Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Buruh "Menang" di Mayday

Buruh "Menang" di Mayday

Surabaya – KoPi. Ribuan Massa Buruh hari ini melakukan aksi di depan gedung Grahadi dalam peringatan Hari Buruh Dunia (May day), Kamis (1/4/2014). Massa yang berasal dari berbagai macam aliansi buruh seperti FSPMI, SBSI, SFSBM,FESBUK, FPPBI, FSPBI, SMI serta beberapa aliansi buruh lainnya, kemudian bergabung dan menamakan diri mereka dengan nama Gerakan Rakyat Bersatu (GRB).

Sekitar 7 ribu massa yang tergabung dari beberapa kota tersebut memulai aksi dari pagi sebelum akhirnya berkumpul di Gedung Grahadi sekitar pukul 13.30 WIB. Massa Buruh kemudian menyuarakan tuntutannya yang diantaranya adalah mendesak pemerintah untuk menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2015 sebesar 30%, mendesak pemerintah mengesahkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota, meminta tunjangan kesehatan, meminta tunjangan pensiun, serta mendesak pemerintah untuk menghapus Pengadilan Hubungan Industrial.

 

Pada aksi kali ini, massa buruh yang diterima oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, memenangkan tuntutan mereka berupa pengesahan Upah Minimum Sektoral. Pakde Karwo, juga berorasi di depan ribuan buruh dan menyatakan jika Upah Minimum Sektoral untuk 3 daerah yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan telah ditandatangani. Pakde Karwo berjanji akan langsung menuangkan persetujuan tersebut dalam sebuah Peraturan Gubernur Jatim Nomor 27 tahun 2014 tentang Upah Minimum Sektoral.

 

"Hari ini saya langsung tandatangani persetujuan Upah Minimum Sektoral," ucap Pakde Karwo saat menemui ribuan massa aksi.

 

Daerah yang sudah ditandatangani untuk mendapat Upah Minimum Sektoral tersebut, menurut Pakde Karwo adalah daerah yang sudah melengkapi berkas pengajuan usulan Upah Sektoral. Sedangkan untuk Mojokerto, meskipun sudah mengajukan upah sektoral, belum dapat disetujui karena belum merinci sektor kenaikan yang diajukan.

 

Dengan adanya Pergub tersebut, upah buruh sektoral di tiga daerah tersebut dipastikan akan naik, di Surabaya dan Sidoarjo, upah buruh akan meningkat 5 persen dari UMK. Sedangkan di Pasuruan, upah sektoral akan naik 10 persen dari UMK.

Pakde Karwo kemudian menambahkan, “kelompok kedua yang terdiri dari perusahaan makanan naik sebesar 7,5 persen. Sementara untuk kelompok ketiga seperti pabrik kayu naik sebesar 5 persen,” ucap pakde Karwo.

 

Karena merasa memenangkan tuntutan mereka, massa aksi kemudian membubarkan diri setelah mendengarkan pidato Pakde Karwo yang memberikan janji untuk memenuhi tuntutan mereka tentang Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten.

 

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top