Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Aksi dukungan Aliansi Solidaritas Mahasiswa UP 45 yang di DO

Aksi dukungan Aliansi Solidaritas Mahasiswa UP 45 yang di DO

Jogja-KoPi|Aliansi Solidaritas Mahasiswa UP45 menggelar aksi solidaritas mendukung 22 mahasiswa Universitas Proklamasi 45 yang di DO oleh Kampus.

Puluhan peserta aksi yang terjaring dari berbagai lembaga dan organisasi mahasiswa ini berjalan long march dari taman parkir Abu Bakar Ali menuju gedung DPRD DIY membawa spanduk berisikan dukungan pada mahasiswa UP45 dan menolak pembungkaman ruang demokrasi pada pendidikan.

Wardi dari Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 mengatakan suara aksi mahasiswa kampus UP 45 ini sudah dibungkam dan berlangsung sejak Mei lalu dan berujung pada Pen DO an 22 Mahasiswa UP 45

"Kita mulai dibungkam sejak 26 Mei lalu dimana Surat peringatan DO sudah diberikan, kami tidak boleh berdiskusi ,rapat dan menggelar aksi di dalam kampus,"ujarnya saat ditemui di Malioboro sebelum aksi digelar,Kamis (10/8).

Aliansi Solidaritas pun melihat upaya tersebut merupakan upaya nyata dari kampus untuk membatasi ruang aspirasi mahasiswanya. Hal ini dinilai bertentangan dan melanggar dengan beberapa undang -undang seperti pada UU1945 Pasal 28 E,UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi serta UU no.39 Tahun 1999 tentang Hak asasi Manusia.

Atas kondisi ini, Aliansi Solidaritas menuntut beberapa poin kepada Gubernur,DPRD ,Kopertis wilayah V,dan Rektorat UP45 untuk menyikapi tuntutan mereka. Pertama kepada Gubernur dan DPRD diminta untuk bertindak tegas menyikapi persoalan penyelenggaraan pendidikan yang transparan ,akuntabel,dan demokratis.

"Karena awal mula permasalahan adalah kami dari Mahasiswa menuntut kepada kampus untuk transparansi anggaran, pen DO an justru membuat kampus takut untuk berdialog tentang tranparansi anggaran," lanjutnya

Kedua,Mendesak Kopertis wilayah V dan Kemenriset dikti bertindak tegas untuk mencabut surat pemberhentian 22 mahasiswa karena dianggap tidak selaras dengan amanat konstitusi.

Ketiga,Meminta pimpinan kampus menghentikan tindak pembungkaman terhadap aspirasi mahasiswa.Keempat,Meminta kampus agar transparan dalam setiap pengelolaan kampus.

Dan terakhir, meminta Yayasan mencabut SK Rektor Bambang Irjanto sebagai rektor Universitas Proklamasi 45.

Sementara itu, dari Rektor mengatakan bahwa pihak kampus tidak membatasi ruang aspirasi dan aksi mahasiswa selama tidak mengarah ke Anarkisme. Setelah ditemui, Rektor UP 45 ,Bambang Irjanto menjelaskan tidak akan melarang aksi didalam kampus pasca pen DO an.

"Selama aksi tersebut tidak mengarah anarkis ya kami perbolehkan,"ujarnya saat ditemui di Kantor Rektorat UP 45.

Ia juga menuturkan pelarangan sebelumnya dilakukan pasalnya aksi yang berlangsung sejak April dan Mei ini bukan lagi mengarah ke aksi penyampaian aspirasi namun aksi anarkis seperti penyegelan ruang rektorat.

Mengenai tranparansi anggaran,pihaknya siap jika menggelar dialog antara mahasiswa dan kampus agar mahasiswa mendapat kejelasan anggaran di Kampus UP 45.

"Segala sesuatu bisa didialogkan jangan main pribadi sendiri,kami juga mengikuti kebijakan seperti kampus lain jika ingin menyampaikan aspirasi,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top