Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

DPRD DIY: Gini Ratio naik, Pemda DIY didorong membuka lapangan kerja lebih banyak

dprddiy

Jogja-KoPi|Komisi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DIY, merespon rilis Badan Pusat Stastik DIY tentang meningkatnya Gini Ratio Yogyakarta pada bulan September 2017 lalu. DPRD menekankan bahwa kesenjangan perlu perhatian bersama dan diikuti program pemercepatan pengurangan angka kemiskinan.

"Kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan perhatian bersama. Langkah dan program kebijakan pemerintah perlu didorong untuk mempercepat dan mengurangi angka kemiskinan," tulis Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dalam rilisnya di Yogyakarta, Rabu (3/1).

Eko pun menegaskan saat ini melihat besaran angka gini ratio 0.44 atau 0,440 naik dari 0.43 atau 0.432 ditriwulan 1 tahun 2017 di DIY memang mengejutkan semua pihak. Apalagi DIY saat ini sudah mendapatkan tambahan alokasi anggaran lewat dana keistimewaan yang dalam lima tahun terakhir sudah sebesar Rp 2.6 triliun.

"Tentu fakta ini mengejutkan mengingat selain APBD, juga ada tambahan danais 2.6 T dalam 5 tahun terakhir. Harus ada perencanaan yang lebih baik agar program kebijakan pemda lebih baik, " kata Politisi muda PDI Perjuangan ini.

Sehingga tahun 2018, Ia pun berharap kepada seluruh jajaran pemda DIY bisa mendorong dan menjalankan program kegiatan fokus untuk kesejahteraan rakyat.

Pembangunan pun juga diminta untuk diarahkan menciptakan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat. Pemda juga diharapkan Eko untuk memfasilitasi berbagai pendidikan dan pelatihan untuk melahirkan wirausaha baru atau pun memperkuat pelaku usaha yang telah ada.

"Melalui apa saja? Prioritas program, kegiatan dan anggaran untuk pemberdayaan petani, jasa perdagangan, pelaku umkm dan usaha jasa pariwisata. Kita harap sektor swasta bergerak khususnya usaha yang menyerap tenaga kerja. Kita percaya masyarakat jogja punya etos kerja yang hebat. Ayo kita dukung pemda lari cepat dalam laksanakan program untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top