Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Aliansi Boikot Artjog 2016 tuntut Heri Pemad kembalikan uang Freeport

Aliansi Boikot Artjog 2016 tuntut Heri Pemad kembalikan uang Freeport

Jogja-KoPi| Aliansi Boikot Artjog 2016 berencana melakukan aksi di lokasi Arjog Jogja National Museum (JNM), Kamis, 16 Juni 2016. Aksi akan dimulai dari titik kumpul para aktivis kontra di Nol Kilometer, Malioboro Yogyakarta mulai pukul 15:00 WIB-hingga selesai.

Aksi ini merupakan bagian upaya terus menekan agar para seniman dan peyelenggara Artjog peka terhadap lingkungan sosial-poitik. Aliansi Boikot Artjog 2016 untuk itu mengajak seluruh seniman Artjog 2016 dan masyarakat memoboikot penyelenggaraan pameran bertaraf internasional tersebut.

Aliansi Boikot Artjog 2016 menilai penyelenggaraan Artjog kali ini telah melukai rasa keadilan masyarakat luas khususnya Papua dan Rembang dengan melibatkan dana PT. Freeport dan Bank Mandiri.

Menurut Aliansi Boikot Artjog 2016 eksploitasi PT Freeport terhadap kekayaan alam Papua telah menghadirkan targedi kemanusiaan dan alam. PT. Freeport meghabiskan dana 14 juta US dolar untuk membayar tenaga keamanan negara untuk membunuhi rakyatnya sendiri.

Aktivitas kesenian yang bertajuk ArtJog 2016 menurut Aliansi Boikot Artjog 2016 telah jelas menjadi corong korporasi yakni PT. Freeport guna memutihkan semua kesalahan PT. Freeport di muka publik.

Aktivitas kesenian ini juga mendapatkan sponsor dari Bank Mandiri yang mengucurkan kredit bagi pendirian PT. Semen Indonesia di Rembang.

Tiadanya tanggapan nyata dari para penyelenggara dan seniman yang ikut dalam gelaran seni Art Jog ini menunjukkan bukti bahwa pelaku seni yang terlibat dalam Art Jog baik sengaja maupun tak sengaja abai terhadap persoalan sosial di negeri ini.

Selain itu, keikutsertaan para seniman dalam Art Jog menunjukkan rendahnya sikap dan kepedulian kesenian terhadap persoalan kemanusiaan yang menjadi perhatian publik.

Dalam aksi tersebut Aliansi Boikot Artjog 2016 menuntut dan menegaskan posisi mereka.
1. Putuskan kontrak karya dengan PT. Freeport.
2. Tolak kontrak PT. Freeport pada aktivitas kesenian di berbagai wilayah di Indonesia.
3. Kepada ketua penyelenggara Art Jog 2016, Heri Pemad, kembalikan uang PT. Freeport di Art Jog.
4. Menghimbau pada para penyelenggara kegiatan seni dan sekalian seniman untuk tidak bekerja sama dengan PT. Freeport dan perusahaan hitam lainnya.

Aliansi Boikot Art Jog akan mempertegas posisi:

1. Kami tidak anti atau menolak kegiatan seni apapun. Kami menolak seni yang tak berperikemanusiaan. Dan bahwa pagelaran seni Art Jog dengan mengusung tema kemanusiaan adalah kesalahan fatal karena itu kontraproduktif dengan realita yang ada.

2. PT. Freeport dan perusahaan yang merusak lingkungan lainnya adalah sumber masalah dari kekisruhan dalam pagelaran seni Art Jog 2016.

3. Penyelenggara Art Jog harus bertanggungjawab atas pengikutsertaan PT. Freeport dan perusahaan yang merusak lingkungan sebagai sponsor kegiatan yang mana hal itu menimbulkan kekisruhan dan kesalahpahaman.

back to top