Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Festival kucing domestik, kampanye kesejahteraan kucing

Festival kucing domestik, kampanye kesejahteraan kucing

Jogjakarta-KoPi| Menyambut ulang tahun Kota Jogjakarta yang ke-259 UPT Poliklinik hewan mengadakan Festival Kucing dan kelinci Domestik. Festival akan berlangsung pada Ahad, 4 Oktober 2015 bertempat di Pasar Ikan Higienis Jl. Tegalturi, Giwangan.

Kepala UPT Poliklinik Hewan, drh. Sri Pangarti menjelaskan festival meliputi rangkaian acara kontes kucing, pengobatan cacing dan konsultasi gratis serta pameran bazar komunitas.

Festival ini khusus ditujukan pada kucing lokal. Dengan kategori lomba kucing jowo sehat, kucing jowo manis, kucing jowo campuran riwug manis dan manis, dan kucing jowo campuran cepak manis dan sehat.

Selain itu, drh. Sri mengungkapkan kontes kucing bertujuan mengkampanyekan kucing lokal kepada masyarakat. Selama ini masyarakat merasa khawatir dengan kucing lokal, yang dinilai kotor dan berpenyakit. Padahal dibandingkan kucing ras, kucing lokal lebih bermanfaat.

"Kucing lokal berguna menjaga rantai ekosistem dengan memakan tikus," tutur drh. Sri.

Hal senada juga diungkap oleh Wakil Ketua UPT. Klinik Hewan drh. Haris Darmawan miris dengan banyaknya kucing lokal yang mati ditembak masyarakat.

" Festival ini sekaligus menjadi kampanye kepada masyatakat, peduli kesejahteraan hewan agar tidak membunuh hewan sesukanya," jelas drh. Haris.

Festival kucing dan kelinci domestik ini memperebutkan piala Ibu Walikota. Total hadiah Rp 11 juta. Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 25 ribu. Tempat pendaftaran UPT. Poliklinik Hewan. |Winda Efanur FS|

back to top