Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

BKKBN resmikan Pojok Kependudukan pertama di SMA DIY

BKKBN resmikan Pojok Kependudukan pertama di SMA DIY
Jogja-KoPi|Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) DIY meresmikan Pojok Kependudukan SMA pertama di Yogyakarta di SMA BOPKRI Satu (BOSA),Senin (11/9).
 
Peresmian ini merupakan bentuk kerja sama antara BKKBN dan SMA BOSA dalam rangka menumbuhkan peserta didik yang melek pada isu kependudukan. Kepala Sekolah BOSA, Andar Rujito menyampaikan bahwa masalah kependudukan menjadi isu penting untuk diketahui dan dipahami siswa saat ini.
 
"Pokja (kelompok kerja ) ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk bersikap bertanggung jawab dan memberanikan diri membentuk kelompok kepedulian serta memberi ruang kepada mereka(siswa) untuk peduli penduduk. Sekolah pun harus bertanggung jawab pada masa depan siswa,"jelas Andar pasca peresmian.
 
Selain peresmian dan pembentukan pokja siswa pada pojok kependudukan ,Andar bersama sekolah pun menyediakan berbagai fasilitas dan langkah pendukung siswa untuk meningkatkan pengetahuan pada isu kependudukan. Seperti penyediaan ruang fasilitas seperti buku dan komputer agar siswa dapat mengakses informasi terkait isu kependudukan. 
 
Tak hanya itu, sekolah BOSA pun juga berusaha mengintegrasikan isu kependudukan dalam mata pelajaran siswa.
 
Pada peresmian ini, hadir pula Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Kesejahteraan DIY, Sulityo. Ia pun menyampaikan apresiasinya dengan pojok kependudukan yang pertama kali terbentuk di DIY.Ia juga meminta pula kepada Dinas pendidikan dan Olahraga(Disdikpora) DIY agar kedepannya dapat membentuk Pojok-pojok lainnya di semua SMA DIY.
 
"Coba bayangkan jika semua SMA di DIY melakukan ini maka tentunya dapat berikan efek yang signifikan khususnya pada isu kependudukan,"ujar Sulistyo.
 
 
Sementara itu dari BKKBN,Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN Pusat, Wendy Hartanto mengatakan pembentukan Pokja dan peresmian pojok kependudukan ditingkat SMA merupakan langkah dini untuk menyambut bonus demografi Indonesia tahun 2025. 
 
Melalui pojok kependudukan di sekolah SMA,siswa diharapkan dapat mengetahui segala isu-isu terkait kependudukan agar dapat menjadi bahan pemikiran dasar mereka setelah lulus dan bekerja nanti. Tujuannya adalah demi meningkatkan kualitas penduduk indonesia saat bonus demografi nanti.
 
"Kami harapkan ini menjadi investasi sedini mungkin, agar nantinya setelah mereka lulus dari sekolah dan menjadi pejabat ,mereka dapat mengetahui isu-isu terkini. Kita ingin meningkatkan kualitas penduduk kita agar kita tidak menjadi buruh di negara sendiri,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
back to top