Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Capaian Kinerja Demokrasi di DIY 2016 semakin baik

Capaian Kinerja Demokrasi di DIY 2016 semakin baik
Bantul-KoPi| Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat capaian kinerja demokrasi DIY  tahun 2016  berada pada kategori baik.
Hal tersebut disampaikan  BPS DIY lewat siaran pers, Senin (18/9).
Capaian kinerja demokrasi DIY yang baik ini direfleksikan oleh BPS lewat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) DIY tahun 2016 yang mencapai angka 85,58 daIam skala 0 sampai 100.
 
BPS mengklasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni 'baik' (indeks dengan angka diatas 80), 'sedang' (indeks dari rentang angka 60 hingga 80). dan “buruk' (indeks dibawah 60). Angka 85,58 IDI DIY tahun 2016 pun terbilang cukup tinggi dan otomatis masuk ke kategori baik. 
 
 
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada IDI 2015,angka ini mengalami peningkatan dibandingkan  pada tahun 2015 dengan angka sebesar 83,19. BPS pun melihat 3 tahun terakhir ini,angka IDI DIY selalu menunjukkan kategori demokrasi baik dan cenderung meningkat setiap tahunnya ( IDI DIY 2014 sebesar 82,14 ,IDI DIY 2015 sebesar 83,19, IDI DIY 2016 sebesar 85,58). 
 
 
Tak hanya pemaparan, BPS juga menjelaskan apa itu IDI,Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) ini adalah indikator komposit yang dapat menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Dan tingkat perkembangannya sendiri diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi yaitu Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga-Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy).
 
Pada tiga aspek demokrasi ini,BPS juga memaparkan terjadi perubahan angka Indeks Demokrasi Indonesia dari 2015 ke 2016 yang dipengaruhi oleh tiga aspek demokrasi yakni (1) Kebebasan Sipil yang turun 0,41 poin (dari 90,41 menjadi 90,00), (2) Hak-Hak Politik yang naik 3.61 poin (dari 77,98 menjadi 81.59), dan (3) Lembaga-lembaga Demokrasi yang naik 3,99 poin (dari 82,38 menjadi 86 37). 
 
Sementara cara metode pengumpulan data IDI,BPS menggunakan 4 pendekatan yaitu : (1) review surat kabar lokal, (2) review dokumen (Perda, Pergub. dll), (3) Focus Group Discussion (FGD), dan (4) wawancara mendalam. BPS pun baru merilis data IDI tahun 2016, untuk tahun 2017,BPS masih mengumpulkan data hingga akhir tahun ini. Barulah pada tahun 2018nanti,BPS akan merilis tingkat capaian kinerja demokrasi yang terjadi di DIY tahun ini.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top