Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

BNPB berupaya mengelola sungai bersih dan sehat

BNPB berupaya mengelola sungai bersih dan sehat

Jogja-KoPi|Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memulai pelatihan fasilitator untuk sekolah Sungai di Indonesia. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan pelatihan ini diikuti 12 anggota BPBD kabupaten dan kota di Indonesia.

Selama 6 hari masing-masing anggota BPBD akan saling berbagi pengalaman bersama BPBD DIY dan Jateng terkait pengelolaan sungai yang baik

"Kita melatih masing-masing 3 anggota, mereka akan kita latih menjadi fasilitator sekolah sungai agar nantinya bisa dikembangkan dan diterapkan di tempat masing-masing,"ujarnya saat ditemui di Karangwaru,Rabu (26/7).

Wisnu menjelaskan sekolah sungai erat kaitannya dengan langkah BNPB dalam mencegah bencana air. Ia melanjutkan perilaku masyarakat yang tidak merawat sungai seperti membuang sampah ke sungai menjadi faktor pemicu terbesar bencana banjir dll.

Ia berharap dengan pergerakan sekolah sungai ini nantinya BNPB bersama masyarakat dapat mengembalikan ekosistem sungai seperti semula

Menurut Wisnu,Pengembalian sungai ke fungsi alamnya akan berperan besar dalam langkah pencegahan bencana Hidrometrologis.

"Kita berusaha untuk mengembalikan ekosistem sungai ke alamnya yaitu sebagai penampung hujan dan mampu mengalirkan air . Untuk mengubah ekosistem tersebut kita juga perlu mengubah perilaku masyarakatnya,"ucapnya

Sementara itu,Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno mengatakan Sungai di Yogyakarta yang mandiri meliputi wilayah Blunyah Rejo dan Karangwaru pasalnya sekolah sungai terpusat dikedua wilayah tersebut.

Beberapa Sungai lainnya masih dalam kategori Pratama atau rintisan BPBD.

"Kalo pratama itu sungai yang belum banyak dilibatkan, seperti sungai gajah wong dan sungai kuning, masyarakat mendominasi,"tutur Krido.

Pemilihan BPBD DIY dan Jateng karena kedua wilayah tersebut dinilai sukses dalam mengelola sungai. Dan Wilayah jawa tengah seperti Klaten sukes mengelola sungai sebagai obyek wisata.

BNPN saat ini tidak hanya terfokus pada sungai diperkotaan namun juga sungai di bagian hulu (pegunungan) dan hilir ( laut).Tahun ini BNPB berencana merintis pula sekolah sungai di dua spot tersebut sebagai upaya pengembalian ekosistem sungai kembali seperti semula.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top