Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Ekonomi People Center mengabdi untuk manusia bukan profit

Ekonomi People Center mengabdi untuk manusia bukan profit

Jogja-KoPi| Hilangnya hubungan etika dan ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia saat ini. Ekonomi hanya dipandang sebagai upaya untuk mendapatkan profit, bukan pada bagaimana ekonomi menjadikan seseorang mampu membuat hidup seseorang menjadi berkualitas.

"Ketika Ekonomi meninggalkan etika, ia menjadi non ekonomi dan mendekati politik menjadi Ekonomi politik. Ekonomi kemudian hanya mempertimbangkan profit", jelas Robert in Nugroho, dalam seminar Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma ke-23 dan peluncuran prodi Ekonomi Universitas Sanata Dharma, bertempat di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Sabtu (23/4).

Ekonomi yang meninggalkan etika mengisyaratkan bahwa ia meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan, dan tentu saja meninggalkan pengorbanan. Padahal menurut Robert In Nugroho, kemanusiaan tanpa adanya pengorbanan adalah sebuah ketidakmungkinan.

Profit menjadi tujuan utama dalam kegiatan ekonomi, sementara pengorbanan diidentikan sebagai sebuah kerugian. "Alternatif mengubah pengorbanan menjadi profit tak pernah dilihat dan diperhatikan, yang dilihat hanyalah profit dan akhirnya menyebabkan manusia-manusia yang tidak dapat mengikuti permintaan pasar menjadi marjinal, ada kaum yang mendominasi dan ada kaum yang terpinggirkan", papar Robert In Nugroho.

Cara pandang dalam melihat Ekonomi pasar yang memiliki tujuan hanya pada profit harus diubah pada kualitas manusianya. Ekonomi merupakan sebuah pengabdian pada manusia bukan hanya pada profit. "Apa gunanya Ekonomi jika hanya menyesakkan data, Ekonomi yang menjadikan manusia sebagai tujuan utamanya atau people center diperlukan oleh negara ini.

Ciri negara maju bukan dari nilai IDP-nya tapi kualitas masyarakatnya", jelas Robert In Nugroho. Ekonomi People Center menjadi pandangan baru bagaimana kita melihat ekonomi dan sosial dan akan mudah terwujud jika ekonomi tidak berpisah dengan etika. "Mengembalikan Ekonomi pada etika perlu dilakukan agar tujuan utama ekonomi tidak pada progit, namun kualitas manusianya", papar Robert In Nugroho.

Ekonomi People Center dan prodi Ekonomi USD

Ekonomi people center ini akan menjadi kajian dalam prodi Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang baru diluncurkan dalam seminar ini. Prodi Ekonomi yang merupakan anak bungsu Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma diharapkan mampu bersaing dengan prodi lainnya. Menurut Rektor Universitas Sanata Dharma, Drs. Johanes Eka Priyatma, M. Sc PH.D, peluncuran prodi Ekonomi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memecahkan persoalan rakyat serta pembangunan masyarakat. "Minimal kita mampu mengatakan Ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan", tambahnya

back to top