Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Gubenur DIY tetap tidak setuju jalan tol, tapi...

Gubenur DIY tetap tidak setuju jalan tol, tapi...
Jogja-KoPi|Terkait dengan wacana pembangunan jalan tol Yogyakarta oleh Kementrian PUPR, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, menegaskan Yogya hanya boleh dibangun jalan bebas hambatan, bukan jalan Tol. 
 
Sultan menyampaikan alasan penolakannya adalah Jalan tol bersifat tertutup dan berpotensi mematikan pedagang pinggir jalan di Yogyakarta. Namun demikian,Ia mengimbuhkan jika kementiran membangun jalan bebas hambatan maka jalan tersebut tentunya dapat memberikan kesempatan pedagang untuk tetap berjualan di jalan Yogyakarta.
 
"Kalau tol itukan bersifat tertutup dan orang tidak bisa jualan kecuali ditempat yang ditentukan,beda hal jika dibangun jalan bebas hambatan,mereka(pedagang) masih diperbolehkan jualan, "ujarnya saat dimintai tanggapan lanjutan oleh wartawan setelah membuka Workshop KPK di Hotel inna Garuda,Selasa ,(18/7)
 
Sultan pun menuturkan dirinya tidak melarang dan menolak pembangunan yang dicanangkan kementrian PUPR selama tidak menutup jalan dan usaha pedagang DIY. Ia pun mencontohkan jalan Jalan jalur lintas selatan (JJLS) merupakan contoh jalan yang dapat dibangun dengan konsep bebas hambatan.
 
"Kalo perkara tol jogja solo dibuat diatas jalan dengan jalan seperti  jembatan,ya monggo dibangun karena tidak ada yang jualan. Namun sebaiknya dibangun jalan bebas hambatan saja seperti JJLS  itu kan 4 jalur bukan tol karena tidak ada tiket masuk,"imbuhnya.
 
Pembangunan JJLS sendiri saat ini sedang digiatkan oleh Pemda DIY dalam merespon pembangunan bandara baru di Yogyakarta. JJLS akan dibuat memanfaatkan jalan Daendels di Kulonprogo yang mengarah lurus langsung menghubungkan Kab. Bantul dan Kab Kulonprogo.
 
Sementara itu Bupati Kulonprogo,Hasto Wardoyo mengatakan wacana jalan tol ini tentunya akan berdampak besar diwilayahnya khususnya di kota Wates. Ia menjelaskan dibangunnya jalan tol maka jalan ini akan menutup jalan dan jalur komunikasi yang ada di Kota Wates. 
 
"Resiko tertentu bisa terdampak di daerah Wates,jalan tol ini nantinya dapat membelah masyarakatnya, kota kecil seperti Wates dapat terbelah dari sisi komunikasinya. Mereka harus memutari lereng untuk mendapatkan akses keluar kota Wates,"kata Hasto.
 
Sama seperti Sri Sultan,ia pun berharap kepada Kementrian PUPR untuk memanfaatkan JJLS dibandingkan pembangunan jalan tol yang nantinya memotong dan berpotensi mengisolasi wilayahnya.|Syidiq  Syaiful Ardli
back to top