Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu" Featured

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu"

Kota Banjar - KoPi | Wajah abang becak itu berkaca-kaca. "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu", kata abang becak kepada reporter KoPi. 

Saat itu, reporter KoPi akan menjalankan  tugas liputan perkembangan ekonomi kreatif dan wisata di Kota Banjar. Saat berjalan keluar dari Stasiun Banjar, reporter KoPi melihat seorang perempuan berkerudung putih sedang bergantian memeluk perempuan-perempuan pedagang kecil sekitar Stasiun Banjar.

 

Mata yang basah karena haru, dan penuh harap dari para pedagang kecil serta mang becak menatap perempuan kerudung putih berbaju biru itu. Beberapa saat perempuan berkerudung putih meninggalkan mereka. Repoter KoPi mendatangi para pedagang kecil dan mang becak.

"Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu". Jawab abang becak, akrab disapa Mang Iyan, kepada KoPi. 

"Namanya Ibu Irma Bastaman. Tadi tiba-tiba beliau datang menengok kita. Beliau itu penyayang banget atuh. Saya dulu seharian tidak dapat penumpang. Waktu itu Ibu Irma masih kuliah ya. Lihat saya tiduran di becak, eh langsung tuh minta diantar pakai becak. Padahal saya tahu Ibu Irma ada kendaraan sendiri. Ibu mah baik banget orangnya. Maka saat tiba-tiba kesini tadi saya terharu." Lanjut Mang Becak bercerita.

Ibu penjual pecel punya cerita sendiri.

"Saya suka itu Ibu Irma....Irma Bastaman. Ibu mau dengarkan kita. Sabar sekali. Saya bahagia sekali ada tokoh Kota Banjar mau dengarin kita. Ibu mah penyayang. Selama ini mana ada yang peduli kesini? Kita malah dianggap seperti kotoran yang gangguin mata." 

Reporter KoPi melanjutkan perjalanan ke Kota Banjar, dan berencana melakukan wawancara khusus dengan Ibu Irma Bastaman yang sepertinya sangat dekat dengan masyarakat Kota Banjar. | YP

back to top