Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Dikira bom dari ISIS ternyata...

Dikira bom dari ISIS ternyata...

Jogja-KoPI| Polisi bersama tim Gegana Brimob Polda DIY mengamankan benda mencurigakan yang disinyalir sebagai bom di Gang Mangga, RT.15 RW.04, Gunung Ketur, Pakualaman, Yogyakarta,Rabu (6/6).

Kasat Reskrim Polresta Akbar Bantilan menjelaskan ada laporan warga yang menemukan benda mencurigakan berupa barang kotak terbungkus tas kresek hitam,dan menyerupai paket bom di pinggir jalan rumah warga.

"Kami medapat laporan pengaduan dari warga setengah tujuh atau delapanan,dari polres kami langsung merespon dan diterjunkan pula tim gegana. Dan ternyata setelah dibuka,barang tersebut merupakan brangkas,"terang Akbar.

Setelah dilakukan pengamanan dan pengecekan dari tim gegana selama kurang lebih satu jam dari pukul setengah 1 siang pada brangkas tersebut, pihaknya menemukan brangkas tersebut berada dalam kondisi kosong dan hanya berisikan dokumen-dokumen sebuah perusahaan.

Akbar mencurigai barang tersebut merupakan barang hasil curian dan dibuang dirumah warga.Selanjutnya pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut brangkas hasil curian tersebut.
" Barang tersebut bukan seperti barang yang kita duga diawal,Kemungkinan barang ini merupakan barang hasil curian,"lanjut Akbar.

Dugaan curian ini dibuktikan dengan keterangan Bangun Saputra,salah seorang warga Condongcatur,Kaliurang. Bangun menjelaskan temuan brangkas tersebut bertepatan pula dengan hilangnya brangkas milik perusahaan istrinya di Maguwo.

Bangun sendiri menjelaskan pada pagi hari yang sama, Istrinya menemukan keadaan kantornya yang berada di Maguwoharjo berada dalam porak poranda dan brangkas kantor raib.

"Kehilangan brangkas itu antara tadi pagi atau saat malam karena saat istri saya datang kekantor tadi pagi,istri saya menemukan keadaan kantor sudah berantakan,"jelas Bangun.

Setelah mendapat laporan adanya temuan brangkas di Gunungketur,dirinya langsung meninjau untuk melihat brangkas . Bangun pun menginformasikan brangkas tersebut memang milik perusahaan istrinya.

"Karateristiknya sesuai dengan brangkas milik perusahaan istri saya,Faktur temuan didalam brangkas tersebut sesuai dengan label perusahaan istri saya dengan adanya tulisan dan label SND,"terang Bangun.

Bangun pun menuturkan didalam brangkas tersebut didalamnya terdapat dokumen-dokumen perusahaan dan uang kurang lebih 11 juta. Namun pada pengungkapan oleh tim polisi, brangkas tersebut sudah dalam keadaan kosong dan berisikan dokumen-dokumen saja.

Selanjutnya Bangun sudah melaporkan pencurian dan informasi tersebut ke Polresta untuk didalami lebih lanjut. | Syidiq Syaiful Ardli

back to top