Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Aisyiyah akan adakan Rembuk Nasional PAUD di Milad ke-100

Aisyiyah akan adakan Rembuk Nasional PAUD di Milad ke-100

Jogja-KoPi│‘Aisyiyah akan mengadakan Rembuk Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PUD) untuk memperingati hari kelahirannya ke 100 pada tanggal 18 Mei 2017 di Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Rembuk Nasional PAUD menurut Ketua Umum ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohanti penting dilakukan untuk membawa kehidupan kebangsaan menuju Indonesia berkemajuan.

“Momentum milad 100 tahun ‘Aisyiyah dan memasuki awal abad kedua, ‘Aisyiyah penting untuk mendinamisasi gerakannya di bidang pendidikan dari tingkat PAUD sampai Pendidikan Tinggi dalam usaha membawa kehidpan kebangsaan menuju Indonesia berkemajuan,” ujarnya saat jumpa pers di Gedung Rektorat Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Usia anak ketika di PAUD adalah usia generasi emas yang perlu dibentuk dan dikembangkan untuk kemajuan Indonesia. Menurut Noor budi pekerti, pembangunan akhlak/karakter harus ditanamkan dari usia dini sehingga bisa melahirkan generasi yang tangguh.

 ‘Aisyiyah sendiri menjadi pelopor didirikannya PAUD di Indonesia, yaitu sejak didirikannya Frobel ‘Aisyiyah di tahun 1919. Sehingga refleksi terhadap kiprah dan perjuangan ‘Aisyiyah dalam bidang pendidikan yang hampir satu abad tersebut menjadi dorongan diadakannya Rembuk Nasional PAUD.

Acara tersebut akan melibatkan seluruh stake holder pendidikan, sperti oraganisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, pelaku usaha para ilmuwan tokoh pendidikan, praktisi pendidikan, legislatif dan pemerintah.

“Acara ini akan dihadiri oleh 7.500 warga perserikatan Muhammadiyah yang berasal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Dan saat ini sudah ada 400 orang yang mendaftar”, pungkasnya.

Diharapkan Rembuk Nasional dapat meningkatkan kontribusi guru PAUD dalam mendidik anak-anak. Ini dikarenakan guru PAUD adalah faktor dominan di sekolah selain keluarga.

back to top