Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bupati Merangin akan naikkan gaji bidan tahun depan

Bupati Merangin akan naikkan gaji bidan tahun depan

Merangin-KoPi|Bupati Merangin H Al Haris didampingi Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris, kemarin (21/9) membuka musyawarah cabang (Muscab) ke-4 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Merangin,Jambi.

Pada cara yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Merangin itu, bupati memberikan apresiasi terhadap kinerja para bidan.

Mestinya saya pulang ke Merangin pada Kamis (22/9), karena masih ada urusan dinas di Jakarta,’’ujar Bupati.
Namun lanjut bupati, karena ingat ada acara pertemuan dengan IBI, sehingga bupati pulang lebih cepat.

Semua itu diakui bupati, karena semata hanya ingin bertatap muka langsung dengan para bidan dari berbagai pelosok desa di Kabupaten Merangin.

Tangan kanan bidan itu tegas bupati, merupakan tangan Tuhan. Sebab sudah berapa banyak bayi dilahirkan dengan selamat lewat tangan para bidan tersebut.

Melalui keahlian para bidan, khususnya bidan-bidan desa, angka kematian ibu dan anak dapat ditekan.

Bupati mengaku tidak bisa membayangkan, bila di suatu desa tidak ada bidan. Tentu proses kelahiran bayi akan menjadi kendala, sehingga jumlah angka kematian ibu dan bayi terus meningkat.

Pada hari ulang tahun IBI nanti, tolong ingatkan saya. Pada hari itu saya akan memberikan rewood kepada para bidan berprestasi, terutama bidan yang bertugas di daerah-daerah terpencil,’’terang Bupati.

Pada acara yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Merangin dr Solahudin dan Direktur Rumah Sakit Daerah Kol Abundjani Bangko itu, bupati sempat menanyakan berapa besarnya tunjangan para bidan.

Dengan beban kerja yang cukup berat diakui bupati, tunjangan sebulan Rp 800 ribu untuk bidan desa dan Rp 650 ribu untuk bidan kota tersebut dianggap masih sangat kecil. ‘’Nanti tahun depan tunjangan para bidan ini kita naikan,’’janji Bupati.

Namun besar dan kecilnya kenaikan tunjangan tersebut, akan ditentukan dengan kemampuan keuangan daerah. Bupati juga akan segera memberikan SK kepada para mahasiswa kebidanan beasiswa Pemkab Merangin yang telah merampungkan studinya. (Charles)

back to top