Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

BPBD menekankan perlu ada pengawasan pembangunan bangunan

BPBD menekankan perlu ada pengawasan pembangunan bangunan
Jogja-KoPi|Dalam rangka peringatan 11 tahun gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006, Kasi Kedaruratan BPBD ,Danang Syamsu mengatakan perlu ada pemantauan lebih dalam saat membangun bangunan  tahan gempa.
Danang menjelaskan dalam menanggulangi resiko bencana gempa,saat ini pemerintah menghimbau agar rumah atau bangunan harus dibangun sesuai Izin mendirikan bangunan(IMB). Namun dia menambahkan ada  pemantauan saat  proses pembangunan bangunan.
 
"Saat ini rumah terlihat lebih bagus dibandingkan dulu, seperti nya rumah sudah tahan gempa dan sesuai IMB, hanya saja setelah iMb sudah didapat muncul pertanyaan apakah pembangunan juga diawasi?,"tanyanya saat diwawancarai di Alun-alun Selatan,Sabtu (27/5).
 
Danang menambahkan kembali terkait penanggulangan resiko ini juga dirasanya penting. Pasalnya dalam gempa 2006, sebanyak 5000 nyawa meninggal bukan karena gempa namun karena bangunan infrastruktur dan bangunan yang tidak tahan gempa dan menimpa banyak korban gempa.
 
Sehingga dia pun menekankan dalam menanggulangi bencana gempa dimasa depan,perlu ada langkah lanjut dalam pembangunan bangun. Danang menuturkan dalam proses pembangunan,perlu ada pengawasan seperti kesesuaian  pada kontruksi bangunan, campuran semen dan besi dalam bangunan yang tahan gempa.
 
Dia melanjutkan pengawasan ini merupakan satu dari empat faktor yang perlu diawasi oleh pihaknya BPBD dan masyarakat sebagai langkah mitigasi resiko bencana gempa.
 
"Ada 4 faktor kita tangani dalam mengurangi resiko bencana,seperti faktor Fisik atau bangunan, Faktor ekonomi, faktor sosial budaya  yang termasuk sikap,dan  faktor lingkungan,"jelasnya.
 
Dia juga menghimbau dalam menanggulangi resiko bencana gempa ini, masyarakat Yogyakarta harus memahami resiko bencana gempa ditempat tinggal masing-masing. Masyarakat juga dimintanya agar mempersiapkan mekanisme penanganan  gempa jika suatu saat gempa terjadi.
 
Dia juga menyarankan jika masyarakat dirasa kurang yakin dalam melakukan langkah mitigasi bencana,mereka bisa menghubungi pihaknya melalui Pusdalops di kantor BPBB DIY untuk mengetahui langkah penanggulangan bencana gempa lebih lanjut.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top