Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Angkasa Pura siap membayar ganti aset pada bandara baru

Angkasa Pura siap membayar ganti aset pada bandara baru
Kulonprogo-KoPi|Bupati Kulon Progo , Hasto Wardoyo menginformasikan bahwa  Angkasa pura siap membayar ganti rugi aset diwilayahnya  yang terkena dampak langsung pembangunan bandara baru di Kulonprogo.
 
“Kemarin baru bicara lewat telepon,pihak  angkasa pura  sudah siap membayar apa yang saya minta, baik itu aset milik pemda atau aset milik tanah desa,”kata Hasto saat diwawancarai di Gedung BPK DIY, Selasa (30/5).
 
Meski demikian, Hasto menambahkan terkait pembayaran ganti rugi ini, Angkasa Pura  meminta kepada pihaknya agar menyelesaikan pembayaran ini lewat Badan Pertanahan  Nasional (BPN). Nantinya BPN akan menyampaikan angkasa pura terkait dengan pembayaran ganti rugi. 
 
Ganti rugi aset ini berkaitan dengan lima titik desa yang terkena dampak langsung pembangunan bandara baru di Kulonprogo. Lima titik tersebut meliputi desa Jangkaran, Glagah, Palihan, Kebonrejo dan Janten.
 
Pihaknya dalam waktu dekat ini akan memfokuskan pada pengurusan proses administratif BPN dan pengukuran tanah di lima titik desa yang terdampak. Hasto juga menuturkan akan menapis permintaan  pengukuran tanah dengan tiga kelompok.
 
“Kelompok pertama pengukuran tanah saja, Itu tinggal di bayar saja, kelompok dua pengukuran yang ada tanaman, kelompok  ketiga pengukuran yang ada bangunan, dua kategori itu akan kami lengkapi prosesnya,”lanjut Hasto
 
Penapisan ini bertujuan untuk menghitung berapa luas bidang yang sudah mengambil uang ganti rugi di badan koordinasi dan berapa yang belum. Hasto melanjutkan bagi yang belum mengambil uang inilah yang akan dilakukan pengukuran oleh pihaknya agar bisa diajukan ke BPNdan selanjutnya akan dibayarkan uang oleh Angkasa pura. 
 
Sementara itu Hasto menerangkan terkait dengan relokasi warga  dan proses pengurugan tanah  dilima titik tersebut sudah dilakukan. Dia pun memperkirakan dibulan Juli dan Agustus proses penyelesaian relokasi ini sudah selesai. 
 
“Sekarang ini mulai membangun rumah, harapannya Juli atau Agustus sudah selesai,”tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
 
back to top