Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

BPPTKG: Merapi kembali berstatus normal namun jangan ada aktivitas dulu dari 2 km puncak Merapi

Jogja-KoPi| Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida sampaikan situasi Gunung Merapi saat ini sudah kembali normal pasca erupsi tadi pagi. Meski demikian, ia menghimbau agar tidak ada aktivitas di sekitaran Gunung merapi. 
 
"Pasca erupsi tadi pagi, saat ini status merapi sudah normal. Saat ini sudah tidak ada erupsi,jadi tidak berbahaya serta aktivitasnya vulkanik sudah menurun. Namun, dihimbau agar jangan ada aktivitas dulu di dua kilometer dari puncak merapi," jelas Hanik saat dihubungi via sambungan Telepon di Kantor BPPTKG, (11/5).
 
Sebelumnya, sekitar pukul tujuh pagi, warga Yogyakarta dan sekitarnya dihebohkan dengan terjadinya letusan erupsi Merapi yang ditunjukkan dengan munculnya awan panas membumbung tinggi diatas puncak Merapi. Warga sekitar juga mendengar pula suara gemuruh yang cukup keras dari Gunung Merapi saat erupsi berlangsung.
 
Hanik pun menjelaskan erupsi pagi tadi berlangsung pada pukul 07.40 WIB. Waktu erupsi pun terbilang cukup singkat yaitu lima menit. Erupsi ini pun menghasilkan awan panas berisikan debu dan material vulkanik dengan ketinggian 5,5 Kilometer.
 
Lanjutnya, erupsi berjenis freaktif ini terjadi akibat akumulasi gas atau pelepasan gas yang terjadi di Gunung Merapi. Akumulasi gas ini terjadi saat gunung melepas gas lalu mengenai sebagian sisa material hasil erupsi yang terjadi sebelumnya pada tahun 2010. Akibatnya material yang erupsi kali ini juga ikut tercampur pada erupsi sebelumnya sehingga tampak awan erupsi terlihat besar. 
 
Sementara suara gemuruh yang dihasilkan saat erupsi, Hanik memaparkan bahwa akumulasi gas ini jugalah penyebab suara tersebut terdengar.
 
"Jika gas keluar terakumulasi itu kan mengeluarkan suara. Seperti halnya saat merebus air, nah itu juga mengeluarkan suara.Gemuruh itu karena gas yang terlepaskan,"jelasnya.
 
Kepada masyarakat, Hanik pun menghimbau agar tidak perlu panik akibat kejadian ini. Ia kembali mengingatkan untuk sementara sebaiknya tidak ada aktivitas seperti kegiatan mendaki pada jarak dua kilometer dari puncak gunung Merapi. 
back to top