Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

BPBD menekankan perlu ada pengawasan pembangunan bangunan

BPBD menekankan perlu ada pengawasan pembangunan bangunan
Jogja-KoPi|Dalam rangka peringatan 11 tahun gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006, Kasi Kedaruratan BPBD ,Danang Syamsu mengatakan perlu ada pemantauan lebih dalam saat membangun bangunan  tahan gempa.
Danang menjelaskan dalam menanggulangi resiko bencana gempa,saat ini pemerintah menghimbau agar rumah atau bangunan harus dibangun sesuai Izin mendirikan bangunan(IMB). Namun dia menambahkan ada  pemantauan saat  proses pembangunan bangunan.
 
"Saat ini rumah terlihat lebih bagus dibandingkan dulu, seperti nya rumah sudah tahan gempa dan sesuai IMB, hanya saja setelah iMb sudah didapat muncul pertanyaan apakah pembangunan juga diawasi?,"tanyanya saat diwawancarai di Alun-alun Selatan,Sabtu (27/5).
 
Danang menambahkan kembali terkait penanggulangan resiko ini juga dirasanya penting. Pasalnya dalam gempa 2006, sebanyak 5000 nyawa meninggal bukan karena gempa namun karena bangunan infrastruktur dan bangunan yang tidak tahan gempa dan menimpa banyak korban gempa.
 
Sehingga dia pun menekankan dalam menanggulangi bencana gempa dimasa depan,perlu ada langkah lanjut dalam pembangunan bangun. Danang menuturkan dalam proses pembangunan,perlu ada pengawasan seperti kesesuaian  pada kontruksi bangunan, campuran semen dan besi dalam bangunan yang tahan gempa.
 
Dia melanjutkan pengawasan ini merupakan satu dari empat faktor yang perlu diawasi oleh pihaknya BPBD dan masyarakat sebagai langkah mitigasi resiko bencana gempa.
 
"Ada 4 faktor kita tangani dalam mengurangi resiko bencana,seperti faktor Fisik atau bangunan, Faktor ekonomi, faktor sosial budaya  yang termasuk sikap,dan  faktor lingkungan,"jelasnya.
 
Dia juga menghimbau dalam menanggulangi resiko bencana gempa ini, masyarakat Yogyakarta harus memahami resiko bencana gempa ditempat tinggal masing-masing. Masyarakat juga dimintanya agar mempersiapkan mekanisme penanganan  gempa jika suatu saat gempa terjadi.
 
Dia juga menyarankan jika masyarakat dirasa kurang yakin dalam melakukan langkah mitigasi bencana,mereka bisa menghubungi pihaknya melalui Pusdalops di kantor BPBB DIY untuk mengetahui langkah penanggulangan bencana gempa lebih lanjut.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top