Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

BNNP DIY musnahkan sebagian barang bukti narkoba

BNNP DIY musnahkan sebagian barang bukti narkoba

Jogja-KoPi|Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY memusnahkan barang bukti narkotika berupa sabu-sabu 50 gram dan ganja kelas satu dengan berat 680 gram di Kantor BNNP DIY, Kamis (30/3). Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil dari pengungkapan kasus narkotika di Yogyakarta sepanjang bulan Maret 2017.

Kepala bidang pemberantasan BNNP DIY, Mujiyana,S.H menjelaskan, pada bulan Maret ini terdapat tiga kasus pengungkapan narkotika jenis sabu dan ganja yang ditangani BNN.

Kasus pertama merupakan penangkapan enam tersangka pengedar narkotika pada tanggal 9 Maret 2017 dengan temuan barang bukti ganja yang dipaketkan dengan berat brutto 705 gram dan sabu seberat 85,43 gram.

Mujiyono menambahkan bahwa empat tersangka ditangkap di dua tempat yang berbeda yaitu di Jalan Kaliurang dan Sinduadi, Sleman. Sementara dua tersangka lainnya setelah kasus dikembangkan dua tersangka tersebut, satu tersangka merupakan narapidana di Lapas Narkotika kelas II A Pakem, Sleman.

“Dua tersangka dengan inisial KL dan BHG kita tangkap di Jalan kaliurang, yang dua lagi kita tangkap saat dirumah Kos. Dikamar Kos tersebut ditemukan sejumlah paket shabu-shabu, di sana kita tangkap tersangka FR dan PC. Setelah dilakukan tes urin, kedua tersangka ini positif mengkonsumsi Hanja dan Sabu ,”paparnya saat jumpa pers.

Mujiyono melanjutkan pengungkapan kedua dengan menangkap 1 tersangka berinisal BP di Wilayah Bantul pada tanggal 19 Maret 2017. Ditangannya, BNNP mendapati 31 paket narkotika jenis shabu siap edar dengan jumlah berat total 20 gram.

Mujioyono menjelaskan setelah penangkapan tersebut, BNNP mendapatkan informasi bahwa sabu tersebut masuk dari Ambarawa yang kemudian diterima oleh BP namun belum sempat diedarkan di Yogyakarta.

Pengungkapan kasus narkotika terakhir terjadi pada 22 Maret 2017 dengan ditangkapnya seorang wanita berinisial AD di Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.


Dari tngan AD, BNNP DIY mendapati 50,04 gram narkotika jenis sabu yang dimasukkan ke dalam satu kardus bedak merk Herocyn. Mujiyono menambahkan dari 50,04 sabu tersebut sebagian akan dikirimkan ke LP Grhasia dan sebagian ke Yogyakarta.


“Rencananya dari 50 Gram Shabu akan dikirimkan 25 Gram ke Lp Grhsia dan 25 Gram ke Yogyakarta, nanti akan dikirimkan lewat bentuk paket kecil,”jelas Mujioyono.

BNNP DIY hanya memusnahkan barang bukti dari kasus pertama dan tidak semua kasus. Pasalnya sebagian narkotika yang ada akan digunakan sebagai barang bukti di pengadilan nanti.

“Untuk pemusnahan kasus pertama, kita tidak memusnahkan semuanya. Namun sebagian akan kita ambil sebagai barang bukti. Terkait dengan Kasus kedua dan ketiga barang bukti narkotika belum bisa dimusnahkan karena masih digunakan untuk pendalaman di kejaksaan,” jelasnya.

Kedelapan pengedar ini, dikenai berbagai pasal seperti pasal 132 ayat 1, pasal 114 ayat 1, pasal 115 ayat 1, pasal 111 ayat 1 Undang undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman yang bervariasi dari Hukuman penjara 20 Tahun, Pidana seumur hidup hingga hukuman mati.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top