Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

Jogja-KoPi| Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY belum menemukan adanya tanda-tanda Gunung Merapi akan erupsi magmatik besar seperti pada letusan Merapi di tahun 2010 dan 2006. 

 

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso setelah pihaknya melihat erupsi freaktif yang berlangsung selama beberapa hari ini. Ia pun tidak memungkiri kemungkinan adanya gerakan magmatik yang dapat menjadi penanda meningkatnya aktifitas magma Merapi. Tapi pihaknya sampai saat ini belum menemukan material abu atau sejenisnya yang membuktikan adanya material baru dari magma.

"Sebenarnya ada arah ke situ tapi untuk membuktikannya kita perlu analisa materialnya. Dan saat ini analisa material abu itu belum menunjukkan adanya bahwa ini adalah material abu baru. Jadi ini belum dapat dibuktikan tapi kita akan terus analisa,"ujar Agus saat ditemui di Kantor BPPTKG, Rabu (23/5).

Lebih lanjut, indikator abu yang mengarah adanya pergerakkan magmatik ini dilihat dari adanya temuan material mineral gelas didalamnya. Material gelas itulah yang menjadi penanda bahwa abu tersebut merupakan material baru dan bukan material lama. Pasalnya jika abu tersebut berasal dari material lama maka erupsi yang terjadi belakangan ini bisa dipastikan bukan dari aktifitas magma saat ini.

"Ada kriteria yang menunjukkan bahwa itu material baru dan kapan ini disebut gelas. Gelas itu mencerminkan magma yang ada saat dan ini kita mencari itu," paparnya.

Tidak hanya dari material, BPPTKG juga melihat dari visual pergerakkan magma yang menyumbat kawah merapi. Agus pun melihat bahwa sumbatan kawah pada erupsi kali ini cenderung lebih tipis dibandingkan saat erupsi Merapi 2006 dan 2010. 

Pada erupsi besar di tahun 2006 dan 2010, Sumbat kawah puncak Merapi terlihat sangat besar dan berbentuk cukup runcing. Ini menunjukkan adanya gerakan magma yang besar di Gunung. 

Selain itu, pergerakkan magma juga bisa dilihat dari intensitas lewat gempa Vulkanik tektonik di Gunung Merapi. Erupsi pada tahun 2010 sendiri diisi dengan itensitas Gempa Vulkanik yang cukup tinggi. Pada awal bulan September, BPPTKG mencatat setidaknya terdapat gempa vulkanik hingga 5 kali dalam sehari. Dari situlah, BPPTKG dapat melihat dengan jelas adanya pergerakkan migrasi magma yang menandai adanya kemungkinan erupsi besar.

"Kalau 2010 terjadi sangat jelas migrasi magmanya. Jika terjadi seperti itu, itu ada kemungkinan ada tanda-tanda terjadi letusan magma,"tuturnya.

Pihak BPPTKG DIY pun akan terus memantau terus kondisi merapi untuk melihat kemungkinan-kemungkinan erupsi kedepan. Untuk saat ini, BPPTKG DIY baru bisa menyimpulkan bahwa erupsi Merapi masih berjenis Freaktif dan tidak se bahaya dibanding Erupsi 2010 dan 2006.

 

 

back to top