Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Era MEA kualitas barang lokal harus bisa bersaing di pasar

Era MEA kualitas barang lokal harus bisa bersaing di pasar

Jogja-KoPi| Staf Bidang Pengelola Pasar, Supartono, menegaskan pedagang di Bringharjo menolak barang kebutuhan pokok dari luar negara, melainkan mengutamakan untuk mendatangkan barang-barang dagangan dari luar kota saja, seperti dari Kulonprogo, Muntilan, dan Sragen maupun Nganjuk.

Pedagang mengutamakan barang lokal alasanya sebagian besar konsumen tidak suka dengan barang impor karena kualitas jelek dan cepet rusak ketika disimpan dalam freezer untuk beberapa hari, jelasnya saat ditemui di Kantor Pengelola Pasar Bringharjo Yogyakarta (06/01)

Harga telur, daging sapi, dan harga kebutuhan pokok lainnya di Bringharjo mengalami kenaikan harga yang cukup stabil, walaupun sebelum liburan Natal dan Tahun Baru harga sudah mengalami kenaikan secara alamiah, tambahnya.

Menurut pengamatan dari pengelola pasar, penjual cabai rawit yang merasa paling susah, karena tidak dapat menyetok barang lebih banyak.

"Apalagi ketika harga naik seperti kemarin berdampak jika stok sedikit maka keuntungan yang didapat juga sedikit,"ujarnya.

Supartono menambahkan bahwa cabai, bawang dan sayuran dipasok dari Kulonprogo dan daerah Muntilan. Sementara beras paling banyak dipasok dari Delanggu karena dianggap paling berkualitas.

Dinas pengelola pasar sangat mendukung agar pemerintah meningkatkan kualitas barang khususnya barang kebutuhan pokok, karena di tahun 2016 ini pasar lokal akan menghadapi bermacam-macam barang yang berasal dari seluruh Asean.

Sementara itu, Siswati penjual barang kebutuhan pokok mengatakan bahwa sayuran-sayuran sekarang mulai mengalami penurunan, yaitu sawi merah yang dulu 30 ribu/kg kini jadi 20 ribu/kg, kol dulu 10 ribu/kg kini 8 ribu/kg, dan wortel kemarin 15 ribu/kg kini menjadi 11 ribu/kg, serta bawang merah dulu 35 ribu/kg tapi kini menjadi 30 ribu/kg. |Cucuk Armanto|

back to top