Menu
Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun Menderita

Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun…

Kupang-KoPi| Rakyat kor...

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan Mahasiswa HI UMY ke Tiongkok

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan…

Bantul-KoPi| Nur Indah ...

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Seh…

Jogja-KoPi| Depresu bis...

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa Untuk Anak Desa Gamplong

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa…

Jogja-KoPi| Unit Kegiat...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banya…

New Delhi-KoPi| Gubernu...

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kot…

Magelang-KoPi| Menyambu...

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi Dilema

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi…

Bantul-KoPi| Kemerdekaa...

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA KOMPENSASI BUKAN CSR

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA …

Kupang-KoPi| Gubernur N...

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gelar Workshop dan Pelatihan Make Up

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gela…

Jogja-KoPi| Mempunyai w...

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasan Bisnis Pada Calon Startup UGM

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasa…

Jogja-KoPi| Mantan CEO ...

Prev Next

DPRD DIY: Gini Ratio naik, Pemda DIY didorong membuka lapangan kerja lebih banyak

dprddiy

Jogja-KoPi|Komisi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DIY, merespon rilis Badan Pusat Stastik DIY tentang meningkatnya Gini Ratio Yogyakarta pada bulan September 2017 lalu. DPRD menekankan bahwa kesenjangan perlu perhatian bersama dan diikuti program pemercepatan pengurangan angka kemiskinan.

"Kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan perhatian bersama. Langkah dan program kebijakan pemerintah perlu didorong untuk mempercepat dan mengurangi angka kemiskinan," tulis Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dalam rilisnya di Yogyakarta, Rabu (3/1).

Eko pun menegaskan saat ini melihat besaran angka gini ratio 0.44 atau 0,440 naik dari 0.43 atau 0.432 ditriwulan 1 tahun 2017 di DIY memang mengejutkan semua pihak. Apalagi DIY saat ini sudah mendapatkan tambahan alokasi anggaran lewat dana keistimewaan yang dalam lima tahun terakhir sudah sebesar Rp 2.6 triliun.

"Tentu fakta ini mengejutkan mengingat selain APBD, juga ada tambahan danais 2.6 T dalam 5 tahun terakhir. Harus ada perencanaan yang lebih baik agar program kebijakan pemda lebih baik, " kata Politisi muda PDI Perjuangan ini.

Sehingga tahun 2018, Ia pun berharap kepada seluruh jajaran pemda DIY bisa mendorong dan menjalankan program kegiatan fokus untuk kesejahteraan rakyat.

Pembangunan pun juga diminta untuk diarahkan menciptakan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat. Pemda juga diharapkan Eko untuk memfasilitasi berbagai pendidikan dan pelatihan untuk melahirkan wirausaha baru atau pun memperkuat pelaku usaha yang telah ada.

"Melalui apa saja? Prioritas program, kegiatan dan anggaran untuk pemberdayaan petani, jasa perdagangan, pelaku umkm dan usaha jasa pariwisata. Kita harap sektor swasta bergerak khususnya usaha yang menyerap tenaga kerja. Kita percaya masyarakat jogja punya etos kerja yang hebat. Ayo kita dukung pemda lari cepat dalam laksanakan program untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top