Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Jogja-KoPi| Kementrian luar negeri RI (Kemenlu RI) dalam menjalankan politik luar negerinya memiliki empat prioritas, yaitu menjaga keutuhan NKRI, meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, diplomasi ekonomi dan kontribusi pada kegiatan politik luar negeri.

 

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, saat orasi politik luar negeri Indonesia pada Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke-36, di Gedung Ar Fachruddin UMY, Selasa (25/4), mengatakan Indonesia dalam melakukan politik luar negeri harus aman terlebih dahulu.

“Penguatan perbatasan dan perlawanan gerakan separatis harus segera dilakukan oleh pemerintah dan diploma Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI”, tambahnya.

Sementara itu untuk meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, ia mengatakan bahwa Kemenlu RI telah memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia pada WNI yang terkena tindak pidana perdagangan orang (TTPO) dan kasus lainnya.

Setelah itu, menurutnya barulah diplomasi ekonomi dilakukan untuk peningkatan ekspor,investasi, dan pariwisata.

Sedangkan, untuk kontribusi Indonesia pada kegiatan internasional, Indonesia sering berperan sebagai jembatan penghubung antara dua negara yang sedang terlibat konflik.

"Salah satu peran Indonesia seperti saat menjambatani komunikasi pada konflik Myanmar dan Bangladesh”, ujar Retno.

Ia juga menambahkan dukungan organisasi Muhammadiyah dan NU penting dalam kancah politik luar negeri. Bentuk dukungan yang diberikan seperti program bantuan kemanusiaan untuk negara ASEAN dan perlawanan terorisme.

"Muhammadiyah dan NU itu partner kita khususnya saat menghadapi konflik di negara Islam. Kita sering meminta pendapat ulama NU dan Muhammadiyah dalam menghadapi konflik semacam ini”, lanjutnya.

Pada milad UMY ini Retno berharap agar kerja sama antara Kemenlu RI dan Muhammadiyah dapat terus terjalin. Selain itu kedepannya, dia juga berharap Muhammadiyah dapat menjadi agen yang dapat mencerdaskan bangsa indonesia yang berbhineka tunggal ika.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top