Logo
Print this page

Gubenur Akmil tutup latihan Pramuka Yudha

Gubenur Akmil tutup latihan Pramuka Yudha

Akmil-KoPi| Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Hartomo secara resmi menutup Latihan Pramuka Yudha Taruna Akmil Tingkat II, di Pantai Celong Buntusari, Weleri, Batang (sabtu 30/4). Latihan yang diikuti 229 orang Taruna/Taruni dilaksanakan selama dua belas hari yang dimulai dari tanggal 19 sampai dengan 30 April 2016.

Upacara penutupan latihan Pramuka Yudha ini ditandai dengan pemasangan Brevet Pramuka Yudha oleh Gubernur Akmil secara simbolik kepada perwakilan 1 orang Taruna terbaik, dilanjutkan dengan pemasangan Brevet Pramuka Yudha kepada para Taruna lainnya oleh para tamu undangan.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Akmil, Para Pejabat Distribusi Akmil, para Pejabat Muspika Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang, Ketua Persit Katika Cabang BS Akmil beserta pengurus serta di sekitarnya.

Dalam sambutannya Gubernur Akmil Mayjen TNI Hartomo, berharap agar para Taruna/Taruni dapat memetik manfaat semaksimal mungkin dari latihan Pramuka Yudha, serta menjadikannya sebagai salah satu proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan sebagai calon-calon Perwira yang profesional dan handal dalam bidangnya.

Sejalan dengan itu, para Taruna/Taruni agar terus berupaya mengembangkan diri dengan senantiasa belajar dan berlatih, serta berusaha meningkatkan kualitas kepemimpinan yang berkarakter dan sikap mental yang kuat serta berpengetahuan luas, baik pada masa menjadi Taruna/Taruni maupun kelak sudah bertugas di satuan-satuan di seluruh wilayah tanah air.

Rasa haru dan keceriaan tampak pada wajah para Taruna seusai disematkannya Brevet Pramuka Yudha. Para Taruna/Taruni selanjutnya berhak menggunakan Brevet Pramuka Yudha yang merupakan hasil implementasi olah yudha dari seorang Taruna/Taruni, simbol kebanggaan sebab untuk mendapatkannya bukan hal yang mudah.

Berbagai materi taktik dan tehnik pertempuran yang dihadapkan pada berbagai kesulitan dan tantangan alam, serta medan yang bervariasi kesiapan mental dan fisik sangat diperlukan.

Dalam latihan yang dilaksanakan selama kurang lebih 12 (sepuluh) hari, setiap Taruna memperoleh materi tehnik dasar bertempur, ilmu medan, tehnik bertempur (hutan gunung) dengan materi serangan, pertahanan, patroli keamanan, patroli penghadangan, patroli pengintaian, patroli penyergapan dansurvival, long march, renang ponco, patroli penyergapan di pantai. Penggodokan tersebut agar kelak mereka menjadi seorang prajurit yang tangguh, terampil dan pantang menyerah.

Related items

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.