Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Bawang merah pemicu Inflasi

Bawang merah pemicu Inflasi

Jogja-KoPi|Badan Pusat Statistik mencatat andil terbesar pemicu inflasi pada bulan November 2017 adalah komoditas bawang merah. Namun demikian harga bawang merah di pasar tidak menunjukkan kenaikan selama dua bulan belakangan.

Berdasarkan rilis dari BPS beberapa waktu lalu, Indeks Harga Konsumen /Inflasi pada bulan November, BPS mencatat di DIY terjadi inflasi 0,20 persen. Beberapa komoditas alami kenaikan harga memicu terjadinya inflasi

"Andil terbesar yang memicu terjadinya inflasi adalah komoditas bawang merah, naik sebesar 17,14 Persen,andilnya pada inflasi adalah 0,05 persen,"papar BPS pada releasenya, ditulis pada Rabu (6/12).

Komoditas lainnya pemicu kenaikan inflasi adalah beras, telur ayam ras dan pasir naik 0,80 persen, 4,91 persen, dan 3,38 persen dengan masing -masing memberikan andil 0,03 persen.

Cabai merah, brokoli dan daging ayam ras naik 15,79 persen, 25,59 persen, dan 1,77 persen dengan memberikan andil masing-masing 0,02 persen.

Cabai rawit, kayu balokan, pemeliharaan motor, daun melinjo , bensin dan lele naik 20,03 persen, 2,09 persen, 28,13 persen, 0,18 pesen dan 2,24 persen dengan masing-masing memberikan andil 0,01 persen.

Sementara itu pada pemantauan KoPi di beberapa pasar di kota Yogyakarta,KoPi menemukan bahwa Inflasi dengan komoditas inflasi pemicu terbesar Bawang Merah bulan November lalu tak menggemingkan harga bawang merah.

Seperti di Pasar Kranggan, Yati (54) pedagang sayur dan sembako mengatakan harga bawang putih dan merah masih tetap sama sejak November lalu. Harga bawang merah dan bawang putih dipatok sama yaitu Rp.25.000 perkilonya hingga awal desember ini.

"Bawang merah dan putih itu semua sama 25 ribu, tak ada kenaikan sejak bulan lalu,"kata Yati.

Dari pemantuan dan pencatatan database Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY mencatat harga Bawang merah di Pasar Beringharjo tak jauh berbeda dari harga bawang merah di pasar Kranggan dengan selisih Rp.4000 . Harga bawang merah tercatat dengan harga Rp.21.000. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top