Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

Sleman-KoPi| Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY menangkap 8 mahasiswa dan mahasiswi menggunakan narkoba jenis Shabu. Kedelapan mahasiswa ini berasal dari luar Yogyakarta dan semuanya berasal dari perguruan tinggi swasta. 
"Mereka ini adalah mahasiswa dari perguruan tinggi swasta,rata-rata usia mereka antara dua puluh tahunan,"ujar direktur reserse narkoba (DIRRESNARKOBA), Kombespol Wisnu Widarto S.I.K saat jumpa pers di Halaman Ditresnarkoba Polda DIY, Rabu (16/5).
 
Wisnu pun menuturkan penangkapan berawal dari pengembangan laporan warga di Kledokan, Caturtunggal yang mencurigai adanya penyalahgunaan narkoba di salah satu Kost di wilayah tersebut. 
 
Benar saja, Ditresnarkoba Polda DIY pada tanggal 10 April 2018 menemukan 5 mahasiswa berinisial LPM (24), HJZ (23), JS (20), AS (20), WO (22) membawa barang bukti penggunaan narkoba seperti pipet ,gelas kaca, beberapa barang untuk menghisap shabu, serta ada sisa sedikit shabu diantara pipet.
 
Tak berhenti disitu, kepolisian juga menangkap 3 pengguna lainnya pada tanggal 11 April 2018. Ketiga pengguna yang juga merupakan mahasiswa berinisial EPP (20), DN (22), AKD (22). Diantara ketiganya, AKD ini satu-satunya pengguna perempuan diantara lainnya. Mereka pun menyatakan baru pertama kali menggunakan Shabu. 
 
Wisnu pun mengimbuhkan bahwa kedelapan mahasiswa ini saling kenal satu sama lain dan berasal dari satu daerah. Namun demikian, mereka semua belajar di perguruan tinggi yang berbeda-beda.
 
"Kedelapannya berasal dari Sumbawa, Nusa tenggara Barat,"tambah Wisnu.
 
Wisnu memaparkan, para mahasiswa ini baru ditetapkan sebagai pengguna bukan pengedar. Mereka pun membeli Shabu seberat 0,5 Gram secara patungan kepada penjual yang masih dilacak oleh polisi.
 
"Mereka ini beli patungan dengan harga shabu 0,5 gram 600 ribu. Pemesanan pun dilakukan lewat pesan singkat SMS, dan pengiriman uang via Bank," jelas Wisnu.
 
Meski para mahasiswa tersebut baru terbukti hanya menggunakan dan tidak mengedarkan narkoba, Wisnu menekankan bahwa para mahasiswa tetap ditahan untuk penyelidikan. Pasalnya tim Assessment Polda DIY mencurigai bahwa diantara pengguna ini mempunyai kaitan erat kepada pengedar narkoba. 
 
"Jadi tim assessment kami meminta untuk tetap ditahan bukan dilepas untuk direhabilitasi, karena kemungkinan mereka ini ada kaitannya kepada pengedar. Jika memang tidak ada, barulah mungkin bisa di rehabilitasi,"pungkasnya.
back to top