Menu
UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas …

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 20...

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

Bantul-KoPi| Sebagai Univ...

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi Intelegensia Muda Berkarakter Tradisi Besar

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi In…

Bantul-KoPi| Ketua Umum P...

Seminar COMICOS 2017 Universitas Atmajaya Yogyakarta

Seminar COMICOS 2017 Universitas At…

SLEMAN-Memasuki usianya y...

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama Orangtua/Wali Mahasiswa Baru

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama …

Bantul-KoPi| Tradisi baik...

Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Prev Next

BNPB berupaya mengelola sungai bersih dan sehat

BNPB berupaya mengelola sungai bersih dan sehat

Jogja-KoPi|Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memulai pelatihan fasilitator untuk sekolah Sungai di Indonesia. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan pelatihan ini diikuti 12 anggota BPBD kabupaten dan kota di Indonesia.

Selama 6 hari masing-masing anggota BPBD akan saling berbagi pengalaman bersama BPBD DIY dan Jateng terkait pengelolaan sungai yang baik

"Kita melatih masing-masing 3 anggota, mereka akan kita latih menjadi fasilitator sekolah sungai agar nantinya bisa dikembangkan dan diterapkan di tempat masing-masing,"ujarnya saat ditemui di Karangwaru,Rabu (26/7).

Wisnu menjelaskan sekolah sungai erat kaitannya dengan langkah BNPB dalam mencegah bencana air. Ia melanjutkan perilaku masyarakat yang tidak merawat sungai seperti membuang sampah ke sungai menjadi faktor pemicu terbesar bencana banjir dll.

Ia berharap dengan pergerakan sekolah sungai ini nantinya BNPB bersama masyarakat dapat mengembalikan ekosistem sungai seperti semula

Menurut Wisnu,Pengembalian sungai ke fungsi alamnya akan berperan besar dalam langkah pencegahan bencana Hidrometrologis.

"Kita berusaha untuk mengembalikan ekosistem sungai ke alamnya yaitu sebagai penampung hujan dan mampu mengalirkan air . Untuk mengubah ekosistem tersebut kita juga perlu mengubah perilaku masyarakatnya,"ucapnya

Sementara itu,Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno mengatakan Sungai di Yogyakarta yang mandiri meliputi wilayah Blunyah Rejo dan Karangwaru pasalnya sekolah sungai terpusat dikedua wilayah tersebut.

Beberapa Sungai lainnya masih dalam kategori Pratama atau rintisan BPBD.

"Kalo pratama itu sungai yang belum banyak dilibatkan, seperti sungai gajah wong dan sungai kuning, masyarakat mendominasi,"tutur Krido.

Pemilihan BPBD DIY dan Jateng karena kedua wilayah tersebut dinilai sukses dalam mengelola sungai. Dan Wilayah jawa tengah seperti Klaten sukes mengelola sungai sebagai obyek wisata.

BNPN saat ini tidak hanya terfokus pada sungai diperkotaan namun juga sungai di bagian hulu (pegunungan) dan hilir ( laut).Tahun ini BNPB berencana merintis pula sekolah sungai di dua spot tersebut sebagai upaya pengembalian ekosistem sungai kembali seperti semula.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top