Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Kulon Progo-KoPi│Masayarakat Dusun Girigondo turut berduka dengan mengibarkan bendera setengah tiang di sepanjang jalan menuju area pemakaman Pakualam sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya KGPAA Pakualam IX.

Masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang karena Raja Pakualaman IX dianggap seperti sosok pahlawan dan sebagai Raja yang memiliki kewibawaan lebih bagi masyarakat Dusun Girigondo Desa Kali Gintung Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo.

Penghormatan terakhir tidak hanya tergambarkan dalam bentuk simbolik saja dari masyarakat. Salah satu ungkapakan kehilangan disampaikan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

"Masyarakat merasa kehilangan beliau sosok yang baik walaupun dalam keadaan sakit tetap mengunjungi masyarakatnya,”.

bunga pk2

Rasa hormat itu juga diungkapkan secara lisan maupun tulisan, seperti halnya terpapar di setiap karangan bunga yang menunjukan rasa duka.

Ratusan karangan bunga yang memadati area komplek pemakaman pakualaman, menjadi keuntungan tersendiri bagi anak-anak warga dusun sekitar pemakaman.

bunga pk 1

 

Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun itu mengumpulkan dan memanfaatkan bunga-bunga yang ada sebagai bahan bermain. Area pemakaman yang biasa diyakini sebagai momok atau tempat yang menyeramkan, tapi kini dijadikan sebuah situs pariwisata dan tempat bermain yang menyenangkan bagi mereka.

Selain itu anak-anak juga terdapat beberapa warga yang mengais berkah dengan mengambil bunga-bunga yang ada di sekitar areal pemakaman.│Frenda Yentin│ Cucuk Armanto│

back to top