Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bawang merah pemicu Inflasi

Bawang merah pemicu Inflasi

Jogja-KoPi|Badan Pusat Statistik mencatat andil terbesar pemicu inflasi pada bulan November 2017 adalah komoditas bawang merah. Namun demikian harga bawang merah di pasar tidak menunjukkan kenaikan selama dua bulan belakangan.

Berdasarkan rilis dari BPS beberapa waktu lalu, Indeks Harga Konsumen /Inflasi pada bulan November, BPS mencatat di DIY terjadi inflasi 0,20 persen. Beberapa komoditas alami kenaikan harga memicu terjadinya inflasi

"Andil terbesar yang memicu terjadinya inflasi adalah komoditas bawang merah, naik sebesar 17,14 Persen,andilnya pada inflasi adalah 0,05 persen,"papar BPS pada releasenya, ditulis pada Rabu (6/12).

Komoditas lainnya pemicu kenaikan inflasi adalah beras, telur ayam ras dan pasir naik 0,80 persen, 4,91 persen, dan 3,38 persen dengan masing -masing memberikan andil 0,03 persen.

Cabai merah, brokoli dan daging ayam ras naik 15,79 persen, 25,59 persen, dan 1,77 persen dengan memberikan andil masing-masing 0,02 persen.

Cabai rawit, kayu balokan, pemeliharaan motor, daun melinjo , bensin dan lele naik 20,03 persen, 2,09 persen, 28,13 persen, 0,18 pesen dan 2,24 persen dengan masing-masing memberikan andil 0,01 persen.

Sementara itu pada pemantauan KoPi di beberapa pasar di kota Yogyakarta,KoPi menemukan bahwa Inflasi dengan komoditas inflasi pemicu terbesar Bawang Merah bulan November lalu tak menggemingkan harga bawang merah.

Seperti di Pasar Kranggan, Yati (54) pedagang sayur dan sembako mengatakan harga bawang putih dan merah masih tetap sama sejak November lalu. Harga bawang merah dan bawang putih dipatok sama yaitu Rp.25.000 perkilonya hingga awal desember ini.

"Bawang merah dan putih itu semua sama 25 ribu, tak ada kenaikan sejak bulan lalu,"kata Yati.

Dari pemantuan dan pencatatan database Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY mencatat harga Bawang merah di Pasar Beringharjo tak jauh berbeda dari harga bawang merah di pasar Kranggan dengan selisih Rp.4000 . Harga bawang merah tercatat dengan harga Rp.21.000. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top