Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Aktivis Makaryo mendesak Pemda DIY dan Kapolda DIY mengusut tuntas kasus pembubaran pameran Wiji Thukul

Aktivis Makaryo mendesak Pemda DIY dan Kapolda DIY mengusut tuntas kasus pembubaran pameran Wiji Thukul

Jogja-KoPi|Aktivis Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (Makaryo) menggelar aksi diam satu jam untuk mendesak Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dan Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY untuk mengusut tuntas pembubaran Pameran Wiji Tukul di Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) Universitas Islam Indonesia (UII) oleh Organisasi Pemuda Pancasila (PP) DIY, Senin lalu (8/5).

Makaryo meminta Kapolda dan Gubernur DIY berlaku netral pada kasus kekerasan di PUSHAM UII, karena ditemukan foto profil sosial media Ketua PP bernama Faried Jayen sedang melakukan salam komando dengan Gubernur DIY.

"Kami mendapatkan info dari Wa, salah satu foto profil Ketua Pemuda Pancasila yang melakukan pembubaran pameran memasang foto dengan Gubernur, melakukan salam komando”, jelas Tri Wahyu, Koordinator Umum Aksi, saat diwawancarai di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (16/5).

Selain itu, Makaryo juga meminta Kapolda DIY untuk mengusut tuntas bukti tindak kekerasan yang dilakukan oleh PP DIY. Pasalnya beredar kabar dan berita yang mengatakan tidak ada tindak kekerasan di pameran di PUSHAM UII.

Untuk itu Makaryo membawa DVD yang berisikan bukti tindak kekerasan yang dilakukan oleh PP DIY berdurasi 4 menit. Tri berharap melalui video ini, Gubernur DIY dan Kapolda DIY dapat menyanggah info dan berita yang mengatakan tidak terjadi apa-apa di PUSHAM UII.

"Kami meminta ke Pemda yang menerima video kekerasan dan diteruskan ke Pak Gub,dan Pak Gub bisa meneruskan ke Kapolda DIY, Ahmad Dofiri. Agar Kapolda dapat mengawal kasus pembubaran pameran dan dapat dibawa ke persidangan sampai tuntas”, harapnya.

Menanggapi hal tersebut Kasat Tantrib Satpol PP yang menemui peserta aksi mengatakan segala masukan dari Makaryo akan disampaikan ke Gubernur DIY termasuk DVD yang diterimanya.

"Satpol PP hanya membantu untuk menjembatani masukkan teman-teman aktivis yang selanjutnya akan kami sampaikan pada atasan kami yang berwenang pada permasalahan ini”, pungkasnya.|Syidik Syaiful Ardli

back to top