota Yogyakarta membuat Surat Keputusan (SK) penetapan siaga bencana pada Badai Cempaka. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat kunjungan dilokasi bencana longsor dusun Juminahan kecamatan Danurejan, Kamis (30/11).

Sri Sultan meminta kepada Walikota,Haryadi Suyuti untuk mengeluarkan SK secepatnya. Pasalnya batas penetapan siaga bencana I yang dikeluarkan Gubernur kemarin Rabu (29/11) hanya berlangsung selama kurang lebih 3 hari hingga jumat esok hari (1/12)

"Saya mohon kepada walikota ,penetapan siaga bencana ini menjadi landasan pengeluaran SK walau waktunya tinggal sebentar lagi,"ujarnya.

Pengeluaran SK pun dianggap penting untuk mengeluarkan dana darurat kebencanaan untuk membantu perbaikan infrastruktur oleh warga terdampak. Sultan juga mengatakan persiapaan dan perbaikan rumah warga ini juga harus segera dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian di kemudian hari. Pasalnya, Sultan menyampaikan musim penghujan tidak hanya berhenti pada tiga hari ini namun puncaknya pada Januari Tahun 2018

"Kepada masyarakat, puncak hujan ini hingga Januari sampai tahun depan, sehingga perlu ada perbaikan infrastruktur terutama dalam pengurusan rumah pengungsi menjadi lebih baik,"tambahnya.

Sang walikota ,Haryadi Suyuti pun mengatakan prioritas saat ini adalah penanganan rumah. Sementara dana yang ada di Pemerintah kota saat ini adalah 2 milyar. Ia pun berencana menggunakan dana sementara ini untuk membantu warga terdampak dan perbaikan infrastruktur di Kota Yogyakarta.

"Prioritas itu penanganan rumah yang rusak. Sementara untuk mengeluarkan dana tak terduga itu membutuhkan status kebencanaan. Kebencanaan pun mengacu status yang ada diwilayah DIY," tandasnya.|Syidiq syaiful Ardli

back to top