Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Disnakertrans:Pekerja supir atau pengendara online bukan buruh

Disnakertrans:Pekerja supir atau pengendara online bukan buruh

Jogja-KoPi|Dinas ketenagakerjaan (Disnakertrans) Provinsi DIY menilai supir kendaraan online bukan pekerja buruh karena ojek online mempunyai hubungan kerja yang berbeda dibandingkan  pekerja buruh pada umumnya.

Angga Suanggana, perwakilan Disnakertrans menilai berdasarkan kajian Disnakertrans kendaraan online memiliki hubungan kemitraan bukan hubungan ketenagakerjaan. Dia menjelaskan hubungan supir online dan provider pelayanan online tercipta dari kesepakatan dua pihak.

"Hubungan mereka seperti partnership atau kemitraan, tidak ada yang atas dan tidak ada yang bawah. Tidak ada yang memerintah dan tidak ada yang diperintah. Hubungan kerja mereka  dari kesepakatan dua pihak", ujar Angga saat di wawancarai setelah diskusi refleksi May Day di Hotel Cakra Kembang Yogyakarta, Sabtu (29/4).

Setelah membandingkan dengan buruh Angga menjelaskan posisi yang memerintah dan diperintah sangat jelas. Inilah yang membuat Disnakertrans menilai antara buruh dan supir online berbeda.

Hal ini kemudian memicu permasalahan terkait dimana pekerja pengendara online menginduk. Pasalnya Disnakertrans membawahi hubungan ketenagakerjaan bukan hubungan kemitraan.

"Hubungan pengemudi dan providernya itu murni hubungan perdata mereka, bukan masalah ketenagakerjaan", lanjut Angga.

Meski demikian Disnakertrans tidak akan tutup mata pada permasalahan ini.  Angga menerangkan Disnakertrans akan membawahi masalah perlindungan ojek online, yaitu pada faktor-faktor kesehatan dan keselamatan pekerja pengendara online.

Namun diluar itu kemungkinan semuanya kembali kesepakatan dua pihak antara pekerja dan pemberi layanan online.

" Tetapi terkait hubungan nya itu murni masuk kedalam kepentingan masing-masing pihak, dalam hal ini pengendara online dan providernya,"pungkasnya.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top