Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

BRI hibahkan mesin Rontgen senilai 850 Juta Rupiah kepada RS UGM

BRI hibahkan mesin Rontgen senilai 850 Juta Rupiah kepada RS UGM

Sleman-Kopi|Bank Rakyat Indonesia(BRI) menyerahkan hibah alat rontgen gigi Orthopanomography (OPG) kepada Rumah sakit (RS) UGM senilai 850 Juta Rupiah.

Penyerahan alat rontgen ini merupakan bentuk program CSR dengan tujuan untuk menambah fasilitas kesehatan dan pelayanan pasien di RS.

"Pada program CSR tahun ini kami menghibahkan alat rontgen gigi kepada RS UGM agar pihak RS dapat memberikan layanan yang lebih kepada masyarakat luas", ujar Andik Eko Putro, Pimpinan Wilayah Yogyakarta PT Bank BRI di RS UGM, Jumat (28/4)

Andik sendiri nengatakan RS UGM sudah menjadi mitra dari BRI khususnya dalam program kesehatan. Sebelumnya BRI telah bekerjasama dengan RS UGM dalam memberikan bantuan operasi katarak gratis  dengan pasien berjumlah 69 orang.

Sementara itu, Direktur Utama RS UGM, Prof Arif Faisal, menyebut alat rontgen ini  sebagai alat kesehatan tercanggih dengan harga yang sangat mahal yaitu 850 juta rupiah.

Ia juga menjelaskan dengan kehadiran alat ini, maka RS UGM dapat mempercepat layanan khususnya bagi pasien yang membutuhkan gambar rontgen untuk gigi dan rahang.

"Keunggulan dari alat ini nantinya  semua rahang akan terlihat, jadi kita dapat mengetahui di mana posisi gigi yang rusak. Mesin gigi ini belum tentu dimiliki semua RS, mesin ini yang paling canggih dibandingkan mesin kesehatan lainnya”, kata Faisal.

Faisal melanjutkan untuk saat ini mesin ini belum dibuka untuk layanan, karena operator akan diberi pelatihan lebih lanjut. Dia juga menambahkan mesin ini dapat digunakan oleh semua pasien umum dan BPJS.

"Pasien umum nanti membayar sembilan puluh ribu untuk pemeriksaan”, ujarnya.|Syaiful Syidik Ardli

back to top