Menu
Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor SAR Yogyakarta

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor …

YOGYAKARTA - Senin (14/08...

Penyadang disabilitas merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah

Penyadang disabilitas merasa diperl…

Sleman-KoPi| Organisasi P...

Organisasi Penyandang Difabel ajak masyarakat kawal PP penyandang Difabel

Organisasi Penyandang Difabel ajak …

Sleman-KoPi| Organisasi P...

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan M…

Sleman-KoPi|Koalisi Masya...

Paket umrah 15-17 juta berpotensi tipu calon jemaah

Paket umrah 15-17 juta berpotensi t…

Jogja-KoPi|Kepala Kanwil ...

First Travel Jakarta yang bermasalah belum ditemukan di Yogyakarta

First Travel Jakarta yang bermasala…

Jogja-KoPi|Kementrian Aga...

674 Warga binaan Lapas DIY mendapat remisi Umum HUT RI 2017

674 Warga binaan Lapas DIY mendapat…

Jogja-KoPi|Kementrian Huk...

Prev Next

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu" Featured

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu"

Kota Banjar - KoPi | Wajah abang becak itu berkaca-kaca. "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu", kata abang becak kepada reporter KoPi. 

Saat itu, reporter KoPi akan menjalankan  tugas liputan perkembangan ekonomi kreatif dan wisata di Kota Banjar. Saat berjalan keluar dari Stasiun Banjar, reporter KoPi melihat seorang perempuan berkerudung putih sedang bergantian memeluk perempuan-perempuan pedagang kecil sekitar Stasiun Banjar.

 

Mata yang basah karena haru, dan penuh harap dari para pedagang kecil serta mang becak menatap perempuan kerudung putih berbaju biru itu. Beberapa saat perempuan berkerudung putih meninggalkan mereka. Repoter KoPi mendatangi para pedagang kecil dan mang becak.

"Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu". Jawab abang becak, akrab disapa Mang Iyan, kepada KoPi. 

"Namanya Ibu Irma Bastaman. Tadi tiba-tiba beliau datang menengok kita. Beliau itu penyayang banget atuh. Saya dulu seharian tidak dapat penumpang. Waktu itu Ibu Irma masih kuliah ya. Lihat saya tiduran di becak, eh langsung tuh minta diantar pakai becak. Padahal saya tahu Ibu Irma ada kendaraan sendiri. Ibu mah baik banget orangnya. Maka saat tiba-tiba kesini tadi saya terharu." Lanjut Mang Becak bercerita.

Ibu penjual pecel punya cerita sendiri.

"Saya suka itu Ibu Irma....Irma Bastaman. Ibu mau dengarkan kita. Sabar sekali. Saya bahagia sekali ada tokoh Kota Banjar mau dengarin kita. Ibu mah penyayang. Selama ini mana ada yang peduli kesini? Kita malah dianggap seperti kotoran yang gangguin mata." 

Reporter KoPi melanjutkan perjalanan ke Kota Banjar, dan berencana melakukan wawancara khusus dengan Ibu Irma Bastaman yang sepertinya sangat dekat dengan masyarakat Kota Banjar. | YP

back to top