Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Era MEA kualitas barang lokal harus bisa bersaing di pasar

Era MEA kualitas barang lokal harus bisa bersaing di pasar

Jogja-KoPi| Staf Bidang Pengelola Pasar, Supartono, menegaskan pedagang di Bringharjo menolak barang kebutuhan pokok dari luar negara, melainkan mengutamakan untuk mendatangkan barang-barang dagangan dari luar kota saja, seperti dari Kulonprogo, Muntilan, dan Sragen maupun Nganjuk.

Pedagang mengutamakan barang lokal alasanya sebagian besar konsumen tidak suka dengan barang impor karena kualitas jelek dan cepet rusak ketika disimpan dalam freezer untuk beberapa hari, jelasnya saat ditemui di Kantor Pengelola Pasar Bringharjo Yogyakarta (06/01)

Harga telur, daging sapi, dan harga kebutuhan pokok lainnya di Bringharjo mengalami kenaikan harga yang cukup stabil, walaupun sebelum liburan Natal dan Tahun Baru harga sudah mengalami kenaikan secara alamiah, tambahnya.

Menurut pengamatan dari pengelola pasar, penjual cabai rawit yang merasa paling susah, karena tidak dapat menyetok barang lebih banyak.

"Apalagi ketika harga naik seperti kemarin berdampak jika stok sedikit maka keuntungan yang didapat juga sedikit,"ujarnya.

Supartono menambahkan bahwa cabai, bawang dan sayuran dipasok dari Kulonprogo dan daerah Muntilan. Sementara beras paling banyak dipasok dari Delanggu karena dianggap paling berkualitas.

Dinas pengelola pasar sangat mendukung agar pemerintah meningkatkan kualitas barang khususnya barang kebutuhan pokok, karena di tahun 2016 ini pasar lokal akan menghadapi bermacam-macam barang yang berasal dari seluruh Asean.

Sementara itu, Siswati penjual barang kebutuhan pokok mengatakan bahwa sayuran-sayuran sekarang mulai mengalami penurunan, yaitu sawi merah yang dulu 30 ribu/kg kini jadi 20 ribu/kg, kol dulu 10 ribu/kg kini 8 ribu/kg, dan wortel kemarin 15 ribu/kg kini menjadi 11 ribu/kg, serta bawang merah dulu 35 ribu/kg tapi kini menjadi 30 ribu/kg. |Cucuk Armanto|

back to top