Menu
FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Prev Next

Gelar Budaya Kearifan Lokal di Sumberan Sleman

Gelar Budaya Kearifan Lokal di Sumberan Sleman

Jogja-KoPi| Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kembali Gelar Budaya Kearifan Lokal tahunan dengan tema Gelar Pesona Budaya Sumberan. Sesuai dengan Tema, Gelaran ini bertempat di Dusun Sumberan, Candibinangun Kecamatan Pakem Sleman pada tanggal 11-12 Maret.

Erlina Hidayati Kasi Sastra dan Bahasa Dinas Kebudayaan, menjelaskan latar belakang dari pemilihan Dusun Sumberan karena Sumberan memiliki 7 sumber mata air abadi yang khas. Ketujuh sumber mata air ini memiliki nama, Djoprawiro,Nyoto Purio,Kromo Kirono, Purwo Suwito, Modjo Suwito, Karyo Sentono dan Diporedjo.

Menurut Erlina, ketujuh sumber mata air ini memiliki keunikan tersendiri dan tidak pernah kering sejak dulu. Sejak zaman Perang Diponegoro mata air ini sudah ada.

"Di Sumberan inilah 7 mata air ini lestari,meski waktu itu saat musim kemarau atau bahkan saat Erupsi Merapi, 7 mata air ini tidak berhenti mengucur," katanya dalam jumpa pers di Pendopo Dinas Kebudayaan,Kamis (9/3)

Selain itu menurut Erlina warga Sumberan juga memiliki daya tarik tersendiri. Selain mayoritas petani, masyarakat Sumberan masih menjujung tinggi nilai adat dan berkesenian. Masyarakat Sumberan masih berkesenian seperti kerawitan, ketoprak, dan tari.

Erlina juga menjelaskan alasan Desa Sumberan sebagai tempat gelaran tahun ini karena mata air Sumberan memiliki kaitan dengan sejarah Pangeran Diponegoro.

"Nama Kirab Bregodo ini juga diambil dari sejarah dari mata air dan berkaitan dengan cerita salah satu perajurit Pangeran Diponegoro yang melarikan diri dan menemukan mata air tersebut," katanya.
Berkaitan dengan waktu pagelaranm Erlina menjelaskan karena 22 Maret merupakan Hari Air sedunia dan tema setiap tahun adalah air.

"Tahun lalu kita adakan di Banjar Royo karena memiliki kaitan dengan Sri Sultan, Hamengkubuwono ke IX, setiap tahunnya temanya adalah air. Di sini Air berkaitan dengan jiwa berkesenian,dan dinas memfasilitasi kesenian tersebut ,"jelasnya.

Dalam gelaran Kearifan Lokal ini, acara dimulai pada malam tanggal 11 Maret dengan Kenduri dan upacara pengambilan air dari 7 mata air. Acara dilanjutkan esok harinya dengan pembukaan acara, kerawitan dan panembromo Ibu ibu,tari tarian dari masyarakat Sumberan, ketoprak, kirab Bregodo dan gunungan, rayahan gunungan dan ditutup dengan jathilan. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top