Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bawaslu DIY temukan pelanggaran pilkada di 3 kabupaten

Bawaslu DIY temukan pelanggaran pilkada di 3 kabupaten
Jogjakarta-KoPi| Bawaslu DIY menemukan pelanggaran menjelang pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015. Pelanggaran terjadi di tiga kabupaten pemilihan.
 
Pihak Bawaslu telah menindak pelanggaran Alat Peraga Kampanye non fasilitasi KPU DIY. Menurut Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib Pelanggaran APK di Kabupaten Bantul didominasi oleh poster. Pasangan calon 1 sebanyak 243 poster dan paslon 2 sebanyak 127 poster.
 
Hal serupa terjadi di Kabupaten Sleman, pelanggaran APK non fasilitasi didominasi poster. Paslon 1 sebanyak 503 poster dan paslon 2 sebanyak 202 poster.
 
Sementara pelanggaran APK di Kabupaten Gunungkidul didominasi oleh sticker. Paslon 1 sebanyak 1.326 temuan, paslon 2 sebanyak 384 sticker, paslon 3 sebanyak 225 sticker dan paslon 4 sebanyak 1640 sticker.
 
Potensi pelanggaran pilkada
 
Menurut Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY, Sri R. Werdiningsih potensi pelanggaran terjadi pada masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi suara.
 
"Potensi pelanggaran sangat banyak di masa tenang ada black campaign, intimidasi dan kampanye terselubung," kata Sri saat konferensi pers di Kantor Bawaslu DIY pada tanggal 6 Desember 2015.
 
Sementara Ketua Bawaslu Muhammad Najib mewaspadai gencarnya money politics atau politi uang di masa tenang. "Waspada serangan fajar," kata Muhammad Najib.
 
Dari ketiga kabupaten, kabupaten Gunungkidul memiliki potensi paling besar terjadinya money politics.
 
"Kluster money politics cukup tinggi, yaitu 116 kasus karena kondisi masyarakat yang pragmatis dan miskin, ini sangat rentan," tambah Muhammad Najib. |Winda Efanur FS|
back to top