Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

DIKLAT SAR Community Yogyakarta

DIKLAT SAR Community Yogyakarta

Jogja-KoPi| Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Soelistyo S Sos, menjadi inspektur upacara pada pembukaan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) SAR Community Yogjakarta, Jumat ( 19/08) di lapangan Bathesda, Jl, Kaliurang KM 21,5 Yogyakarta.

Turut hadir dalam acara itu Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (mewakili Gubenur DIY), Gubernur Akademi Angkatan Udara. Dalam sambutannya Soelistyo mengatakan Indonesia berada di dalam kerawanan dari sisi geografi maupun kenyataan .

"Kita dalam lingkaran ring fire, Khusus DIY, kita berhadapan dengan potensi yang secara pasti dan periodik , gunung merapi, longsor dan banjir yang harus kita hadapi."

Soelistyo juga mengatakan negara bertanggung jawab dan berwewenang dalam memberikan perlindungan khususnya dalam kegiatan pencarian dan pertolongan kepada manusia dalam kecelakaan,bencana, dan kondisi yang membahayakan manusia, Basarnas bertindak mewakili negara sesuai dengan mandat UU Pencarian dan Pertolongan UU no. 29 thn 2014.

Dalam pelaksanaan operasi SAR dibutuhkan empat pilar agar berlangsung sukses yaitu sistem atau prosedur kerja yang mantab, fasilitas peralatan dan sarana prasana yang memadai, ketersediaan sumberdaya yang andal dan profesional, dukungan dan peran serta potensi SAR Nasional.

Untuk itu dibutuhkan peningkatan kapasitas 4 pilar ini dengan strategi dan progam salah satunya dengan DIKLAT.

Diklat mempunyai makna ganda yaitu secara teknis diklat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang SAR yang harus memiliki kualifikasi khusus, artinya kemampuan yang dibangun untuk mencari dan melakukan pertolongan harus disesuaikan dengan bentuk dan karakter kecelakaan atau bencana.

Dalam UU disyaratkan bahwa operasi SAR harus dilakukan oleh SDM yang memiliki kompetensi dan tersertifikasi melalui DIKLAT.

basarnas2

Soelistyo juga menekankan bahwa Basarnas mempunyai jaringan kuat terhadap eksistensi potensi SAR di daerah-daerah yang membutuhkan respon cepat. Perlu dibangun kemitraan dalam bentuk koordinasi dan komunikasi yamg intensif antara potensi SAR dan Basarnas.

DIKLAT SAR COMMUNITY akan diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 23 Agustus 2016 yang terdiri dari 3 DIKLAT yaitu Diklat MFR , Water Rescue, dan Jungle rescue.

Kepala Basarnas berharap bahwa keterbatasan Basarnas tidak mengurangi kualitas pelayanan pada rakyat, maka dibutuhkan pembangunan koordinasi hubungan tata kerja dengan potensi SAR yang ada di masyarakat untuk menjawab kekurangan itu.

"Kita selalu membangun komunikasi dan koordinasi tata kerja di 4 kompenen Sar yaitu Basarnas selaku amanat UU, TNI-POLRI mempunyai tugas bantuan SAR, unsur pemerintah daerah yang berhadapan dengan masyarakat, dan potensi SAR di masyarakat," Kata Soelistyo.

Kepala Basarnas itu juga menaruh harapannya dengan diklat potensi SAR mempunyai kemampuan dan teknik yang betul sesuai standard internasional.

"Harapannya peserta diklat mampu menjadi duta untuk menyebarkan ilmunya pada kelompoknya dan selalu terjalin komunikasi dengan basarnas sehingga mampu dengan tanggap dan cepat dalam melakukan tugasnya," demikian Soelistyo mengakhiri sambutannya.

back to top