Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Belum ada temuan peredaran PCC di sekolah Yogyakarta

Belum ada temuan peredaran PCC di sekolah Yogyakarta

Jogja-KoPi|Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono menyampaikan belum ada temuan peredaran obat terlarang sejenis PCC di Yogyakarta. Ia mengungkapkan ,pihaknya sudah terjun dan menyisir lapangan di DIY begitu kasus PCC mencuat di Kendari beberapa waktu lalu.

"Begitu kasus PCC mencuat,saya bersama resimen Narkoba dan jajaran segera mengscan dan menyisir lapangan,alhamdulilah sampai sekarang belum ada temuan dan semoga di Yogyakarta tidak ada temuan," ujarnya saat dijumpai usai menemani Panglima TNI ziarah ke TMP Kusumanegara,Selasa (19/9).

Tommy menuturkan pengecekan lapangan ini meliputi semua tempat yang berpotensi menjadi jalur peredaran PCC. Saat pengecekan ,Ia pun menerjunkan intel dari kepolisian untuk mengawasi langsung anak -anak usia sekolah dari SMP hingga TK di Yogyakarta.

Alhasil pihaknya sampai saat ini belum menemukan siswa atau sekolah yang korban obat PCC seperti yang terjadi di Kendari. Sebagai bentuk pencegahan pihaknya juga mempelajari modus penyebaran PCC di Kendari unuk mencegah terjadi di DIY.

"Apalagi saat diekspos itu pcc memang sangat berbahaya,obat itupun ternyata sudah dilarang beberapa tahun belakangan,namun sayangnya anak-anak sekolah menjadi korban yang angat rawan pada kasus ini,"tuturnya.

Sebagai bentuk pencegahannya,Tommy pun menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan lagi obat yang mereka konsumsi. Secara tegas,ia menekankan agar masyarakat tidak meminum sembarang obat tanpa resep dokter yang benar.

"Bahwa semua jenis obat apapun,tidak hanya PCC,jangan dikonsumsi tanpa resep dokter,Karena seperti PCC itu akan berdampak pada  kesehatan namun juga hukum,"ucapnya.

Sementara itu,berdasarkan keterangan dari BPOM, PCC yang ditemukan di Kendari merupakan obat keras. Kandungan PCC ini mirip dengan obat keras jenis Somadril dan sempat beredar luas di masyarakat. Namun demikia ,kedua Obat ini sudah ditarik oleh BPOM sejak Juli 2013 dan BPOM sampai saat ini masih melakukan pengawasan pada tempat penjualan obat terkait apakah obat ini masih beredar atau tidak.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top