Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Fatma Saifullah Yusuf melawan katarak

Fatma Saifullah Yusuf melawan katarak

Surabaya-KoPi | Ada 285 juta penduduk dunia mengalami gangguan penglihatan, dan 39 juta menderita kebutaan. Demikian laporan WHO terkait masalah kesehatan mata. Sedangkan penyebab kebutaan sampai 51 persen adalah penyakit katarak. 

Fatma Saifullah Yusuf menjelaskan pada KoPi usai memberikan sambutan pada acara Screening Pemberantasan Buta Katarak Gratis dalam Rangka Hari Kartini di Surabaya. Acara itu juga merupakan kontribusi swasta dalam tanggung jawa sosial. Yaitu PT. Dian Istana dan Klinic Mata Java Cataract and Refractive Centre. 

"Jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai 210 ribu jiwa pada tahun 2015. Data ini merupakan fakta yang harus dipecahkan bersama, sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat luas."

Kebutaan merupakan salah satu kendala paling besar bagi produktivitas manusia untuk mencapai hidup bahagia. Penderita mengalami degradasi kemampuan melakukan berbagai aktivitas sosial ekonomi yang bermanfaat. Menurut Fatma yang merupakan Ketua Umum BKOW Provinsi Jawa Timur ini, upaya menangani masalah katarak harus dengan menciptakan solidaritas sosial.

"Solidaritas sosial berarti ada ikatan kepedulian baik antara pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat. Bentuk solidaritas itu adalah bakti sosial yang memberikan layanan pemerikasaan dan pengobatan kepada masyarakat miskin."

Bagi perempuan berkacamata ini, bakti sosial bukan sekedar basa-basi atau formalitas. Akan tetapi ada peran penting dalam meningkatkan kesembuhan masyarakat penderita katarak. 

"Ketika penderita katarak sembuh, maka kehidupan sosial ekonominya makin baik dan bisa mencapai kebahagiaan. Maka kita harus melawan katarak sekuatnya." | YP |

 

back to top