Menu
Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Ini tanggapan rektor UGM pada wacan…

Sleman-KoPi|Rektor Univer...

Cerita perjuangan wisudawan doktoral anak dari Satpam UGM.

Cerita perjuangan wisudawan doktora…

Sleman-KoPi| Tak ada yang...

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor tingkatkan internasionalisasi dosen dan mahasiswanya.

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor t…

Bantul-KoPi| Rektor Unive...

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil bes…

Sleman-KoPi| Tim mahasi...

Prev Next

Dua partai baru lolos verifikasi

lolos verifikasi

Jogja-KoPi|Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)DIY mengumumkan dua partai partai politik (parpol) lolos tahap verifikasi faktual beberapa waktu lalu dalam menyambut Pemilu 2019. Bawaslu juga menyampaikan dua parpol tidak lolos tahap verifikasi.

Dua parpol baru yang berhasil lolos pada tahap verifikasi faktual kloter pertama adalah Perindo dan PSI. Sementara dua parpol baru lainnya seperti partai Garuda dan Berkarya belum dinyatakan lolos karena belum memenuhi syarat.

"Perindo dan PSI ini menjadi parpol baru yang berhasil lolos pada tahap Verifikasi Faktual dan dinyatakan maju ke Verfak bersama 10 Parpol lama lainnya,"ujar ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono saat Jumpa Pers di Kantor Bawaslu DIY, Rabu (28/12).

Berdasarkan hasil penelitian administrasi Bawaslu,pada kloter ini ,awalnya terdapat 14 Parpol lama dan baru yang mendaftar untuk pemilu 2019 di DIY nanti. Selain PSI, Perindo, Berkarya dan Garuda, sepuluh parpol lainnya
merupakan parpol lama. Sepuluh parpol tersebut adalah PDI-P, Hanura, Nasdem, PAN, PKS, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, PKB.

"Mereka ini (parpol lama),diikuti oleh verifikasi faktual. Karena verifikasi faktual ditunjukkan parpol baru atau parpol lama yang ada di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB),"imbuhnya.

Sementara itu pada dua Parpol yang tak lolos tahap Verifikasi Faktual ,Komisioner Bawaslu, Muh. Amir Nasiruddin menuturkan kedua partai ini sudah mengajukan gugatan dan diterima melalui proses mediasi.

Hasil mediasi kedua Parpol diharuskan melengkapi syarat perbaikan administrasi dalam tenggat waktu terhitung sejak tanggal 27-28 Desember 2017 pukul 24.00.

"Tenggat waktunya satu kali dua puluh empat (1X24) Jam untuk partai Garuda dan dua kali dua puluh empat (2X24) jam untuk partai berkarya,"tambahnya

Secara terpisah, pada tahap Faktual Verifikasi , Bawaslu juga menemukan adanya dugaan pelanggaran. Khususnya pada pencatuman anggota parpol. Sri Rahayu Wediningsih ,Divisi Bidang Penindakan Bawaslu mengatakan dugaan pelanggaran pelanggaran ini muncul pada Parpol ditingkat kabupaten dan kota.

"Pada tahap ditingkat provinsi tidak masalah. Namun kalau ditingkat kabupaten banyak mucul ,jadi pencatuman anggota nya ternyata mereka dari anggota TNI,POLRI dan ASN,"

Kepada Parpol yang ditemukan dugaan ini,ia menghimbau agar Parpol memperbaiki keanggotaannya. Hal ini karena baik ASN, TNI,POLRI tidak boleh ikut serta dalam keanggotaan parpol.

"Pernah semuanya tidak mengakui atau menyangkal bahwa mereka anggota parpol,kami menginstruksikan kepada KPU agar mencoret keanggotaan parpol yang tercantum bahwa anggotanya adalah ASN," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top