Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Akmil gelar pelatihan peer leader penanggulangan HIV-AIDS

Akmil gelar pelatihan peer leader penanggulangan HIV-AIDS
Magelang-KoPi| Akademi Militer menggelar pelatihan Peer Leader Penanggulangan HIV-AIDS di Aula Kesehatan Akademi Militer selama 3 hari dimulai dari tanggal 26 sampai dengan 28 Agustus 2015.
 
Kegiatan pelatihan tersebut dibuka oleh Dirbinlem Akmil Kolonel Inf Wisnoe P.B. dan diikuti sebanyak 40 orang perwakilan dari tiap-tiap satuan yang berada di Akmil serta bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Provinsi Jawa Tengah. 
            
Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Jawa Tengah khususnya di lingkup Akademi Militer. Masalah HIV dan AIDS yang telah menjadi masalah nasional dan bahkan global bukan semata-mata terkait dengan kesehatan, tetapi merupakan masalah sosial yang kompleks dan berdampak sangat luas dalam kehidupan.
 
Untuk itu, menanggulangi HIV dan AIDS melalui pendekatan kesehatan semata-mata akan sia-sia dan mustahil, karena sampai saat ini belum ditemukan obat untuk virus yang menyerang kekebalan tubuh tersebut.
 
Selain itu, bahwa HIV dan AIDS dapat mengancam siapa saja tanpa terkait dengan status sosial seseorang, orang kaya, orang miskin, orang terpelajar dan orang awam setiap saat dapat saja tertular oleh virus ini. Sehingga dengan diselenggarakan pelatihan ini semua peserta dapat meningkatkan kesadaran kritis terhadap ancaman bahaya HIV dan AIDS.|Siaran Pers|
 
back to top