Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Capaian Kinerja Demokrasi di DIY 2016 semakin baik

Capaian Kinerja Demokrasi di DIY 2016 semakin baik
Bantul-KoPi| Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat capaian kinerja demokrasi DIY  tahun 2016  berada pada kategori baik.
Hal tersebut disampaikan  BPS DIY lewat siaran pers, Senin (18/9).
Capaian kinerja demokrasi DIY yang baik ini direfleksikan oleh BPS lewat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) DIY tahun 2016 yang mencapai angka 85,58 daIam skala 0 sampai 100.
 
BPS mengklasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni 'baik' (indeks dengan angka diatas 80), 'sedang' (indeks dari rentang angka 60 hingga 80). dan “buruk' (indeks dibawah 60). Angka 85,58 IDI DIY tahun 2016 pun terbilang cukup tinggi dan otomatis masuk ke kategori baik. 
 
 
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada IDI 2015,angka ini mengalami peningkatan dibandingkan  pada tahun 2015 dengan angka sebesar 83,19. BPS pun melihat 3 tahun terakhir ini,angka IDI DIY selalu menunjukkan kategori demokrasi baik dan cenderung meningkat setiap tahunnya ( IDI DIY 2014 sebesar 82,14 ,IDI DIY 2015 sebesar 83,19, IDI DIY 2016 sebesar 85,58). 
 
 
Tak hanya pemaparan, BPS juga menjelaskan apa itu IDI,Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) ini adalah indikator komposit yang dapat menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Dan tingkat perkembangannya sendiri diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi yaitu Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga-Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy).
 
Pada tiga aspek demokrasi ini,BPS juga memaparkan terjadi perubahan angka Indeks Demokrasi Indonesia dari 2015 ke 2016 yang dipengaruhi oleh tiga aspek demokrasi yakni (1) Kebebasan Sipil yang turun 0,41 poin (dari 90,41 menjadi 90,00), (2) Hak-Hak Politik yang naik 3.61 poin (dari 77,98 menjadi 81.59), dan (3) Lembaga-lembaga Demokrasi yang naik 3,99 poin (dari 82,38 menjadi 86 37). 
 
Sementara cara metode pengumpulan data IDI,BPS menggunakan 4 pendekatan yaitu : (1) review surat kabar lokal, (2) review dokumen (Perda, Pergub. dll), (3) Focus Group Discussion (FGD), dan (4) wawancara mendalam. BPS pun baru merilis data IDI tahun 2016, untuk tahun 2017,BPS masih mengumpulkan data hingga akhir tahun ini. Barulah pada tahun 2018nanti,BPS akan merilis tingkat capaian kinerja demokrasi yang terjadi di DIY tahun ini.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top