Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan
Surabaya-KoPi| Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Jawa Timur Dra Hj Nina Soekarwo, M.Si berharap masyarakat lebih peduli dalam menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Jika harus berhadapan dengan tanda-tanda sakit kanker jangan takut karena kanker bisa diobati dan disembuhkan asal ditangani dengan cara dan waktu yang tepat. 
 
“Penderita kanker jangan putus asa, tetap sabar dan semangat menjalani perawatan. kalian tidak sendiri, kami ada bersama kalian” ujarnya saat meresmikan Taman Kirana, Taman Bermain Kirana, Taman Balita Taman Toga Medika  Kirana, Hospital Schooling di lingkungan RSUD dr Soetomo Surabaya, Jum’at (13/10).
 
Menurut Bude Karwo, penderita kanker rata-rata 70 % datang memeriksakan diri sudah dalam stadium lanjut.
 
 
Sementara  penanganan stadium awal atau dini lebih mudahpenyembuhannya. Untuk itu YKI Cabang Jatim dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan deteksi dini  kanker services dan brass cancer secara gratis dengan harapan bisa mencapai target 132 ribu orang. Sampai saat ini sudah melakukan 65 ribu orang. 
 
“Upaya ini harus dilakukan agar saudara-saudara yang gejala kanker bisa diketahui  sejak awal terdeteksi sejak dini. Upaya preventif lebih murah dan penyembuhannya lebih cepat dan lebih baik, kalau kuratif memiskinkan penderita,” imbuhnya. 
 
YKI Cabang Jatim, lanjutnya, ingin perawatan paliatif tetap berada dalam universal care, sehingga tidak ada lagi orang yang terabaikan dalam penderitannya dan tidak ada lagi orang yang jatuh miskin karena penyakitnya. 
 
Upaya paliatif bebas nyeri Jatim  sendiri, tambahnya, sangat baik dan menjadi contoh karena hanya RSUD dr Soetomo Surabaya satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang mempunyai gedung paliatif.
 
 
“Komitmen para dokter luar biasa dan bekerja sama dengan YKI ikut meringankan beban  pasien kanker,” kata isteri Gubernur Jatim Pakde Karwo ini. 
 
Kepada penderita kanker, jelas Bude Karwo,  YKI cabang Jatim telah membantu banyak hal, terutama melalui kerja sama dengan berbagai instansi, seperti RSUD Dr Soetomo Surabaya, YKI Cabang Jatim, Yayasan Paliatif Surabaya, Komunitas  peduli kanker, dan perawatan paliatif, dan sebagainya.
 
Walapun demikian, diakuinya, masih banyak yang perlu ditingkatkan seiring dengan peningkatan kebutuhan terutama meningkatnya jumlah penderita yang terus bertambah.
 
 
“Para pejuang kanker harus bangkit bersama-sama melawan penyakit kanker  menggerakan potensi yang ada, baik dari pemerintah dan swasta, serta tokoh masyarakat,” tambahnya.
 
Mengenai peringatan tanggal 13 Oktober sebagai  Hari Paliatif se Dunia, dijelaskannya, bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan perawatan paliatif di seluruh dunia. Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelayanan medis, serta untuk mengumpulkan dana demi mengembangkan pelayanan dan perawatan kanker di seluruh dunia.
 
Bukan hanya obat
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala RSUD Dr. Soetomo Surabaya Dr Harsono mengatakan, orang sakit tidak hanya membutuhkan obat kimiawi, obat itu hanya sebagai alternatif, tapi sebenarnya pasien lebih banyak membutuhkan supporting. 
 
Sebagai upaya memberikan supporting tersebut, lanjutnya, RSUD dr Soetomo juga memberikan sekolah atau hospital schooling. Karena, jika pasien berobat biasanya 4 -  5 minggu menjadikan tidak bisa sekolah.
 
 
Hospital schooling sesuai dengan kelas yang dibutuhkan dengan guru juga disiapkan. Selain itu juga disiapkan tempat bermain untuk anak-anak. 
 
“Kalau lingkungan pengobatan suasananya ada taman yang indah, mereka tidak merasa sendiri, tapi merasakan kita care pada mereka semua. Upaya ini Insya Allah akan meningkatkan imunitas (kekebalan) tubuhnya sehingga pasien cepat sembuh. Sakit itu rahasianya luar biasa tidak hanya oba,” katanya.
 
Hadir dalam kesempatan itu Ketua DWP Prov Jatim Hj Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, pengurus YKI Cabang Jatim, pasien kanker, dan undangan lainnya. (Humas Pemprov Jatim Sil)
 
 
back to top