Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Disdikpora DIY aktifkan supervisor siswa cegah peredaran narkotika di sekolah

Disdikpora DIY aktifkan supervisor siswa cegah peredaran narkotika di sekolah
Jogja-KoPi| Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY ,Baskara Aji aktifkan kembali kelompok siswa pengawas ditiap sekolah.
 
Hal ini dilakukannya untuk merespon dan mencegah penyalah gunaan obat-obatan terlarang seperti obat psikotropika PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodal) di kalangan pelajar. 
 
Ia pun menjelaskan kelompok siswa ini bertugas untuk mengawasi dan membimbing siswa lainnya agar tidak terjangkit kasus PCC seperi yang terjadi pada puluhan siswa di Kendari kemarin. Nantinya satu kelas akan dipilih 1 atau 2 siswa untuk menjadi pengawas. 
 
 "Siswa tersebut dipilih oleh teman-temannya dan pihak sekolah. Mereka biasa disebut supervisor atau pengawas," Jelas Aji saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur, Jumat (15/9).
 
Siswa pengawas ini nantinya akan memberikan konseling dan mengingatkan teman-temannya untuk menjauhi narkoba supaya tidak terjerumus didalamnya. Tak hanya itu,mereka  juga akan melaporkan kepada sekolah jika memang ada informasi peredaran obat terlarang dan narkotika di ruang lingkup siswa. 
 
Aji pun menuturkan bentukan siswa pengawas ini sudah dibentuk pihaknya pada tahun 2015 lalu. Namun demikian,badan siswa pengawas baru aktif akhir-akhir ini.
 
"Tiap sekolah negeri dan swasta akan ada supervisornya," tuturnya.
 
Menurutnya, pembentukan kelompok siswa ini sangat efektif untuk menekan penyalahgunaan narkoba dan kenakalan lainnya. Tak hanya itu, ia juga menerangkan bahwa Yogyakarta yang terkenal sebagai kota Pelajar memiliki angka penyalahgunaan obat-obatan yang cukup tinggi.
 
Aji pun menambahkan keefektifan ini juga didukung oleh karakter remaja yang cenderung lebih patuh saat diingatkan oleh teman sebayanya dibandingkan oleh orang dewasa.
 
Terlepas dari bentukan itu, hingga saat pihaknya belum menemukan kejadian penyalahgunaan PCC atau obat terlarang serupa seperti kasus Kendari di Yogyakarta.Namun Disdikpora sudah meminta kepada semua pihak sekolah untuk mengawasi peredaran narkotika untuk mencegah barang haram tersebut masuk ke sekolah.
 
 
Sebelumnya,media massa Indonesia di hebohkan oleh puluhan siswa SD-SMP di Kendari Sulawesi Tenggara yang dirawat di rumah sakit jiwa karena berperilaku aneh. Mereka mendadak kejang- kejang, dan teriak-teriak usai mengkonsumsi pil PCC yang telah dioplos.| Syidiq Syaiful Ardli
back to top