Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Dikira bom dari ISIS ternyata...

Dikira bom dari ISIS ternyata...

Jogja-KoPI| Polisi bersama tim Gegana Brimob Polda DIY mengamankan benda mencurigakan yang disinyalir sebagai bom di Gang Mangga, RT.15 RW.04, Gunung Ketur, Pakualaman, Yogyakarta,Rabu (6/6).

Kasat Reskrim Polresta Akbar Bantilan menjelaskan ada laporan warga yang menemukan benda mencurigakan berupa barang kotak terbungkus tas kresek hitam,dan menyerupai paket bom di pinggir jalan rumah warga.

"Kami medapat laporan pengaduan dari warga setengah tujuh atau delapanan,dari polres kami langsung merespon dan diterjunkan pula tim gegana. Dan ternyata setelah dibuka,barang tersebut merupakan brangkas,"terang Akbar.

Setelah dilakukan pengamanan dan pengecekan dari tim gegana selama kurang lebih satu jam dari pukul setengah 1 siang pada brangkas tersebut, pihaknya menemukan brangkas tersebut berada dalam kondisi kosong dan hanya berisikan dokumen-dokumen sebuah perusahaan.

Akbar mencurigai barang tersebut merupakan barang hasil curian dan dibuang dirumah warga.Selanjutnya pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut brangkas hasil curian tersebut.
" Barang tersebut bukan seperti barang yang kita duga diawal,Kemungkinan barang ini merupakan barang hasil curian,"lanjut Akbar.

Dugaan curian ini dibuktikan dengan keterangan Bangun Saputra,salah seorang warga Condongcatur,Kaliurang. Bangun menjelaskan temuan brangkas tersebut bertepatan pula dengan hilangnya brangkas milik perusahaan istrinya di Maguwo.

Bangun sendiri menjelaskan pada pagi hari yang sama, Istrinya menemukan keadaan kantornya yang berada di Maguwoharjo berada dalam porak poranda dan brangkas kantor raib.

"Kehilangan brangkas itu antara tadi pagi atau saat malam karena saat istri saya datang kekantor tadi pagi,istri saya menemukan keadaan kantor sudah berantakan,"jelas Bangun.

Setelah mendapat laporan adanya temuan brangkas di Gunungketur,dirinya langsung meninjau untuk melihat brangkas . Bangun pun menginformasikan brangkas tersebut memang milik perusahaan istrinya.

"Karateristiknya sesuai dengan brangkas milik perusahaan istri saya,Faktur temuan didalam brangkas tersebut sesuai dengan label perusahaan istri saya dengan adanya tulisan dan label SND,"terang Bangun.

Bangun pun menuturkan didalam brangkas tersebut didalamnya terdapat dokumen-dokumen perusahaan dan uang kurang lebih 11 juta. Namun pada pengungkapan oleh tim polisi, brangkas tersebut sudah dalam keadaan kosong dan berisikan dokumen-dokumen saja.

Selanjutnya Bangun sudah melaporkan pencurian dan informasi tersebut ke Polresta untuk didalami lebih lanjut. | Syidiq Syaiful Ardli

back to top