Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Bawang merah pemicu Inflasi

Bawang merah pemicu Inflasi

Jogja-KoPi|Badan Pusat Statistik mencatat andil terbesar pemicu inflasi pada bulan November 2017 adalah komoditas bawang merah. Namun demikian harga bawang merah di pasar tidak menunjukkan kenaikan selama dua bulan belakangan.

Berdasarkan rilis dari BPS beberapa waktu lalu, Indeks Harga Konsumen /Inflasi pada bulan November, BPS mencatat di DIY terjadi inflasi 0,20 persen. Beberapa komoditas alami kenaikan harga memicu terjadinya inflasi

"Andil terbesar yang memicu terjadinya inflasi adalah komoditas bawang merah, naik sebesar 17,14 Persen,andilnya pada inflasi adalah 0,05 persen,"papar BPS pada releasenya, ditulis pada Rabu (6/12).

Komoditas lainnya pemicu kenaikan inflasi adalah beras, telur ayam ras dan pasir naik 0,80 persen, 4,91 persen, dan 3,38 persen dengan masing -masing memberikan andil 0,03 persen.

Cabai merah, brokoli dan daging ayam ras naik 15,79 persen, 25,59 persen, dan 1,77 persen dengan memberikan andil masing-masing 0,02 persen.

Cabai rawit, kayu balokan, pemeliharaan motor, daun melinjo , bensin dan lele naik 20,03 persen, 2,09 persen, 28,13 persen, 0,18 pesen dan 2,24 persen dengan masing-masing memberikan andil 0,01 persen.

Sementara itu pada pemantauan KoPi di beberapa pasar di kota Yogyakarta,KoPi menemukan bahwa Inflasi dengan komoditas inflasi pemicu terbesar Bawang Merah bulan November lalu tak menggemingkan harga bawang merah.

Seperti di Pasar Kranggan, Yati (54) pedagang sayur dan sembako mengatakan harga bawang putih dan merah masih tetap sama sejak November lalu. Harga bawang merah dan bawang putih dipatok sama yaitu Rp.25.000 perkilonya hingga awal desember ini.

"Bawang merah dan putih itu semua sama 25 ribu, tak ada kenaikan sejak bulan lalu,"kata Yati.

Dari pemantuan dan pencatatan database Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY mencatat harga Bawang merah di Pasar Beringharjo tak jauh berbeda dari harga bawang merah di pasar Kranggan dengan selisih Rp.4000 . Harga bawang merah tercatat dengan harga Rp.21.000. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top