Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu" Featured

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu"

Kota Banjar - KoPi | Wajah abang becak itu berkaca-kaca. "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu", kata abang becak kepada reporter KoPi. 

Saat itu, reporter KoPi akan menjalankan  tugas liputan perkembangan ekonomi kreatif dan wisata di Kota Banjar. Saat berjalan keluar dari Stasiun Banjar, reporter KoPi melihat seorang perempuan berkerudung putih sedang bergantian memeluk perempuan-perempuan pedagang kecil sekitar Stasiun Banjar.

 

Mata yang basah karena haru, dan penuh harap dari para pedagang kecil serta mang becak menatap perempuan kerudung putih berbaju biru itu. Beberapa saat perempuan berkerudung putih meninggalkan mereka. Repoter KoPi mendatangi para pedagang kecil dan mang becak.

"Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu". Jawab abang becak, akrab disapa Mang Iyan, kepada KoPi. 

"Namanya Ibu Irma Bastaman. Tadi tiba-tiba beliau datang menengok kita. Beliau itu penyayang banget atuh. Saya dulu seharian tidak dapat penumpang. Waktu itu Ibu Irma masih kuliah ya. Lihat saya tiduran di becak, eh langsung tuh minta diantar pakai becak. Padahal saya tahu Ibu Irma ada kendaraan sendiri. Ibu mah baik banget orangnya. Maka saat tiba-tiba kesini tadi saya terharu." Lanjut Mang Becak bercerita.

Ibu penjual pecel punya cerita sendiri.

"Saya suka itu Ibu Irma....Irma Bastaman. Ibu mau dengarkan kita. Sabar sekali. Saya bahagia sekali ada tokoh Kota Banjar mau dengarin kita. Ibu mah penyayang. Selama ini mana ada yang peduli kesini? Kita malah dianggap seperti kotoran yang gangguin mata." 

Reporter KoPi melanjutkan perjalanan ke Kota Banjar, dan berencana melakukan wawancara khusus dengan Ibu Irma Bastaman yang sepertinya sangat dekat dengan masyarakat Kota Banjar. | YP

back to top