Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Gubenur DIY tetap tidak setuju jalan tol, tapi...

Gubenur DIY tetap tidak setuju jalan tol, tapi...
Jogja-KoPi|Terkait dengan wacana pembangunan jalan tol Yogyakarta oleh Kementrian PUPR, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, menegaskan Yogya hanya boleh dibangun jalan bebas hambatan, bukan jalan Tol. 
 
Sultan menyampaikan alasan penolakannya adalah Jalan tol bersifat tertutup dan berpotensi mematikan pedagang pinggir jalan di Yogyakarta. Namun demikian,Ia mengimbuhkan jika kementiran membangun jalan bebas hambatan maka jalan tersebut tentunya dapat memberikan kesempatan pedagang untuk tetap berjualan di jalan Yogyakarta.
 
"Kalau tol itukan bersifat tertutup dan orang tidak bisa jualan kecuali ditempat yang ditentukan,beda hal jika dibangun jalan bebas hambatan,mereka(pedagang) masih diperbolehkan jualan, "ujarnya saat dimintai tanggapan lanjutan oleh wartawan setelah membuka Workshop KPK di Hotel inna Garuda,Selasa ,(18/7)
 
Sultan pun menuturkan dirinya tidak melarang dan menolak pembangunan yang dicanangkan kementrian PUPR selama tidak menutup jalan dan usaha pedagang DIY. Ia pun mencontohkan jalan Jalan jalur lintas selatan (JJLS) merupakan contoh jalan yang dapat dibangun dengan konsep bebas hambatan.
 
"Kalo perkara tol jogja solo dibuat diatas jalan dengan jalan seperti  jembatan,ya monggo dibangun karena tidak ada yang jualan. Namun sebaiknya dibangun jalan bebas hambatan saja seperti JJLS  itu kan 4 jalur bukan tol karena tidak ada tiket masuk,"imbuhnya.
 
Pembangunan JJLS sendiri saat ini sedang digiatkan oleh Pemda DIY dalam merespon pembangunan bandara baru di Yogyakarta. JJLS akan dibuat memanfaatkan jalan Daendels di Kulonprogo yang mengarah lurus langsung menghubungkan Kab. Bantul dan Kab Kulonprogo.
 
Sementara itu Bupati Kulonprogo,Hasto Wardoyo mengatakan wacana jalan tol ini tentunya akan berdampak besar diwilayahnya khususnya di kota Wates. Ia menjelaskan dibangunnya jalan tol maka jalan ini akan menutup jalan dan jalur komunikasi yang ada di Kota Wates. 
 
"Resiko tertentu bisa terdampak di daerah Wates,jalan tol ini nantinya dapat membelah masyarakatnya, kota kecil seperti Wates dapat terbelah dari sisi komunikasinya. Mereka harus memutari lereng untuk mendapatkan akses keluar kota Wates,"kata Hasto.
 
Sama seperti Sri Sultan,ia pun berharap kepada Kementrian PUPR untuk memanfaatkan JJLS dibandingkan pembangunan jalan tol yang nantinya memotong dan berpotensi mengisolasi wilayahnya.|Syidiq  Syaiful Ardli
back to top