Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gubenur DIY tetap tidak setuju jalan tol, tapi...

Gubenur DIY tetap tidak setuju jalan tol, tapi...
Jogja-KoPi|Terkait dengan wacana pembangunan jalan tol Yogyakarta oleh Kementrian PUPR, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, menegaskan Yogya hanya boleh dibangun jalan bebas hambatan, bukan jalan Tol. 
 
Sultan menyampaikan alasan penolakannya adalah Jalan tol bersifat tertutup dan berpotensi mematikan pedagang pinggir jalan di Yogyakarta. Namun demikian,Ia mengimbuhkan jika kementiran membangun jalan bebas hambatan maka jalan tersebut tentunya dapat memberikan kesempatan pedagang untuk tetap berjualan di jalan Yogyakarta.
 
"Kalau tol itukan bersifat tertutup dan orang tidak bisa jualan kecuali ditempat yang ditentukan,beda hal jika dibangun jalan bebas hambatan,mereka(pedagang) masih diperbolehkan jualan, "ujarnya saat dimintai tanggapan lanjutan oleh wartawan setelah membuka Workshop KPK di Hotel inna Garuda,Selasa ,(18/7)
 
Sultan pun menuturkan dirinya tidak melarang dan menolak pembangunan yang dicanangkan kementrian PUPR selama tidak menutup jalan dan usaha pedagang DIY. Ia pun mencontohkan jalan Jalan jalur lintas selatan (JJLS) merupakan contoh jalan yang dapat dibangun dengan konsep bebas hambatan.
 
"Kalo perkara tol jogja solo dibuat diatas jalan dengan jalan seperti  jembatan,ya monggo dibangun karena tidak ada yang jualan. Namun sebaiknya dibangun jalan bebas hambatan saja seperti JJLS  itu kan 4 jalur bukan tol karena tidak ada tiket masuk,"imbuhnya.
 
Pembangunan JJLS sendiri saat ini sedang digiatkan oleh Pemda DIY dalam merespon pembangunan bandara baru di Yogyakarta. JJLS akan dibuat memanfaatkan jalan Daendels di Kulonprogo yang mengarah lurus langsung menghubungkan Kab. Bantul dan Kab Kulonprogo.
 
Sementara itu Bupati Kulonprogo,Hasto Wardoyo mengatakan wacana jalan tol ini tentunya akan berdampak besar diwilayahnya khususnya di kota Wates. Ia menjelaskan dibangunnya jalan tol maka jalan ini akan menutup jalan dan jalur komunikasi yang ada di Kota Wates. 
 
"Resiko tertentu bisa terdampak di daerah Wates,jalan tol ini nantinya dapat membelah masyarakatnya, kota kecil seperti Wates dapat terbelah dari sisi komunikasinya. Mereka harus memutari lereng untuk mendapatkan akses keluar kota Wates,"kata Hasto.
 
Sama seperti Sri Sultan,ia pun berharap kepada Kementrian PUPR untuk memanfaatkan JJLS dibandingkan pembangunan jalan tol yang nantinya memotong dan berpotensi mengisolasi wilayahnya.|Syidiq  Syaiful Ardli
back to top