Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

BKKBN resmikan Pojok Kependudukan pertama di SMA DIY

BKKBN resmikan Pojok Kependudukan pertama di SMA DIY
Jogja-KoPi|Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) DIY meresmikan Pojok Kependudukan SMA pertama di Yogyakarta di SMA BOPKRI Satu (BOSA),Senin (11/9).
 
Peresmian ini merupakan bentuk kerja sama antara BKKBN dan SMA BOSA dalam rangka menumbuhkan peserta didik yang melek pada isu kependudukan. Kepala Sekolah BOSA, Andar Rujito menyampaikan bahwa masalah kependudukan menjadi isu penting untuk diketahui dan dipahami siswa saat ini.
 
"Pokja (kelompok kerja ) ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk bersikap bertanggung jawab dan memberanikan diri membentuk kelompok kepedulian serta memberi ruang kepada mereka(siswa) untuk peduli penduduk. Sekolah pun harus bertanggung jawab pada masa depan siswa,"jelas Andar pasca peresmian.
 
Selain peresmian dan pembentukan pokja siswa pada pojok kependudukan ,Andar bersama sekolah pun menyediakan berbagai fasilitas dan langkah pendukung siswa untuk meningkatkan pengetahuan pada isu kependudukan. Seperti penyediaan ruang fasilitas seperti buku dan komputer agar siswa dapat mengakses informasi terkait isu kependudukan. 
 
Tak hanya itu, sekolah BOSA pun juga berusaha mengintegrasikan isu kependudukan dalam mata pelajaran siswa.
 
Pada peresmian ini, hadir pula Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Kesejahteraan DIY, Sulityo. Ia pun menyampaikan apresiasinya dengan pojok kependudukan yang pertama kali terbentuk di DIY.Ia juga meminta pula kepada Dinas pendidikan dan Olahraga(Disdikpora) DIY agar kedepannya dapat membentuk Pojok-pojok lainnya di semua SMA DIY.
 
"Coba bayangkan jika semua SMA di DIY melakukan ini maka tentunya dapat berikan efek yang signifikan khususnya pada isu kependudukan,"ujar Sulistyo.
 
 
Sementara itu dari BKKBN,Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN Pusat, Wendy Hartanto mengatakan pembentukan Pokja dan peresmian pojok kependudukan ditingkat SMA merupakan langkah dini untuk menyambut bonus demografi Indonesia tahun 2025. 
 
Melalui pojok kependudukan di sekolah SMA,siswa diharapkan dapat mengetahui segala isu-isu terkait kependudukan agar dapat menjadi bahan pemikiran dasar mereka setelah lulus dan bekerja nanti. Tujuannya adalah demi meningkatkan kualitas penduduk indonesia saat bonus demografi nanti.
 
"Kami harapkan ini menjadi investasi sedini mungkin, agar nantinya setelah mereka lulus dari sekolah dan menjadi pejabat ,mereka dapat mengetahui isu-isu terkini. Kita ingin meningkatkan kualitas penduduk kita agar kita tidak menjadi buruh di negara sendiri,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
back to top