Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dinpan Sleman atasi kenaikan harga cabai dengan membuka pasar setiap Jum'at

Dinpan Sleman atasi kenaikan harga cabai dengan membuka pasar setiap Jum'at

Sleman-KoPi| Dinas Pertanian Sleman mengadakan operasi pasar cabe bertempat di Pasar Tani Lapangan Pemerintah Daerah Sleman, Jumat (13/1).

Operasi pasar cabai murah ini menyediakan cabai rawit dan cabai kriting dengan harga lebih murah dibanding harga pasar yang melambung tinggi. Cabai rawit yang biasanya harga Rp 90.000-Rp 95.000/kg menjadi Rp 75.000/kg. Sedangkan harga cabai kriting hanya Rp 35.000/kg.

Operasi pasar ini bertujuan untuk mendekatkan para petani cabai dengan konsumen, serta sebagai respon cepat atas harga cabai yang tinggi di pasar.

"Kami ingin mendekatkan petani dengan konsumen, harga di petani murah, tapi jadi mahal di pasar.Kami ingin memotong rantai dagang yang harus melalui tekngkulak. Stok cabe di petani banyak harga juga tidak tinggi, tapi di pasar jadi tinggi. Banyak permainan pasar di dalamnya," jelas Ir. Widi Sutikno, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Sleman.

Operasi pasar cabai murah ini menyediakan 200 kilo gram cabai yang berasal dari Kelompok Tani Purwobinangun, Pakem Sleman. Operasi pasar cabai akan dilakukan setiap Jum'at jika masyarakat tertarik pada operasi kali ini.

"Kami akan melakukan operasi pasar cabai murah setiap Jum'at apabila aspirasi masyarakat besar dalam operasi pasar ini. Jika kita tidak bisa melakukan setiap Jumat, maka kita akan masukkan di Aman mart milik Koperasi Pemda," jelasnya penuh antusias.

Dengan adanya operasi pasar ini, diharapkan dapat membantu para petani cabai Sleman untuk menjual langsung hasil taninya kepada konsumen.

"Diharapkan dengan adanya operasi pasar cabai ini petani dapat langsung menjual hasil taninya ke konsumen, tanpa melalui tengkulak. Sehingga mereka tidak dipermainkan pasar," ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|Frenda Yentin|

back to top