Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

BRI hibahkan mesin Rontgen senilai 850 Juta Rupiah kepada RS UGM

BRI hibahkan mesin Rontgen senilai 850 Juta Rupiah kepada RS UGM

Sleman-Kopi|Bank Rakyat Indonesia(BRI) menyerahkan hibah alat rontgen gigi Orthopanomography (OPG) kepada Rumah sakit (RS) UGM senilai 850 Juta Rupiah.

Penyerahan alat rontgen ini merupakan bentuk program CSR dengan tujuan untuk menambah fasilitas kesehatan dan pelayanan pasien di RS.

"Pada program CSR tahun ini kami menghibahkan alat rontgen gigi kepada RS UGM agar pihak RS dapat memberikan layanan yang lebih kepada masyarakat luas", ujar Andik Eko Putro, Pimpinan Wilayah Yogyakarta PT Bank BRI di RS UGM, Jumat (28/4)

Andik sendiri nengatakan RS UGM sudah menjadi mitra dari BRI khususnya dalam program kesehatan. Sebelumnya BRI telah bekerjasama dengan RS UGM dalam memberikan bantuan operasi katarak gratis  dengan pasien berjumlah 69 orang.

Sementara itu, Direktur Utama RS UGM, Prof Arif Faisal, menyebut alat rontgen ini  sebagai alat kesehatan tercanggih dengan harga yang sangat mahal yaitu 850 juta rupiah.

Ia juga menjelaskan dengan kehadiran alat ini, maka RS UGM dapat mempercepat layanan khususnya bagi pasien yang membutuhkan gambar rontgen untuk gigi dan rahang.

"Keunggulan dari alat ini nantinya  semua rahang akan terlihat, jadi kita dapat mengetahui di mana posisi gigi yang rusak. Mesin gigi ini belum tentu dimiliki semua RS, mesin ini yang paling canggih dibandingkan mesin kesehatan lainnya”, kata Faisal.

Faisal melanjutkan untuk saat ini mesin ini belum dibuka untuk layanan, karena operator akan diberi pelatihan lebih lanjut. Dia juga menambahkan mesin ini dapat digunakan oleh semua pasien umum dan BPJS.

"Pasien umum nanti membayar sembilan puluh ribu untuk pemeriksaan”, ujarnya.|Syaiful Syidik Ardli

back to top