Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Gerakan Indonesia Beradab mengurai Aksi Damai 212 dalam seminar di UGM

Gerakan Indonesia Beradab mengurai Aksi Damai 212 dalam seminar di UGM

Jogja-KoPi| Gerakan Indonesia Beradab (GIB) mengadakan seminar nasional bertema “Aksi Damai 212 Tinjauan Sosiologi, Psikologi, dan Urban Design” bertempat di Universitas Club UGM, Sabtu (14/1).

Seminar Nasional Aksi Damai 212 bertujuan agar masyarakat lebih memahami fenomena Aksi Damai 212 menggunakan pendekatan ilmiah serta memberikan tinjauan lain dalam aksi yang digelar tahun lalu di Jakarta.

“Tujuannya kita ingin mencerahkan masyarakat untuk memahami fenomena itu (aksi damai) dengan kacamata ilmiah, jadi tidak dari kacamata politik atau lainnya, supaya kita tidak hanya terjebak pada konfliknya saja,” jelas Dr. Bagus Riyono, MA Ketua Presidium GIB.

Seminar ini memaparkan secara jelas terkait Aksi Damai 212 dari sudut padang sosiologi, psikologi, dan urban design. Selain alasan-alasan serta faktor-faktor keberhasilan Aksi Damai 212 yang diikuti oleh 7 juta umat Islam di Indonesia.

Dengan adanya seminar nasional ini, Bagus Riyono berharap agar masyarakat bisa lebih kritis, cerdas, baik dalam bersikap, dan lebih paham mengenai masalah di sekitar mereka serta berperilaku beradab.

“Seminar Nasional Aksi Damai 212 ini merupakan salah satu upaya dalam menggerakkan masyarakat Indonesia agar lebih sadar sebagai bangsa yang mulia, dan melihat peradaban yang tinggi itu seperti apa, kita kan selama ini hanya mengetahui hidup ya begitu saja, ya naik turun naik turun, masyarakat diharapkan lebih kritis, lebih cerdas lagi dengan semua isu yang terkait dengan kualitas hidup,” pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|Frenda Yentin|

back to top