Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Akmil gelar pelatihan peer leader penanggulangan HIV-AIDS

Akmil gelar pelatihan peer leader penanggulangan HIV-AIDS
Magelang-KoPi| Akademi Militer menggelar pelatihan Peer Leader Penanggulangan HIV-AIDS di Aula Kesehatan Akademi Militer selama 3 hari dimulai dari tanggal 26 sampai dengan 28 Agustus 2015.
 
Kegiatan pelatihan tersebut dibuka oleh Dirbinlem Akmil Kolonel Inf Wisnoe P.B. dan diikuti sebanyak 40 orang perwakilan dari tiap-tiap satuan yang berada di Akmil serta bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Provinsi Jawa Tengah. 
            
Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Jawa Tengah khususnya di lingkup Akademi Militer. Masalah HIV dan AIDS yang telah menjadi masalah nasional dan bahkan global bukan semata-mata terkait dengan kesehatan, tetapi merupakan masalah sosial yang kompleks dan berdampak sangat luas dalam kehidupan.
 
Untuk itu, menanggulangi HIV dan AIDS melalui pendekatan kesehatan semata-mata akan sia-sia dan mustahil, karena sampai saat ini belum ditemukan obat untuk virus yang menyerang kekebalan tubuh tersebut.
 
Selain itu, bahwa HIV dan AIDS dapat mengancam siapa saja tanpa terkait dengan status sosial seseorang, orang kaya, orang miskin, orang terpelajar dan orang awam setiap saat dapat saja tertular oleh virus ini. Sehingga dengan diselenggarakan pelatihan ini semua peserta dapat meningkatkan kesadaran kritis terhadap ancaman bahaya HIV dan AIDS.|Siaran Pers|
 
back to top