Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Dikira bom dari ISIS ternyata...

Dikira bom dari ISIS ternyata...

Jogja-KoPI| Polisi bersama tim Gegana Brimob Polda DIY mengamankan benda mencurigakan yang disinyalir sebagai bom di Gang Mangga, RT.15 RW.04, Gunung Ketur, Pakualaman, Yogyakarta,Rabu (6/6).

Kasat Reskrim Polresta Akbar Bantilan menjelaskan ada laporan warga yang menemukan benda mencurigakan berupa barang kotak terbungkus tas kresek hitam,dan menyerupai paket bom di pinggir jalan rumah warga.

"Kami medapat laporan pengaduan dari warga setengah tujuh atau delapanan,dari polres kami langsung merespon dan diterjunkan pula tim gegana. Dan ternyata setelah dibuka,barang tersebut merupakan brangkas,"terang Akbar.

Setelah dilakukan pengamanan dan pengecekan dari tim gegana selama kurang lebih satu jam dari pukul setengah 1 siang pada brangkas tersebut, pihaknya menemukan brangkas tersebut berada dalam kondisi kosong dan hanya berisikan dokumen-dokumen sebuah perusahaan.

Akbar mencurigai barang tersebut merupakan barang hasil curian dan dibuang dirumah warga.Selanjutnya pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut brangkas hasil curian tersebut.
" Barang tersebut bukan seperti barang yang kita duga diawal,Kemungkinan barang ini merupakan barang hasil curian,"lanjut Akbar.

Dugaan curian ini dibuktikan dengan keterangan Bangun Saputra,salah seorang warga Condongcatur,Kaliurang. Bangun menjelaskan temuan brangkas tersebut bertepatan pula dengan hilangnya brangkas milik perusahaan istrinya di Maguwo.

Bangun sendiri menjelaskan pada pagi hari yang sama, Istrinya menemukan keadaan kantornya yang berada di Maguwoharjo berada dalam porak poranda dan brangkas kantor raib.

"Kehilangan brangkas itu antara tadi pagi atau saat malam karena saat istri saya datang kekantor tadi pagi,istri saya menemukan keadaan kantor sudah berantakan,"jelas Bangun.

Setelah mendapat laporan adanya temuan brangkas di Gunungketur,dirinya langsung meninjau untuk melihat brangkas . Bangun pun menginformasikan brangkas tersebut memang milik perusahaan istrinya.

"Karateristiknya sesuai dengan brangkas milik perusahaan istri saya,Faktur temuan didalam brangkas tersebut sesuai dengan label perusahaan istri saya dengan adanya tulisan dan label SND,"terang Bangun.

Bangun pun menuturkan didalam brangkas tersebut didalamnya terdapat dokumen-dokumen perusahaan dan uang kurang lebih 11 juta. Namun pada pengungkapan oleh tim polisi, brangkas tersebut sudah dalam keadaan kosong dan berisikan dokumen-dokumen saja.

Selanjutnya Bangun sudah melaporkan pencurian dan informasi tersebut ke Polresta untuk didalami lebih lanjut. | Syidiq Syaiful Ardli

back to top