Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

BMKG Cilacap ingatkan masyarakat Jateng-Selatan waspadai pancaroba

BMKG Cilacap ingatkan masyarakat Jateng-Selatan waspadai pancaroba

Cilaacap| Stasiun Metrologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memprakirakan wilayah Jawa Tengah bagian selatan memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

"Kalau dilihat dari pola hujannya yang sudah banyak disertai petir, cenderung terjadi pada sore hari, perilaku anginnya juga variabel atau berpindah-pindah, ini menunjukkan kalau sekarang sudah pancaroba," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya angin puting beliung atau langkisau yang ditandai dengan suhu udara pada siang hari terasa sangat panas sehingga terjadi pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) dan cuaca menjelang sore menjadi redup.

Jika terjadi hujan lebat secara tiba-tiba yang disertai angin, kata dia, hal itu berbahaya karena berpotensi menyebabkan terjadinya angin puting beliung.

Akan tetapi jika gerimis atau hujan ringan, lanjut dia, kondisi tersebut tidak berbahaya.

"Dengan datangnya masa pancaroba ini, awal musim kemarau di wilayah Jateng selatan diprakirakan berlangsung normal, yakni pada bulan Juni," katanya.

Terkait prakiraan curah hujan pada bulan April, Teguh memprakirakan untuk wilayah Cilacap bagian barat-utara berkisar 200-300 milimeter dengan sifat hujan normal sedangkan wilayah Cilacap bagian selatan atau pesisir berkisar 150-200 milimeter dengan sifat hujan di bawah normal.

Sementara curah hujan untuk wilayah pegunungan tengah Jateng, dia memperkirakan masih cukup tinggi terutama di Pemalang bagian selatan, Purbalingga bagian utara, Pekalongan bagian selatan, Batang bagian selatan, Wonosobo, serta Banjarnegara bagian utara dan timur.

"Curah hujan di wilayah-wilayah tersebut diprakirakan berkisar 300-400 milimeter," katanya.| AntaraNews

back to top