Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Dinas Kebudayaan DIY akan mengadakan Simfoni Keistimewaan

Dinas Kebudayaan DIY akan mengadakan Simfoni Keistimewaan

Jogja-KoPiDinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta akan gelar Simfoni Keistimewaan dalam rangka melestarikan sejarah orkestra Yogyakarta, pada Minggu, 19 Februari 2017, pukul 19.30-2.00 WIB bertempat di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.

Erlina Hidayati, Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Disbud DIY, mengatakan bahwa Simfoni Keistimewaan menjadi salah satu media untuk menjangkau sejarah orkestra kraton, Selasa (14/2), dalam Jumpa Pers Simfoni Keistimewaan yang bertempat di Pendopo Dinas Kebudayaan DIY.

“Orkestra di Indonesia, pertama kali bermula justru dari Kraton Yogya di masa pemerintahan Sri Sultan HB VII, dan alat musiknya merupakan sumbnagan dari kerajaan Islam Turki sebagai wujud persahabatan antara Sultan Turki dengan Sultan Yogya”, jelasnya.

Simfoni Keistimewaan kali ini mengangkat tema ‘Jawa Jawi Jowo’ yang menegaskan bahwa Kraton Yogya adalah pintu gerbang budaya Jawa.

“Banyak orang di luar Yogya menyebut Yogya adalah Jawa atau Jawi atau Jowo. Hal itu memang tidak salah, tapi juga tidak benar. Namun, hal itu malah menunjukkan bahwa Yoggya sangat kental dan melekat dengan budaya Jawa,” kata Erlina Hidayati.

Sementara itu, dalam perwujudannya tema ini akan memadukan konsep barat dan Jawa. Lagu-lagu Jawa yang kental dengan nuansa pentatonis tetap dibiarkan mengalir dimainkan dengan gaya musik orkestra dalam nuansa diatonis.

Simfoni Keistimewan ini akan dikonsep layaknya musik orkestra dengan format simfoni, dimaikan oleh 54 orang yang tergabung dalam Ayodyhya Symphony Orchestra dengan konduktor Eki Satria, Solois Desti Indrawati, dan pemain biola Iqbal Harja Maulana.

Eki Satria, konduktor Ayodyhya Symphony Orchestra mengatakan bahwa musik orkestra dalam acara Simfoni ini akan diperlakukan sebagai alat (instrumen) untuk memainkan, mengiringi lagu-lagu Jawa, atau bisa disebut memainkan lagu Jawa dengan iringan orkestra.

Sedangkan, repertoar yang akan dibawakan dalam simfoni keistimewaan ini adalah Anoman Obong, Rek Ayo Rek, Delman-Becak, Jaranan, Cinta Tak Terpisahkan, Doa, Orverture Trisna Kula, Melati Suci, Mimpi, Cublak-cublak Suweng, Prau Layar, hingga Gugur Gunung.

“Acara ini akan membawakan lagu Cublak-cublak suweng, Anoman Obong, Gugur Gunung, dan lagu daerah lainnya,” kata Eki Satria.

Simfoni ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap lagu-lagu Jawa dan musik orkestra, mampu mewadahi seniman-seniman orkestra yang ada di Yogya, serta dapat menjadi agenda tahunan dari Dinas Kebudayaan DIY.

“Simfoni ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyrakat terhadap orkestra dan lagu Jawa, serta mewadahi para seniman musik yang ada di Yoya. Kan sayang jika tidak dikelola,” harap Eki Satria.

back to top