Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Ekonomi People Center mengabdi untuk manusia bukan profit

Ekonomi People Center mengabdi untuk manusia bukan profit

Jogja-KoPi| Hilangnya hubungan etika dan ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia saat ini. Ekonomi hanya dipandang sebagai upaya untuk mendapatkan profit, bukan pada bagaimana ekonomi menjadikan seseorang mampu membuat hidup seseorang menjadi berkualitas.

"Ketika Ekonomi meninggalkan etika, ia menjadi non ekonomi dan mendekati politik menjadi Ekonomi politik. Ekonomi kemudian hanya mempertimbangkan profit", jelas Robert in Nugroho, dalam seminar Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma ke-23 dan peluncuran prodi Ekonomi Universitas Sanata Dharma, bertempat di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Sabtu (23/4).

Ekonomi yang meninggalkan etika mengisyaratkan bahwa ia meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan, dan tentu saja meninggalkan pengorbanan. Padahal menurut Robert In Nugroho, kemanusiaan tanpa adanya pengorbanan adalah sebuah ketidakmungkinan.

Profit menjadi tujuan utama dalam kegiatan ekonomi, sementara pengorbanan diidentikan sebagai sebuah kerugian. "Alternatif mengubah pengorbanan menjadi profit tak pernah dilihat dan diperhatikan, yang dilihat hanyalah profit dan akhirnya menyebabkan manusia-manusia yang tidak dapat mengikuti permintaan pasar menjadi marjinal, ada kaum yang mendominasi dan ada kaum yang terpinggirkan", papar Robert In Nugroho.

Cara pandang dalam melihat Ekonomi pasar yang memiliki tujuan hanya pada profit harus diubah pada kualitas manusianya. Ekonomi merupakan sebuah pengabdian pada manusia bukan hanya pada profit. "Apa gunanya Ekonomi jika hanya menyesakkan data, Ekonomi yang menjadikan manusia sebagai tujuan utamanya atau people center diperlukan oleh negara ini.

Ciri negara maju bukan dari nilai IDP-nya tapi kualitas masyarakatnya", jelas Robert In Nugroho. Ekonomi People Center menjadi pandangan baru bagaimana kita melihat ekonomi dan sosial dan akan mudah terwujud jika ekonomi tidak berpisah dengan etika. "Mengembalikan Ekonomi pada etika perlu dilakukan agar tujuan utama ekonomi tidak pada progit, namun kualitas manusianya", papar Robert In Nugroho.

Ekonomi People Center dan prodi Ekonomi USD

Ekonomi people center ini akan menjadi kajian dalam prodi Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang baru diluncurkan dalam seminar ini. Prodi Ekonomi yang merupakan anak bungsu Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma diharapkan mampu bersaing dengan prodi lainnya. Menurut Rektor Universitas Sanata Dharma, Drs. Johanes Eka Priyatma, M. Sc PH.D, peluncuran prodi Ekonomi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memecahkan persoalan rakyat serta pembangunan masyarakat. "Minimal kita mampu mengatakan Ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan", tambahnya

back to top