Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu" Featured

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu"

Kota Banjar - KoPi | Wajah abang becak itu berkaca-kaca. "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu", kata abang becak kepada reporter KoPi. 

Saat itu, reporter KoPi akan menjalankan  tugas liputan perkembangan ekonomi kreatif dan wisata di Kota Banjar. Saat berjalan keluar dari Stasiun Banjar, reporter KoPi melihat seorang perempuan berkerudung putih sedang bergantian memeluk perempuan-perempuan pedagang kecil sekitar Stasiun Banjar.

 

Mata yang basah karena haru, dan penuh harap dari para pedagang kecil serta mang becak menatap perempuan kerudung putih berbaju biru itu. Beberapa saat perempuan berkerudung putih meninggalkan mereka. Repoter KoPi mendatangi para pedagang kecil dan mang becak.

"Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu". Jawab abang becak, akrab disapa Mang Iyan, kepada KoPi. 

"Namanya Ibu Irma Bastaman. Tadi tiba-tiba beliau datang menengok kita. Beliau itu penyayang banget atuh. Saya dulu seharian tidak dapat penumpang. Waktu itu Ibu Irma masih kuliah ya. Lihat saya tiduran di becak, eh langsung tuh minta diantar pakai becak. Padahal saya tahu Ibu Irma ada kendaraan sendiri. Ibu mah baik banget orangnya. Maka saat tiba-tiba kesini tadi saya terharu." Lanjut Mang Becak bercerita.

Ibu penjual pecel punya cerita sendiri.

"Saya suka itu Ibu Irma....Irma Bastaman. Ibu mau dengarkan kita. Sabar sekali. Saya bahagia sekali ada tokoh Kota Banjar mau dengarin kita. Ibu mah penyayang. Selama ini mana ada yang peduli kesini? Kita malah dianggap seperti kotoran yang gangguin mata." 

Reporter KoPi melanjutkan perjalanan ke Kota Banjar, dan berencana melakukan wawancara khusus dengan Ibu Irma Bastaman yang sepertinya sangat dekat dengan masyarakat Kota Banjar. | YP

back to top