Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

BPBD menekankan perlu ada pengawasan pembangunan bangunan

BPBD menekankan perlu ada pengawasan pembangunan bangunan
Jogja-KoPi|Dalam rangka peringatan 11 tahun gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006, Kasi Kedaruratan BPBD ,Danang Syamsu mengatakan perlu ada pemantauan lebih dalam saat membangun bangunan  tahan gempa.
Danang menjelaskan dalam menanggulangi resiko bencana gempa,saat ini pemerintah menghimbau agar rumah atau bangunan harus dibangun sesuai Izin mendirikan bangunan(IMB). Namun dia menambahkan ada  pemantauan saat  proses pembangunan bangunan.
 
"Saat ini rumah terlihat lebih bagus dibandingkan dulu, seperti nya rumah sudah tahan gempa dan sesuai IMB, hanya saja setelah iMb sudah didapat muncul pertanyaan apakah pembangunan juga diawasi?,"tanyanya saat diwawancarai di Alun-alun Selatan,Sabtu (27/5).
 
Danang menambahkan kembali terkait penanggulangan resiko ini juga dirasanya penting. Pasalnya dalam gempa 2006, sebanyak 5000 nyawa meninggal bukan karena gempa namun karena bangunan infrastruktur dan bangunan yang tidak tahan gempa dan menimpa banyak korban gempa.
 
Sehingga dia pun menekankan dalam menanggulangi bencana gempa dimasa depan,perlu ada langkah lanjut dalam pembangunan bangun. Danang menuturkan dalam proses pembangunan,perlu ada pengawasan seperti kesesuaian  pada kontruksi bangunan, campuran semen dan besi dalam bangunan yang tahan gempa.
 
Dia melanjutkan pengawasan ini merupakan satu dari empat faktor yang perlu diawasi oleh pihaknya BPBD dan masyarakat sebagai langkah mitigasi resiko bencana gempa.
 
"Ada 4 faktor kita tangani dalam mengurangi resiko bencana,seperti faktor Fisik atau bangunan, Faktor ekonomi, faktor sosial budaya  yang termasuk sikap,dan  faktor lingkungan,"jelasnya.
 
Dia juga menghimbau dalam menanggulangi resiko bencana gempa ini, masyarakat Yogyakarta harus memahami resiko bencana gempa ditempat tinggal masing-masing. Masyarakat juga dimintanya agar mempersiapkan mekanisme penanganan  gempa jika suatu saat gempa terjadi.
 
Dia juga menyarankan jika masyarakat dirasa kurang yakin dalam melakukan langkah mitigasi bencana,mereka bisa menghubungi pihaknya melalui Pusdalops di kantor BPBB DIY untuk mengetahui langkah penanggulangan bencana gempa lebih lanjut.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top