Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

BNNP DIY musnahkan sebagian barang bukti narkoba

BNNP DIY musnahkan sebagian barang bukti narkoba

Jogja-KoPi|Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY memusnahkan barang bukti narkotika berupa sabu-sabu 50 gram dan ganja kelas satu dengan berat 680 gram di Kantor BNNP DIY, Kamis (30/3). Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil dari pengungkapan kasus narkotika di Yogyakarta sepanjang bulan Maret 2017.

Kepala bidang pemberantasan BNNP DIY, Mujiyana,S.H menjelaskan, pada bulan Maret ini terdapat tiga kasus pengungkapan narkotika jenis sabu dan ganja yang ditangani BNN.

Kasus pertama merupakan penangkapan enam tersangka pengedar narkotika pada tanggal 9 Maret 2017 dengan temuan barang bukti ganja yang dipaketkan dengan berat brutto 705 gram dan sabu seberat 85,43 gram.

Mujiyono menambahkan bahwa empat tersangka ditangkap di dua tempat yang berbeda yaitu di Jalan Kaliurang dan Sinduadi, Sleman. Sementara dua tersangka lainnya setelah kasus dikembangkan dua tersangka tersebut, satu tersangka merupakan narapidana di Lapas Narkotika kelas II A Pakem, Sleman.

“Dua tersangka dengan inisial KL dan BHG kita tangkap di Jalan kaliurang, yang dua lagi kita tangkap saat dirumah Kos. Dikamar Kos tersebut ditemukan sejumlah paket shabu-shabu, di sana kita tangkap tersangka FR dan PC. Setelah dilakukan tes urin, kedua tersangka ini positif mengkonsumsi Hanja dan Sabu ,”paparnya saat jumpa pers.

Mujiyono melanjutkan pengungkapan kedua dengan menangkap 1 tersangka berinisal BP di Wilayah Bantul pada tanggal 19 Maret 2017. Ditangannya, BNNP mendapati 31 paket narkotika jenis shabu siap edar dengan jumlah berat total 20 gram.

Mujioyono menjelaskan setelah penangkapan tersebut, BNNP mendapatkan informasi bahwa sabu tersebut masuk dari Ambarawa yang kemudian diterima oleh BP namun belum sempat diedarkan di Yogyakarta.

Pengungkapan kasus narkotika terakhir terjadi pada 22 Maret 2017 dengan ditangkapnya seorang wanita berinisial AD di Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.


Dari tngan AD, BNNP DIY mendapati 50,04 gram narkotika jenis sabu yang dimasukkan ke dalam satu kardus bedak merk Herocyn. Mujiyono menambahkan dari 50,04 sabu tersebut sebagian akan dikirimkan ke LP Grhasia dan sebagian ke Yogyakarta.


“Rencananya dari 50 Gram Shabu akan dikirimkan 25 Gram ke Lp Grhsia dan 25 Gram ke Yogyakarta, nanti akan dikirimkan lewat bentuk paket kecil,”jelas Mujioyono.

BNNP DIY hanya memusnahkan barang bukti dari kasus pertama dan tidak semua kasus. Pasalnya sebagian narkotika yang ada akan digunakan sebagai barang bukti di pengadilan nanti.

“Untuk pemusnahan kasus pertama, kita tidak memusnahkan semuanya. Namun sebagian akan kita ambil sebagai barang bukti. Terkait dengan Kasus kedua dan ketiga barang bukti narkotika belum bisa dimusnahkan karena masih digunakan untuk pendalaman di kejaksaan,” jelasnya.

Kedelapan pengedar ini, dikenai berbagai pasal seperti pasal 132 ayat 1, pasal 114 ayat 1, pasal 115 ayat 1, pasal 111 ayat 1 Undang undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman yang bervariasi dari Hukuman penjara 20 Tahun, Pidana seumur hidup hingga hukuman mati.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top