Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Bawang merah pemicu Inflasi

Bawang merah pemicu Inflasi

Jogja-KoPi|Badan Pusat Statistik mencatat andil terbesar pemicu inflasi pada bulan November 2017 adalah komoditas bawang merah. Namun demikian harga bawang merah di pasar tidak menunjukkan kenaikan selama dua bulan belakangan.

Berdasarkan rilis dari BPS beberapa waktu lalu, Indeks Harga Konsumen /Inflasi pada bulan November, BPS mencatat di DIY terjadi inflasi 0,20 persen. Beberapa komoditas alami kenaikan harga memicu terjadinya inflasi

"Andil terbesar yang memicu terjadinya inflasi adalah komoditas bawang merah, naik sebesar 17,14 Persen,andilnya pada inflasi adalah 0,05 persen,"papar BPS pada releasenya, ditulis pada Rabu (6/12).

Komoditas lainnya pemicu kenaikan inflasi adalah beras, telur ayam ras dan pasir naik 0,80 persen, 4,91 persen, dan 3,38 persen dengan masing -masing memberikan andil 0,03 persen.

Cabai merah, brokoli dan daging ayam ras naik 15,79 persen, 25,59 persen, dan 1,77 persen dengan memberikan andil masing-masing 0,02 persen.

Cabai rawit, kayu balokan, pemeliharaan motor, daun melinjo , bensin dan lele naik 20,03 persen, 2,09 persen, 28,13 persen, 0,18 pesen dan 2,24 persen dengan masing-masing memberikan andil 0,01 persen.

Sementara itu pada pemantauan KoPi di beberapa pasar di kota Yogyakarta,KoPi menemukan bahwa Inflasi dengan komoditas inflasi pemicu terbesar Bawang Merah bulan November lalu tak menggemingkan harga bawang merah.

Seperti di Pasar Kranggan, Yati (54) pedagang sayur dan sembako mengatakan harga bawang putih dan merah masih tetap sama sejak November lalu. Harga bawang merah dan bawang putih dipatok sama yaitu Rp.25.000 perkilonya hingga awal desember ini.

"Bawang merah dan putih itu semua sama 25 ribu, tak ada kenaikan sejak bulan lalu,"kata Yati.

Dari pemantuan dan pencatatan database Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY mencatat harga Bawang merah di Pasar Beringharjo tak jauh berbeda dari harga bawang merah di pasar Kranggan dengan selisih Rp.4000 . Harga bawang merah tercatat dengan harga Rp.21.000. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top