Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

BEM DIY menggelar aksi meminta pemerintah melindungi kampus dari paham radikalisme

BEM DIY menggelar aksi meminta pemerintah melindungi kampus dari paham radikalisme
Jogja-KoPi|Gabungan mahasiswa Universitas  DIY yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar aksi Pancasila di Tugu Yogyakarta, Selasa (30/5). Puluhan mahasiswa DIY ini beraksi dengan menampilkan baju adat daerah masing-masing dan membawa pamflet pancasila. 
 
Dalam aksi yang bertemakan pancasila ini, Forum BEM DIY meminta dua hal kepada pemerintah yaitu perlindungan dunia pendidikan dari paham radikalisme dan pemercepatan kesejahteraan rakyat . 
 
“Pertama kami meminta kepada pemerintah agar  menyelamatkan dunia pendidikan dari paham radikalisme dan  pemercepatan kesejahteraan rakyat,” tekan ketua Forum BEM DIY, Fatah,Selasa (30/5). 
 
Fatah menuturkan gerakan radikalisme yang anti pancasila ini meski tidak bergerak frontal namun perlahan masuk kedunia perkampus an. Dia menjelaskan paham radikalisme biasa masuk dengan latar belakang agama dari diskusi kelompok kecil dan membesar sampai membentuk acara tersendiri.
 
Fatah melihat gerakan radikalisme dan terorisme ini tumbuh pula karena faktor ekonomi. Dia mengimbuhkan paham ini dapat masuk ke masyarakat miskin karena iming-iming dari pihak tertentu  seperti menjanjikan masuk surga dan lain-lain.  
 
“Kalo kita melihat  radikalisme dan terorisme ini,mereka tumbuh karena faktor ekonomi juga, jika ada tawaran dari faktor-faktor tertentu dengan  iming-iming uang dan janji surga,”lanjut Fatah.
 
Dia pun menghimbau kepada pemerintah agar  melakukan langkah tegas pencegahan dan tidak hanya menangkap pelaku paham radikalisme. Salah satunya dengan memperbaiki dan menambah jam kurikulum mata kuliah pancasila dan kebangsaan.
 
 “Cara mengantisipasi paham radikalisme ini melalui kebijakan pemerintah dengan menambah kurikulum yang berbau kebangsaan dan kepancasilaan,saat ini  pembahasan mata kuliah kebangsaan itu sangat terbatas, kita mungkin hanya membicarakan pancasila seminggu hanya satu setengah jam,”terangnya.
 
Terkait dengan pencegahan dan antisipasi gerakan radikalisme ini, dia juga mengatakan perlu adanya dukungan dari pihak kampus, pemerintah dan masyarakat. Khusus pemerintah, dia meminta agar mereka memperhatikan pula kesejahteraan rakyat untuk mencegah gerakan radikalisme agar tidak menjalar.
 
“Kalo kita dikampus sudah bicara soal pancasila dan kebangsaan namun di kampung orang miskin dirayu-rayu untuk datang ketimur lalu bagaimana? itu yang perlu jadi penekanan,”  pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top