Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bantuan ternak sapi dan kambing, resahkan warga petani

Bantuan ternak sapi dan kambing, resahkan warga petani
Bantuan ternak berupa sapi dan kambing yang diturunkan secara gratis oleh instansi teknis Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan seyogianya dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan para warga peternak, penerima bantuan sapi dan kambing di daerah pelosok serta pedalaman terpencil.

Selayar-KoPi-Namun harapan tersebut rupanya tak seindah kenyataan yang dirasakan oleh warga Dusun Pa’batteang, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki yang akhir-akhir ini dibuat kesal oleh perilkaku tidak terpuji segelintir oknum ‘peternak nakal’.

Rasa kesal warga petani bermula dari ulah oknum peternak yang membiarkan hewan piaraan milik mereka bebas bergentayangan hingga memicu terjadinya pengrusakan kebun maupun tanaman milik warga petani  di sekitar kampung tersebut.

Kehadiran sapi bantuan pemerintah yang diharapkan mampu menggenjot taraf pendapatan dan kesejahteraan masyarakat malah berbalik menjadi pemcu kemungkinan akan terjadinya potensi konflik dikalangan warga masyarakat petani dan peternak.
Sejumlah warga mulai dibuat resah menyusul semakin besarnya jumlah pasokan bantuan sapi dan kambing gratis dari pemerintah kepada masyarakat yang dinilai asal dan tidak memenuhi standart.

Dugaan ini dilontarkan warga atas dasar ketidaktersediaan lokasi lahan pengandangan maupun ketidak siapan beternak para penerima bantuan sapi dan kambing dari Dusun Pa’batteang yang terbukti tidak sanggup untuk menyediakan lahan pengembalaan dan kandang sapi sebagaimana muatan perjanjian dari pihak pemberi bantuan dalam hal ini pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Menanggapi permasalahan yang mulai bermuara pada potensi konflik ini Camat Buki, Abd. Rahman mengaku telah berulangkali memanggil para peternak sapi di wilayahnya untuk diberikan sosialisasi agar tidak membiarkan ternaknya menganggu lahan perkebunan milik warga petani.

Pemerintah kecamatan buki bersama dengan aparat desa telah berulangkali mengadakan sosialisasi pengandangan ternak, tinggal peternaknya saja yang tetap membandel dan enggan mengindahkan petunjuk dari pemerintah kecamatan.

Kendati demikian, Camat Buki, Abd. Rahman berjanji untuk sesegera mungkin menjadwalkan pertemuan antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga peternak yang bertujuan untuk membahas kembali persoalan penertiban ternak agar tidak menjadi potensi konflik baru di masyarakat. Pertemuan ini rencananya akan digelar setelah hari raya Idul Fitri 1434 H mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Camat Buki dalam kesempatan wawancara dengan wartawan di ruang kerjanya belum lama ini. Persoalan penertiban ternak liar yang mulai berdampak meresahkan warga masyarakat petani di Desa Lalang Bata ini turut disikapi secara serius oleh Kepala Desa Lalang Bata, Andi Ruswandi B.

Dia mengaku telah mempersiapkan program pembangunan lahan pengembalaan ternak terpadu bagi warga desanya. Dia berjanji untuk menjamin ketersediaan pakan ternak di sekitar lokasi pengembalaan.

Program pemenuhan ketersediaan pakan ternak salah satunya akan dituangkan Pemerintah Desa Lalang Bata melalui kegiatan penanaman rumput gajah. Penanaman rumput gajah sendiri, diharapkan dapat berfungsi ganda untuk mencegah berlangsungnya erosi serta mempertahankan proses pengawetan tanah dan air.

Pernyataan ini dikeluarkan Kepala Desa Lalang Bata saat dimintai konfirmasi oleh wartawan di Kantor Camat Buki, pada hari Senin, (21/7) pagi kemarin. Dia berharap, langkah penyiapan lokasi pengembalaan ternak oleh aparat pemerintah desa akan dapat meminimalisir kemungkinan pecahnya potensi konflik di masyarakat.

Fadly Syarif

back to top